Am I Wrong -18- Beautiful Flower

579 29 5
                                        

Bagian Delapan Belas

My Playlist - How deep is your love by Calvin haris
______________

"Apa tidak apa apa?" Tanya Vanya sambil melepas topi yang ia pakai untuk memakai helm yang di berikan Vero

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Apa tidak apa apa?" Tanya Vanya sambil melepas topi yang ia pakai untuk memakai helm yang di berikan Vero.

Vero menyusul Vanya memakai helmnya, walaupun helm tersebut menutupi bibirnya, ia memberikan senyumannya pada Vanya "Tentu, ini tidak akan lama, percaya dengan ku" ucapnya, ia menaiki motornya dan memberikan tangannya untuk menjadi tumpuan Vanya.

Dengan ragu Vanya memenggang tangan dan menaiki motor BMW S1000rr milik Vero. setelah memastikan Vanya duduk dengan benar, Vero menjalankan motornya keluar dari daerah pekarangan Mansion Thomas.

kemarin disaat Vero menariknya keluar dari latihannya, Vero mengajaknya kearah Caffe yang berada disekolah mereka. singkatnya Vero memintanya membolos sekolah untuk menemui Mommy nya. ingin sekali Vanya menolaknya karena hari ini ia akan mengadakan meeting bersama pegawainya membahas tetang model pakaian yang bekerja sama dengan artis terkenal yang belum benar benar selesai.

Tetapi disaat ia hendak berbicara Vero sevara tiba tiba memberikan senyum tipisnya. bodohnya, senyuman Vero bisa mengontrol dirinya untuk mengatakan iya dan melupakan semua pekerjaan yang sedang menunggu.

motor Vero memelan, Vanya tersadar dalam lamunannya. ia melihat toko bunga yang menjadi tempat Vero berhenti "aku akan membeli bunga sebentar, kau tunggu saja disini"

Vanya turun dari motor dan melepas helm yang ia pakai, ia melihat Vero masuk kedalam toko bunga tersebut. sambil menunggu Vero, Vanya bergerak mendekati bunga yang di pajang di luar. bunga berwarna warni itu terlihat sangat segar sehabis di beri air.

"itu Calla Lily" Vanya tersentak dan menengok ke arah wanita yang umurnya lebih tua darinya berdiri berada di dekatnya "ku saran kan jangan membelinya jika kau ingin memberikan Vero. karena salah satu arti bunga itu adalah kematian"

Dengan perlahan Vanya berjalan mundur menjahui bunga itu membuat Carla terkekeh, ia pun mendekati Vanya dan memberikan bunga mawar yang sudah terbungkus rapih dengan plastik beningnya.

"Ti-tidak aku sedang menunggu Vero tidak berniat memb-wait kau kenal Vero?" Tanya Vanya dengan kening berkerut

"Siapa yang tidak mengenal nya, Thomas. Karena aku tidak terkenal, so.. nama ku Carla" jawab Carla dengan senyuman manisnya "Hari ini aku ingin menemui adik ku yang sakit, dia suka mawar merah namun ia tidak menyukainya jika terlalu banyak. Makanya itu aku hanya merangkai empat"

"Apa yang terjadi?"

Carla terdiam sebentar, karena Vanya tak kunjung mengambil bunga di tangannya. Ia pun menarik kembali tangannya "leukemia stadium akhir, ia sudah di rawat sejak kecil beruntungnya ia bisa bertahan hingga umurnya sebelas tahun"

Am I Wrong? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang