Am I Wrong -40- Missing

450 23 3
                                        

BAGIAN EMPAT PULUH

My Playlist - Name by Justin Bieber
_______________________

"Morning Queen" Vanya membuka matanya dan segera mengubah posisinya menjadi duduk di saat melihat Indiyanti sedang membuka gorden besar di kamarnya "kau tidur jam berapa semalam? Mata mu terlihat gelap"

"Mama datang untuk membagikan undangan pertunangan Mama lagi?" Tanya Vanya dengan penuh nada Sarkas. Indiyanti berdecak sebal dan menghampiri anak bungsunya itu

"Mandi sana! Ada teman mu di bawah, ada Daddy mu juga di bawah" Vanya menghela nafas panjangnya, badannya berat sekali untuk meninggalkan tempat tidur karena rasa kantuk. Padahal semalaman ia berusaha untuk tertidur namun tidak bisa, setiap ia berusaha untuk menutup matanya, ingatan tentang Reyhan muncul di kepalanya dan membuatnya kembali bersedih. Maka dari itu ia sulit untuk menutup matanya dan lebih memilih untuk mengerjakan tugasnya, hingga ia ketiduran pukul empat pagi "ayo cepat mandi, kasihan teman mu di bawah menunggu"

"Siapa yang datang?" Gumam Vanya sembari beranjak dari tempat tidurnya, ia berjalan keluar kamarnya dan masuk kedalam lift yang berada di dekat kamarnya untuk sampai di lantai bawah.

Sampainya ia di lantai bawah, ia segera berjalan menyusuri lorong untuk mencapai ruang tamu, lagi pula untuk apa teman temannya datang dan tidak langsung masuk ke kamarnya

Sampainya ia di lantai bawah, ia segera berjalan menyusuri lorong untuk mencapai ruang tamu, lagi pula untuk apa teman temannya datang dan tidak langsung masuk ke kamarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Morning, Sweatheart?" Kening Jeremy berkerut melihat Vanya yang datang masih menggunakan pakaian tidurnya dan rambutnya pun terlihat berantakan

"Morning Dad-"

"Morning.." Vanya mengalihkan Pandangannya cepat ke arah sampingnya, seketika ia membulatkan matanya menatap Vero duduk menatapnya dengan senyum miringnya

"Sudah jam berapa ini Vanya, cepat-"

"Shit!" Umpat Vanya yang segera mendapatkan tatapan tajam dari Jeremy. Ia segera berjalan menjauh dari ruang tamu, mengabaikan Jeremy yang meneriaki namanya karena berbicara kasar. Ia kembali masuk kedalam lift yang akan membawanya ke lantai kamarnya. Di dalam lift Vanya berkaca dan mengecek wajah "Memalukan!"

***

Vero berdecak menatap kaca spionnya dan melihat Rangga yang masih berdiri tegak melihat mobilnya melaju. Ia mengambil kain tipis yang di sediakan Anthony di kursi belakang dan memberikannya pada Vanya "pakai itu, cuacanya dingin"

"Mengapa kau tidak mengabari ku?" Tanya Vanya saat mobil Vero sudah berjalan meninggalkan Mansion Thomas. Sesuai permintaan Vero, ia pun memakai selimut tipis itu pada kakinya yang memakai rok pendek

"Aku sudah mengabari mu tadi pagi" Sembari fokus membawa mobil, Vero membuka handphone dan menujukan pesan yang ia kirim

To : Vanyary Thomas
Aku di jalan ke Mansion mu

Am I Wrong? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang