-Sneek peak-
"Vanya"
Vanya berdeham untuk menjawab panggilan Reyhan
"jangan pernah bersedih" kali ini Vanya melepas pelukannya dan menatap Reyhan dengan bibir mengerucutnya
"aku akan sedih jika kau pergi" ucap Vanya membuat Reyhan menahan nafasn...
My Playlist - Perfect by One direction __________________________
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"aku tidak yakin dengan ini" Vero tersenyum meledek merlirik Vanya yang sedang mengintip pada pertigaan lorong untuk mengecek keberadaan Karen yang sedang berjalan mengelilingi sekolah
"kau bilang kau sering bolos dengan ku, lalu mengapa kau ketakutan?" ucap Vero ia berjalan melewati Vanya yang masih di tempatnya membuat Vanya membelalakan matanya. hari ini adalah jadwalnya Karen untuk memeriksa seluruh sekolah dan menghukum siapa pun yang belum memasuki kelasnya
"Vero!" panggil Vanya dengan suara tertahan, dengan was was ia pun berjalan mengikuti langkah Vero. mengapa Vero berani sekali berjalan di belakang Karen dengan santai
Ting!
Vanya menghentikan langkahnya dan melirik kearah handphonenya yang memperlihatkan teman temannya yang memberikan pesan mencari keberadaannya. matanya segera melirik ke arah depannya untuk mengecek Karen. ia menghela nafasnya disaat Karen tidak mengecek kebelakangnya. baru saja Vero akan menghampiri Vanya, handphonenya kembali berbunyi.
"Mr.Cassanovas?! Ms.Thomas?!" pandangan Vanya dan Vero segera beralih dan menatap Karen di dapannya "kalian belum masuk-Vanya! Vero! mau kemana kalian?!"
jantung Vanya berdegup dengan kencang, ia berlari bersama Vero meninggalkan Karen yang berusaha mengejar mereka "Vero, Vanya! masuk ke kelas kalian!"
"jangan melihatnya, perhatikan langkah mu, nanti kau jatuh" ucap Vero sembari terus berlari, tangannya menggenggam erat tangan Vanya agar tetap terus bersamanya. mereka terus berlari keluar dari gedung Sekolah menuju tempat parkir mobil sekolah mereka. dari jauh Vero segera mengambil kunci mobilnya dan memencet tombol locknya
"kita mau kemana?!" tanya Vanya, ia segera masuk kedalam mobil Vero sedangkan Vero masuk disisi lainnya. ia melirik Karen yang masih berlari tertinggal jauh dari mereka, Karen terlihat kelelahan "bagaimana dengan gerbangnya? mereka tidak akan membukakannya"