Am I Wrong -44- Benjamin

441 21 4
                                        

BAGIAN EMPAT PULUH EMPAT

My Playlist - Like I Can by Sam Smith
___________________________

Nafas Gina masih tersenggal senggal disaat handphonenya berdering, ia segera menggapai handohonennya yang berada di atas nakas dan mengangkat telefonnya disaat nama Julian yang muncul

"apa?!" Kesal Gina sembari menarik selimut kamarnya agar menutup badannya dan juga badan pria di sampingnya

"Dimana kau? ada mobil hitam mengikuti ku terus menerus"

"bagaimana bisa—kirim lokasi mu sekarang" Kesal Gina dan mematikan telefonnya

"Julian?" Tanya Pria itu melihat Gina berjalan menuju Closet kamarnya untuk memakai pakaiannyanya dengan terburu buru. "Apa Julian dengan bodoh membuat Vanya menjauh?"

Gina terdiam sibuk merapikan pakaiannya dan mengabaikan pria itu. "Mengapa kau pergi? lupakan dia sebentar"

"Dan membiarkan Julian mati di tangan Cassanvoas? tidak" Gina bergrak mengambil seluruh keperluannya dan memasukannya kedalam tas kecilnya

"dan ada apa dengan Cassanovas? ayolah Gina bagiamana jika kau kembali ketempat tidur dan biarkan Julian melakukan tugasnya"

Gina yang sedang menyisir rambutnya terhenti dan menatap saudara tirinya itu "tugas? maksud mu ancaman mu? bagaimana jika kau saja yang mendekati Vanya dan berhenti menganggu Julian, Jade?"

***

"Shit!-" Valeary terkelonjak kaget melihat Vanya yang berjalan melewatinya dengan rambut berantakan dan juga bayi di tangannya "apa kau tidur semalam? kau tampak menyedihkan"

"lebih baik kau diam, sebelum aku lempar robot ini kearahmu" ketus Vanya yang berjalan menaiki tangga menuju kamarnya

"Vanya jangan ketus ketus dengan kakak mu" teriak Indrianti dari bawah membuat Vanya mengerlingkan matanya. ia sudah lelah dengan robot bayi menyebalkan ini, Vanya bahkan tidak memberikan dirinya untuk terlelap dalam tiga jam. entah mengapa robot bayi ini tidak bisa jika ia tidak di gendong. dan baru satu jam yang lalu Vanya mengganti popoknya, sekarang ia kembali menangis dan di saat Vanya mengecek popoknya robot itu sudah membasahi popoknya dengan susu yang tidak tercerna itu.

apa robot ini rusak?

Bukan hanya itu saja, ia juga tidak bisa tertidur karena masih tidak percaya dengan dirinya dan Vero bersama. kombinasi yang lengkap bukan?

"kau terlihat tidak tidur" Vanya membalikan badannya dan menemukan Vero yang terlihat begitu fresh berbeda dengannya. tangannya bergerak merapikan rambut Vanya yang begitu berantakan dengan jari jarinya. "biar aku yang menjaganya sekarang, kau tidur saja"

Vanya memberikan bayi robot itu pada Vero baru setelah itu ia menjatuhkan dirinya pada tempat tidurnya. "akhirnya.."

"sudah ku bilang, seharusnya aku saja yang jaga" kekeh Vero.

"lebih baik kau menginap saja, aku tidak mau merepotkan mu" gumam Vanya sembari menutup matanya.

Mata Vero melirik sebentar mendengar ucapan sebelum melanjutkan mengganti popok robot bayi itu. Vero menghela nafasnya, beruntung saja bayi ini tidak bisa bergerak sehingga ia tidak susah memakaikan popoknya. Ia merapikan bayi itu sebentar sebelum menaruhnya disamping Vanya.

Vero duduk di samping Vanya dan seketika senyumnya mengembang menatap Vanya yang sedang tertidur, terlihat samar samar lingkaran hitam di bawah matanya. Tangan Vero bergerak menyelipkan helaian rambut Vanya yang menutupi wajahnya agar ia bisa menatap Vanya dengan leluasa. Setelah puas menatap Vanya, Vero merendahkan badannya dan mengecup kening Vanya sebentar sebelum beranjak dari tempatnya. Namun di saat ia membalikan badannya, tangan Vanya menarik bajunya.

Am I Wrong? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang