-Sneek peak-
"Vanya"
Vanya berdeham untuk menjawab panggilan Reyhan
"jangan pernah bersedih" kali ini Vanya melepas pelukannya dan menatap Reyhan dengan bibir mengerucutnya
"aku akan sedih jika kau pergi" ucap Vanya membuat Reyhan menahan nafasn...
My Playlist - Come out and play by Billie eilish ________________________
Vanya berlari tergesah gesah mendengar kabar Reyhan. Ia tidak peduli jika meeting di kantornya sedang berjalan dan ia tinggalkan yang terpenting sekarang adalah Reyhan.
"Biar saya saja" ucap Andra yang hendak mengambil tempat pengemudi mobil Vanya
"Tidak usah, biar aku saja. bukannya kau harusnya nengecek kesehatan mu?" ucap Vanya sambil masuk kedalam mobilnya dan menuruni kaca mobilnya "pergi cek penyakit mu, jangan sampai kau terlambat, Cepat!"
Andra mengerjapkan matanya beberapa saat melihat mobil Vanya yang pergi meninggalkan gedung kantornya. kantornya yang berada lumayan jauh dari rumah sakit Reyhan membuat Vanya harus menambahkan kecepatan mobilnya untuk cepat sampai. butuh hampir satu jam lebih dari kamtornya agar Vanya sampai pada rumah sakit tempat Reyhan.
dengan cepat Vanya memarkirkan asal mobilnya dan masuk kedalam Lobby berjalan kearah ruangan Reyhan, sambil berjalan ia menengok kearah kanan kirinya untuk menatap sekitar mencari Reyhan.
"sudah ketemu? dimana penjaga Reyhan?" tanya Vanya saat melihat Madelaine berdiri di depan ruangan Reyhan, Madelaine menggeleng berusaha menghubungi Revi. betapa terkejutnya ia disaat ia datang tidak melihat Reyhan diatas ranjangnya dan juga satu Bodyguard yang menjaga pintu kamarnya menghilang.
Vanya berjalan menyusuri lorong demi lorong VIP mencari Reyhan, menanyai beberapa suster yang berjaga namun tidak ada yang melihat Reyhan. Vanya pun melanjutkan jalannya dan mengintip ke salah satu kaca pintu ruangan VIP tapi sayangnya kaca itu terlalu buram sehingga sedikit susah untuk melihat.
matanya memicing melihat pintu ruangan VIP terbuka sedikit, ia pun menghampiri ruangan itu dan mengintip kedalamnya.
"Reyhan, kemana saja kau—" Vanya menghentikan kalimatnya melihat seseorang yang ia kenal menatapnya sinis.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ve-Vero"
setelah mendengar kabar dari Madelaine bahwa Vero kecelakaan, Vanya dan Madelaine segera meninggalkan tempatnya dan mencari keberadaan Vero. Dylan bilang jika Vero akan dibawa kerumah sakit yang sama tempat dimana Reyhan dirawat sehingga ia menunggu mobil ambulance Vero datang.
keadaan Vero sangat lah parah, banyak luka di seluruh tubuhnya. mobil yang mengebut di daerah sekolah dan membukakan pagar sekolah itu adalah mobil Vero. Vanya sudah mengetahuhiya semenjak ia melihat Vero dari kaca mobilnya yang tidak terlalu gelap. Setelah berjalan sedikit menjauh dari sekolah, mobil Vero terbanting keras setelah terguling beberapa kali disaat akan menghindari mobil lainnya yang berjalan dari sampingnya karena Vero melanggar lampu merah. mobil Vero terlalu kencang sehingga ia terpaksa membanting stirnya kearah pembatas jalan.