Am I Wrong -58- Go Home

492 25 4
                                        

BAGIAN LIMA PULUH DELAPAN

My Playlist - Try Me by The Weeknd
_______________________

Vanya membuka matanya dan seketika rasa pegal luar biasa segera menusuk badannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Vanya membuka matanya dan seketika rasa pegal luar biasa segera menusuk badannya. Ia mencari keberadaan Vero di sampingnya dengan tangannya namun ia tidak merasakan kehadiran Vero. ia segera mengangkat wajahnya untuk mencari Vero di sekitaran kamarnya. "Vero?"

Tidak ada yang menyahut, kemana Vero? Kenapa tidak membangunkannya? Pukul berapa sekarang? Vanya mengambil handphonenya yang Vero taruh diatas meja di samping tempat tidurnya untuk melihat jam. Disaat ia membuka layar handphonenya, ia di kejutkan dengan notifikasi pesan.

From: Verocassanovas
Aku pergi*

Handphone Vanya yang berada di tangannya segera jatuh merosot. Jantungnya berpompa kencang membaca pesan itu. Ini bercanda bukan? Tidak mungkin Vero meninggalkannya setelah kejadian semalam bukan? Mata Vanya mulai berair, ia mengacak acak rambutnya. Bodoh! Bodoh! Bodoh! Kenapa ia mau saja memberikan mahkotanya pada orang brengsek yang sudah pergi sebelum Vanya bangun.

"BAJINGA-" ucapan Vanya terhenti mendengar suara pintu terbuka.

"Kau sudah bangun?" Tanya Vero yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan celana ripped jeans lainnya. Senyumannya meluntur ketika ia melihat mata Vanya yang memerah, dengan cepat Vero menghampiri tempat tidur mereka dan mendekat ke arah Vanya "Vanya apa yang terjadi? Apa ada yang sakit? Atau kau bermimpi buruk?"

Bukannya menjawab, Vanya justru memeluk tubuh Vero yang wangi sabun sehabis mandi itu membuat Vero kembali terkejut "aku pikir kau meninggalkan ku"

Vero menenguk air liurnya sudah payah, Vanya lagi lagi tidak sadar jika ia membangunkan sesuatu karena dada mereka yang salih menyatu. "Kau ingin aku melakukannya lagi sekarang?"

Kening Vanya mengekerut namun ia segera melepas pelukannya menyadari jika ia tidak memakai apa apa. Ia segera menarik selimut dan menutupi badannya yang polos "Kau menggoda ku?"

"Kenapa kau bilang kau pergi?!" Vero terkekeh mendengar Vanya mengalihkan topik pembicaraannya. Tangan Vero bergerak untuk merapihkan rambut Vanya.

"Tadi aku hendak pergi membeli makanan untuk kita semua tapi sebelum aku berangkat aku melihat Vannesa dan Develyn baru pulang membeli perbelanjaan jadi aku kembali pergi mandi. Kau benar benar membaca pesannya bukan?" Kening Vanya mengkerut ia melihat handphonenya dan menunjukannya kepada Vero.

"Aku pergi" kesal Vanya membaca pesan Vero membuat Vero menghela nafasnya, ia mengambil handphone Vanya dan membuka room pesan mereka Lalu menunjukannya pada Vanya.

Am I Wrong? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang