-Sneek peak-
"Vanya"
Vanya berdeham untuk menjawab panggilan Reyhan
"jangan pernah bersedih" kali ini Vanya melepas pelukannya dan menatap Reyhan dengan bibir mengerucutnya
"aku akan sedih jika kau pergi" ucap Vanya membuat Reyhan menahan nafasn...
My Playlist - Paris in the Rain by Lauv ______________________
"Berapa lama kalian akan bulan madu?" Ledek Valeary melihat koper Vanya yang di ambil oleh Rangga untuk di masukan kedalam bagasi mobil Rubicon milik Vero.
"Please.."
"Valeary jangan menggodanya" senyuman Indiranti mengembang melihat Vanya yang tidak bersikap sinis dan hanya berdecak, tidak seperti biasanya.
"Apa hanya ini?" Vero memilih menghampiri Vanya, melihat Vanya mengangguk menandakan barang yang dia bawa hanyalah satu koper dan juga satu tas jinjing.
"Berapa lama kalian sampai ditujuan kalian?" Tanya indrianti pada Vero.
"Mungkin kurang lebih sembilan jam, aku akan langsung mengirimkan lokasi kami kepada Vanya agar Vanya bisa mengirimkannya pada mama"
"baiklah kalau begitu hati hati di jalan, langsung kabari aku jika kalian sudah sampai" Vanya mengangguk merasakan tangan Indrianti yang mengelus rambutnya baru setelah itu ia masuk kedalam mobil Vero disusul Vero setelah berpamitan dengan Indrianty dan Valeary.
"dimana yang lain?" tanya Vanya disaat mobil Vero bergerak meninggalkan pekarangan Mansion keluarganya, ia melihat tangan Vero yang menggapai ketempat duduk belakang untuk mengambil selimut yang selalu ada untuk Vanya. pernah sekali ia tidak menemukan selimut disalah satu mobilnya karena sedang dibersihkan. Vero langsung memarahi dan hampir memecat pelayan yang membersihkan mobilnya.
"mereka menunggu didepan kompleksmu sambil menunggu Natha dan Madelaine yang belum datang, mungkin sekarang sudah datang" kepala Vanya mengangguk paham namun seketika keningnya mengkerut melihat Vero yang membuka jemari nya di depan Vanya, ia terkekeh sebentar dan menautkan jemari jemarinya pada tangan Vero yang terasa hangat.
"tangan mu hangat" Vanya bergumam melihat Vero mengangkat tangannya untuk mengecup pelan punggung tangan Vanya. mobil Vero bergerak keluar dari kompleks MansionVanya, ia bisa melihat tiga mobil mewah yang berderet di pinggir jalan. Vero memencet klakson mobilnya menyuruh teman temannya untuk mengikuti mereka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"apa kau sudah makan?" Vero melirik kearah Vanya yang sedang memainkan handphonenya cukup lama dan tidak menjawab pertanyaannya "Vanya.."
"ah.. iya, sudah" jawab Vanya namun ia tidak mengalihkan pandangannya dari handphonenya.
"apa yang sedang kau lihat?"
Vanya menurunkan handphonenya dan melirik kearah Vero "bisakah kau tidak membuka intertenet dulu untuk sekarang"
"tentu, kita harus menikmati perjalanan panjang ini" Vero terkekeh pelan melihat Vanya yang tersenyum manis, mungkin ia terkejut karena Vero yang langsung menyetujui ucapannya.