-Sneek peak-
"Vanya"
Vanya berdeham untuk menjawab panggilan Reyhan
"jangan pernah bersedih" kali ini Vanya melepas pelukannya dan menatap Reyhan dengan bibir mengerucutnya
"aku akan sedih jika kau pergi" ucap Vanya membuat Reyhan menahan nafasn...
My Playlist : I Hate U, I love U. G-nash Olivia O'brien _________________________
"ugh aku benci pelajaran matematika" kesal Vannesa sehabis ujian matematika sembari berjalan bersama Develyn dan Vanya menuju caffetaria. "mengapa juga di saat hari ini Mr.Thomlinson mengadakan quis dadakan?"
"dimana Madelaine? jangana bilang dia melakukannya lagi" tanya Develyn membuat Vannesa mengalihkan pandangannya cepat dan menatap Develyn heran. "Yang benar saja, dia baru selesai ujian!"
"kau masih terkejut dengan pasangan itu? tanpa diberitahu dia pasti sedang di kamar mandi. tinggal kau tebak saja, kamar mandi wanita atau pria yang sedang mereka pakai" pandangan Vannesa beralih menatap ke arah Vanya yang sedari tadi hanya diam "apa ujian matematika membuat mu setres juga? sudah ku duga, bahkan Zaki yang pintar itu tidak bisa menjawab dua nomor, kau tidak jawab berapa?"
"aku jawab semua" langkah Vannesa terhenti ketika temannya itu menjawab dengan suara kecilnya dan tatapn kosongnya sembari teru berjalan.
"Thomas memang tidak main main" ucap Vannesa sembari menggelengkan kepalanya pelan tidak percaya, ia kembali berjalan dan menyusul Vanya dan Develyn mengantri mengambil makanan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"aku harap kali ini ada Sushi mereka sajikan-eh!"
"maaf, maaf" Vicko yang tidak sengaja menabrak Vannesa karena fokus bercanda dengan Noah mengucapkan maafnya pada Vannesa. Vannesa hendak mengeluarkan umpatannya namun disaat ia melihat kearah pria tampan dibelakangnya, berdiri dengan senyum manisnnya seperti bunga matahari sehabis terkena air hujan, rambutnya terlihat sedikit basah menandakan ia sehabis mandi. Sedangkan wajah tampan cloningngannya sedang melirik kebelakang Vannesa.
"tidak apa.. oh iya, selamat atas kemenangan kalian" ucap Vannesa sembari membalas senyuman Revi dan melanjutkan jalannya, ia hendak mengambil nampan disaat ia hampir menabrak Vanya karena Vanya yang tidak bergerak, Vannesa memanggil Vanya dengan suara lembutnya, namun Vanya tidak merspon. Vannesa melirik sebentar ke arah Revi "Vanya!"
berkat suara kencang Vannesa, Vanya kembali tersadar, ia segera berjalan dan mengambil makanannya. mata Reyhan memicing melihat Vanya yang memegang nampannya dan bukunya dengan satu tangan sedangkan tangannya meremas kuat roknya. Reyhan pun berjalan melalui teman temannya dan segera menghampri Vanya.
"kau sakit?" tanya Reyhan yang mengambil alih nampan milik Vanya membuat Vanya terkejut.
"aku tidak apa apa" Vanya berniat mengambil kembali nampan milikinya namun Reyhan segera menjauhkannya nampannya, Reyhan memiringkan kepalanya untuk mengecek raut Vanya. walaupun ia tidak suka jika mereka berinteraksi di depan orang orang, Vanya tidak akan menujukan raut kesalnya dan bersikap dingin. apa ia membuat kesalahan? "kembalikan"