Am I Wrong -25- Picnic

504 33 9
                                        

BAGIAN DUA PULUH LIMA

My Playlist - Reckless by Madison beer
_____________________________

Jeremy segera berjalan menuju dapur ketika Donita, kepala maid, menjawab keberadaan anaknya yang berada di dapur. ia hendak marah pada Vanya karena semalam Andra mengatakan jika Vanya sudah tertidur di kamarnya meninggalkan acaranya begitu saja membuatnya merasa canggung dihadapan koleganya, disaat mereka menanyakan kehadiran Vanya. namun Jeremy mengurungkan niatnya melihat Vanya yang sedang tertawa didapur bersama tunangannya, astaga kapan terakhir kali ia mendengar Vanya tertawa selebar ini?

 namun Jeremy mengurungkan niatnya melihat Vanya yang sedang tertawa didapur bersama tunangannya, astaga kapan terakhir kali ia mendengar Vanya tertawa selebar ini?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Reyhan aku tidak tahu kau datang sepagi ini" ucap Jeremy membuat perhatian Reyhan dan Vanya yang sedang menata kue itu teralih. senyuman pada bibir Vanya pun memudar, ia tahu pasti Daddynya akan mencarinya.

"dia tidak pulang, dia tidur bersama ku" Vanya melirik sekilas Reyhan di sampingnya sedangkan Jeremy ia segera tersentak terkejut.

"bersam-"

"tenang saja, kami tidak melakukan hal aneh tadi malam, aku kelelahan sehingga harus tidur lebih dahulu" potong Vanya melihat Jeremy yang terkejut.

Jeremy mengangguk paham, "apa kalian sudah sarapan? apa yang sedang kalian lakukan?"

"sudah Dad tapi Vanya bilang ia ingin sandwich buah, jadi kami buat" ucap Reyhan yang diangguki oleh Vanya

"Daddy, kau harus coba masakan Reyhan. tadi pagi dia membuatkan ku makanan"

"wah benarkah? kalau begitu kau harus mengajarnya masak, Reyhan. dia tidak bisa memasak"

"Daddy!"

Jeremy terkekeh pelan, ia terdiam sejenak dan tersenyum menatap Vanya "kalau begitu lanjutkan aktifitas kalian. Daddy harus berangkat kerja"

"bye, hati hati di jalan" ucap Vanya sembari melanjutkan menata sandwichnya kedalam kotak kecil yang akan ia makan disaat mereka piknik dihalaman belakang rumahnya bersama dengan Reyhan. "selesai!"

"sebentar aku sedikit lagi" ucap Reyhan yang menata sandwich dengan buat strawberry dan krimnya didalam kotak kaca kecil.

"Jangan lupa handphone mu" ucap Vanya melihat handphone Reyhan yang merekam kegiatan mereka. Vanya tersenyum melihat kefokusan Reyhan sembari memasukan kotak kotak kue yang mereka buat kedalam tas piknik mereka. semalam secara tiba tiba Reyhan mengajaknya untuk piknik bersama tapi karena mereka tidak terlalu bebas, Vanya pun memutuskan untuk piknik dihalam belakang Mansionnya, tidak banyak orang dan juga luas, ditambah mereka bisa meminta apa saja dengan Bodyguard, seperti sepeda contohnya.

"kau bisa menaikinya?" tanya Reyhan melihat Vanya yang terlihat kebingungan menaiki sepedanya

"aku sudah lama tidak naik sepeda" ucap Vanya membuat Reyhan berpikir

Am I Wrong? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang