Minggu 8 (bagian 2)

212 21 1
                                        

Author P.O.V

Sekolahan menjadi sedikit ramai karena WINGS sudah memasuki sekolah ini. Ketua WINGS yang dari tadi melewati lorong yang terasa familiar baginya. Malik sambil berjalan sambil berfikir dan menebak-nebak rencana pasus-pasus ini. Ia mengetahui bahwa pasus ini pasti udah membuat rencana sebelumnya dan dia ingin mengetahui rencana tersebut.

"Ck gw gak bisa mikir," Malik meminjit dahinya karena tidak mendapatkan ide dari tadi.

"Lo seharian mikiiir mulu," salah satu anggotanya menyenggol pundakknya, "kebebasan dikit kek."

"Jangan main mukul dulu," Malik menengok kebelakang, "gw ngerasa kita ini bagian dari rencana mereka."

"Maksud lo apa sih?" tanyaab temannya, Fabian Clarance.

Malik terus saja memperhatikan sekitar, "Gw ngerasa mereka bukan orang-orang biasa. Gw ngerasa mereka udah ngebuat rencana mereka. Gw ngerasa pasti da yang akan muncul jika kita melakukan kesalahan."

Dilain tempat..

Sementara di lantai empat, dimana delapan pasus yang berada diruang fisika ini nampak melihati sekertaris 1 dan sekertaris 2 yang sedang mencari informasi tentang dua puluh delapan orang tersebut. Ruangan ini sangat panas karena AC tidak dinyalakan, sehingga mereka melihati temannya sambil berkeringat. 

"Yes! Dapet informasinya!" teriakan perempuan yang poninya dijepit rambutnya.

"Jadi.. coba dari Malik dulu deh," saranan yang keluar dari Sari, bendahara 1.

"Okeh," laki-laki yang berasal dari sekertaris 2 dan bernama Dhika tersebut berbicara, "nama panjang Malik Gauri Marakata, umur 16 tahun, berasal dari keluarga Marakata. Ayahnya bekerja sebagai pengusaha makanan diluar negeri sedangkan ibunya yang bekerja di RS Mutiara. Dia selalu menjuarai hal-hal dibidang akademik, terutama logika-logikaan"

"Berarti dia termasuk ke kategori pinter dong?" Seorang perempuan dengan rambutnya kritingnya dan diikat berbicara, dia berasal dari dokumentasi 2.

"Gak ada keterangannya di laptop," Dhika menjawab dengan muka ketusnya membuat perempuan yang berambut kriting ini ketawa kecil, "lanjut ya."

"Memulai geng WINGS dan membuat geng WINGS pada saat kelas delapan. Dia membuat geng ini karena dia ingin sekali membuat kebebasan untuk kalangan remaja. Mulai dari merokok, dan tawuran," Sarah berbicara sambil membetulkan jepit poninya, "empat yang lalu tepatnya pada saat dia berumur dua belas tahun-"

BRUUUK 

Suara kegaduhan yang terdengar sampai lantai empat. Nampak WINGS sudah mulai menghancurkan sekolah SMA Putih Berkilau membuat delapan orang ini menghela nafasnya karena waktu mereka harus berpepetan. Wakil pratama yang dari tadi berkeringat hingga baju pramukanya basah kuyup nampak kehilangan rasa kesabarannya untuk menunggu. 

"Sudah cukup," wakil pratama yang bernama Rezal itu pun berbicara, "kita bagi empat orang-empat orang. Empat orang nanti memancing WINGS supaya gak membuat permasalahan sekolah ini."

"Okeh. Laila, Kevin, Rezal, dan Sari," Zaki berbicara dengan serius, "kalian akan bertemu dengan WINGS mata ke mata."

"Dimana tempatnya?" Kevin bertanya dengan tatapan polos dan bingungnya.

Cling Clong

Suara deringan dari hp Zaki membuat temannya terkejut. Nampak seseorang yang megirimkan SMS yang bahasanya terasa familiar dimata mereka. 

To: Zaki Narazel

Lapor! Letak mereka sekarang berada di koridor kelas 10! Terimakasih.

Dibalik PramukaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang