-Sneek peak-
"Vanya"
Vanya berdeham untuk menjawab panggilan Reyhan
"jangan pernah bersedih" kali ini Vanya melepas pelukannya dan menatap Reyhan dengan bibir mengerucutnya
"aku akan sedih jika kau pergi" ucap Vanya membuat Reyhan menahan nafasn...
My Playlist - Stay by Zess, Alessia Cara ___________________
Vanya membalik majalah yang sedang di baca, setelah selesai membaca majalah itu ia melihat jam tangannya yang menujukan setengah sepuluh membuat ia menghembuskan nafasnya, ia telat lima belas menit.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
beberapa menit kemudian mobil Vanya masuk kedalam lingkungan sekolah. halaman Sekolah yang terlihat sudah sepi karena sudah jam kelas sedang di mulai. dari jauh Vanya melihat Karen sedang berdiri dengan penggaris panjang miliknya menunggu mangsanya datang.
"Maaf Miss, Anda te-"
"sudah tau, tidak usah di perjelas" potong Vanya cepat sambil menatap sopir baru yang bekerja menggantikan Andra yang sedang sakit. supir itu turun dari mobil berjalan memutar untuk membukakan pintu Vanya "tugas terakhir mu, beritahu Donita untuk mencarikan ku supir baru"
Setelah selesai dengan ucapannya Vanya berjalan menghampiri Karen "morning Mrs" sapanya sambil tetap berjalan masuk kedalam gedung
"Siapa bilang kau di izin kan masuk?"
"Sialan" umpat Vanya sebelum membalikan badannya dan menghadapa Karen "Maaf Mrs, tapi saya baru saja sampai di Australia subuh tad-"
"Bagus, kalian berjanjian" ucapan Karen membuat Vanya melihat ke arah pandangannya dan menemukan Madelaine, Vero, Natha dan Dylan sedang berlari ke arah mereka
"Kau telat juga?" Tanya Madelaine yang di jawab anggukan oleh Vanya
Entah perasaannya saja atau memang tatapan Vero tidak mau lepas dari dirinya sejak ia berlari ke arahnya tapi yang jelas tatapan itu sedikit membuatnya salah tingkah "kalian tidak bersama Bryan?"
"Tidak si sialan itu berangkat terlebih dah—"
Mata Karen menajam menatap ke lima muridnya yang sedang berbincang seakan akan dirinya sedang tidak ada di depan mereka "berhenti berbicara atau kalian lari di lapangan?!"
Dylan meneguk liurnya susah payah, ia tidak mau menjadi basah akibat keringatnya sendiri di pagi hari "Maaf Mrs, tadi motor Natha terkunci ditengah jala-"
"Sudah berapa kali saya bilang untuk menggunakan mobil atau supir kalian. Kalian menambah tingkat kecelakaan di Australia!"
"jangan menghukum kami Mrs, setidaknya saya. kelas saya sedang ada ujian bahasa German. jika saya tidak ikut kali ini, saya nanti tidak bisa menyontek denga-" Natha berhenti berbicara di saat mendapatkan senggolan dari Dylan