Am I Wrong -10- Sweetest Party

631 34 6
                                        

BAGIAN SEPULUH

My Playlist - Save Your Tears By The Weeknd & Ariana Grande
________________________

"Ini sample pertama" ucap Vanya sambil mengangkat baju yang ia maksud "sesuai dengan tema summer, baju ini di design dengan bahan yang tipis namun tetap nyaman. Aku ingin design ini yang akan menjadi pakaian utama pada musim ini"

Vanya mengangkat tangannya untuk meminta Andra mengangganti slide mengganti layar jadi model baju yang sempat Vanya pegang "baju ini co-"

Suara musik Justin Bieber menghentikan ucapan Vanya, dengan cepat Diana—salah satu karyawannya, mematikan ringingan telefon. Setelah ringingan itu magi beberapa karyawan yang berada dalam meeting itu saling menatap menunggu Vanya melanjutkan kalimatnya. Vanya melirik sekilas sambil menghembuskan nafasnya malas dan beranjak dari tempat duduknya.

Tidak seorang pun yang menanyakan kepergiannya dari tempat duduknya secara tiba tiba karena mereka semua tahu jika atasannya itu tidak menyukai suara deringan handphone yang mengintrupsi Meeting nya.

Vanya berhenti berjalan dan menengok kembali ke arah sofa yang ia duduki "aku tidak suka corak warna sofanya, ganti"

baru Vanya berjalan keluar ruangan rapat itu, ia di hentikan dengan getaran handphonennya. ia pun mengambil dan mengangkat telefonnya saat nama Develyn tertera

"Vanya? kau dimana? kau tidak lupa kan acara Natha?" kening Vanya mengkerut mendengar ucapan Develyn di sebrang

"Sial" umpat Vanya, ia lupa jika Natha mengundangnya untuk acar pelantikannya menjadi direktur utama perusahaan keularganya.

"Aku baru sampai Mansion mu, kau harus pulang dalam waktu setengah jam atau kita akan ketinggalan acara mereka" mata Vanya membulat, butuh empat puluh lima menit untuk sampai rumahnya dari kantornya ini.

"tentu, sampai jumpa di rumah ku" Vanya mematikan telefonnya dan menatap Andra di sampingnya "Mr.Steel kau bisa pilih, tiga puluh menit sampai di rumah atau potong gaji"

Takut gajinya akan berkurang, Andra dengan cepat berjalan terlebih dahulu untuk menyiapkan mobil. Vanya terkekeh, tentu saja ia tidak akan memotong gaji Andra, ia terlalu menyayangi Andra untuk melakukan itu. hanya Andra lah yang mengerti dan tetap di sampingnya menjaganya selalu dan menganggap dirinya sebagai anaknya sendiri dibandingkan mantan asistennya yang sangat jarang bertahan dalam beberapa bulan. Dilihat pun Andra lebih memperhatikannya di bandingkan Jeremy.

Vanya memegang seatbelt kursinya di saat mobil yang sedang di kendarai Andra melesat cepat. Melanggar beberapa lalu lintas hanya untuk sampai di rumah salam tiga puluh menit. Sayangnya di beberapa tempat atau lampu merah membuat waktunya terbuang sia sia dan membuat Vanya sampai di rumah lebih dari tigah puluh menit

"Maaf Miss, Anda te-"

"It's okay Mr.Steel" ucap Vanya sambil keluar dari mobil masuk kedalam Mansion keluarganya.

"Vanya! Kau harus cepat, belum lagi kau harus make up. Biar aku siapkan dress mu" Vanya terkejut di saat ia melihat teman temannya yang sudah siap dengan dress masing masing. Vanya segera membersihkan dirinya dan memakai dress putih yang sudah di pilihkan temannya tak lupa dengan memakai riasan di wajahnya. 

setelah selesai dengan terburu buru mereka berlari keluar dari kamar Vanya menuju pintu luar untuk menaiki Limousine milik Vannesa. mobil pun bergerak menuju Mansion Lopez tempat Natha menyelenggarakan acaranya.

"Shit we're late" ucap Vannesa sembari turun dari mobil setelah penjaga membuka pintu Limousine di saat mereka sampai namun biar pun telat, Vanya dan kedua temannya itu tetap berjalan dengan anggun masuk kedalam Mansion keluarga Lopez.

Am I Wrong? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang