-Sneek peak-
"Vanya"
Vanya berdeham untuk menjawab panggilan Reyhan
"jangan pernah bersedih" kali ini Vanya melepas pelukannya dan menatap Reyhan dengan bibir mengerucutnya
"aku akan sedih jika kau pergi" ucap Vanya membuat Reyhan menahan nafasn...
My Playlist - Unconditional by Katy Perry _________________________
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Suara sorakan terdengar ketika Vanya yang di bantu oleh Jeremy dan Valeary untuk memotong kue ulang tahunnya yang tingginya melebihi dirinya, seperti kue ulang tahu pernikahan—Vanya juga tahu ini berlebihan. Vanya menutupi rasa kekhawatirannya dengan senyumannya yang tidak pernah lepas dari wajahnya, Tersenyum dan menyapa ramah pada orang orang brengsek yang selalu membicarakan keburukan di belakanganya. Namun mau bagaimana pun juga hari ini adalah hari ulang tahunnya, ia harus melupakan semuanya demi membuktikan pada para tamu jika tidak ada yang terjadi pada tahun lalu.
Arif selelau berdiri tepat disampingnya tanpa berniat untuk melepaskan pandangannya dari Vanya, teman teman dekatnya datang, acara pun berjalan lancar. bukankah Vanya seharusnya merasa tenang?
"Ada apa?" Tanya Arif melihat senyuman di bibir Vanya luntur yang di jawab Vanya dengan gelengan, pandangan Arif beralih melihat laki laki yang terus menatap Vanya dari jauh seakan akan menunggu Vanya menengok ke arahnya "tunangan mu disana"
Senyuman Vanya mengembang, tidak seperti sebelumnya. Kali ini ia tersenyum manis yang begitu tulus melambaikan tangannya ke arah Reyhan.
"Happy Birthday Mrs.Thomas" Vanya membalikan badannya merespon suara, sekilas ia Vanya melihat Vero berdiri didepannya namun ia salah, pria di depannya ini bukan Vero melainkan Delon. "Nice to meet you"
"Ah.. Mr.Cassanovas, trimakasih sudah mau datang" ucap Arif melihat Vanya hanya terdiam menatap Delon Cassanovas namun mendengar ucapan Arif, Vanya segera menundukan kepalanya dan tak lupa memberikan senyumannya, astaga Delon benar benar Vero yang berumur.
"Aku tidak menyangka kau akan datang. Kau bilang kau sedang ada perjalanan di China?"
"Benar, tapi tidak mungkin juga aku melewati hari ulang tahun adik ku sendiri" Ucap Arif sembari merangkul Vanya.