Am I Wrong -59- The Thompson Wants

504 23 2
                                        

BAGIAN LIMA PULUH SEMBILAN

My Playlis - Heroes by Alesso
__________________________

"Apa anda gugup Miss?" Ucap Rangga pelan dan terus mengikuti langkah Vanya yang berjalan menuju ruangan meeting gedung The Thompson Wants.

"Untuk apa? Aku bersama mu" Vanya berjalan penuh percaya diri, ia melihat Pria berjas yang berdiri di depan pintu Meeting membukakannya pintu. Hari ini hari pertama ia masuk kedalam kelas 2 namun ia harus izin untuk pergi ditengah pelajaran untuk menggantikan Jeremy yang sedang menghadiri acara lainnya yang menurutnya lebih penting.

Disaat Vanya masuk kedalam ruangan, Vanya bisa melihat kearah pegawai yang berpakaian rapih menatap ke arahnya, tentu saja, ia masih menggunakan seragam sekolahnya namun hanya sekilas sebelum melanjutkan membaca membaca kertas yang ada di atas meja, bahan meeting mereka. Dalam diam Vanya berjalan menuju salah satu kursi, semua pegawai itu tidak terlalu memperdulikan Vanya membuat Vanya memutar bola matanya.

Vanya mengetuk pelan meja meeting itu menggunakan tulang kepalannya untuk mendapatkan perhatian orang orang namun tetap mengabaikannya. Vanya menghela nafasnnya, ia melipat tangannya didada dan menyadarkan dirinya di kursinya, matanya menatap ke arah semua pegawai itu dengan wajah datarnya. "Rangga, apa aku terlihat?"

"Tentu saja, Miss"

"Tapi hanya kau yang melihat kearah ku. Harus kan kita pulang dan membatalkan meeting ini karena tidak ada yang melihat ku?" Ucapan Vanya sukses menarik perhatian beberap Executive disitu. Wajar, mereka psti berfikir terlalu tua untuk menghargai anak sekolahan.

"Morning" Vanya menopangkan kepalanya dengan kedua tangannya dan juga senyuman manisnya, para Executive itu menjawab sapaan Vanya. Dasar, mereka semua berniat untuk meminta tolong dengan Thomas Enterprise namun mereka memperlakukan Vanya seperti ini. Pintu Meeting kembali terbuka, Vanya melihat pria berjas gagah yang mungkin umurnya tidak begitu jauh dari Arif.

"Miss Thomas, maaf saya baru datang" sapa Dukagji sembari berjalan menghampiri Vanya membuat para pegawai itu saling menatap tidak percaya "Mengapa anda duduk disitu? Anda seharusnya duduk di kursi utama"

"Ah.. benar" Vanya beranjak dari tempat duduknya menuju ke arah kursi utama meeting itu dengan Dukagji yang menarik kursinya membantu Vanya. "Anda tidak sengaja melakukan itu karena saya hanya pengganti Daddy saya bukan?"

"Tentu saja tidak, ada masalah teknis dengan helicopter kami" kekeh Dukagji membuat senyuman manis Vanya semakin mengembang.

Bohong.

"Tapi Sepertinya pegawai Anda belum mengenal saya"

kening Dukagji mengkerut tidak mengerti "bagaimana bisa? Anda cukup terkenal dengan bisnis baru anda diusia yang sangat muda"

Bohong.

"Baiklah, kalau begitu kita mulai saja meetingnya" Vanya membuka Ipadnya dan membaca materi yang akan Dukagji sajikan. Dukagji Thompson, pria gagah yang melanjutkan bisnis parfume milik keluarganya itu sedang berusaha untuk mencari investor agar produk yang sedang ia buat mendapatkan dana dari Thomas dengan timbal balik tiga puluh persen dari penjualannya.

"Kami akan menyediakan tiga wangi yang berbeda dan di setiap botol akan kami tempelkan logo Thomas dibelakangnya" ucap Dukagji sembari menunjuk power point nya dengan leser merahnya.

"Mengapa di belakang?"

Pertanyaan Vanya membuat Dukagji terdiam, ia bingung bagaimana menjelaskannya. Ini lah mengapa ia ragu disaat Thomas mengatakan akan menyuruh putri terkecilnya akan menggantikannya, dia tidak mengerti. "Kami tid-"

Am I Wrong? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang