"Terkadang, sebuah cerita terdapat titik dimana puncak dan konflik bertemu secara bersamaan."
Kalau itu memang ada...
Apakah halaman ini telah memasuki kriteria tersebut?
_______________________________
Bel pulang telah berbunyi. Yah, hampir semua siswa senang dengan bunyi bel ini. Walau banyak rintangan menunggu setelahnya. Yah, seperti tugas, atau apalah itu.
Seperti diriku saat ini.
"Hey, hey," sapa seseorang yang tiba-tiba menyapa kami.
"Hatsune-san, kau ingin masuk klub apa di sekolah ini??"
Yah, hanya merujuk pada gadis jelita di sebelahku ini.
Yap, rintangannya adalah orang-orang yang mengerumuni kami yang sedang dalam perjalanan menuju gerbang sekolah ini.
Kalau saja mereka menyapaku juga, ini pasti bukan jadi masalah buatku.
"Emm... Ya... S-sepertinya aku akan mengikuti Rin saja." jawab Miku sambil menatap ke arahku. Jauh di dalam matanya terdapat arti 'tolong' yang ditujukan ke arahku.
"Ah... Namamu Rin, 'kan? "
Ah, AKU DINOTIS!!!
Senangnyaa~~!! Rasanya seperti melayang di atas awan! Ingin ku bahagia~ (dalam hati yha :v)
Oh!! Sebagai kesan pertama tentu saja bertingkah ramah dan agak keren.
" Y-ya... Aku Rin. Jika kau bertanya klub yang ku mau... Aku tidak tahu. Aku bahkan belum memilih."
Gadis-gadis itu pun terperanjat. Kaget atas pernyataan ku. "Se-sejak disini... Kau belum memilih aktivitas extrakulikuler-mu?! Sama sekali?!!"
Aku hanya mengangguk pelan. Aku tahu aku aneh. Tapi jujur saja, aku 'kan bukan tipe orang yang workaholic seperti insan kebanyakan (apalah aku :'v - autor//tergampar)
Mereka pun menyarankan ku untuk memasuki salah satu klub supaya mendapat nilai tambahan.
"Sebaiknya besok kau mendaftarkan dirimu di klub paduan suara."
"Ingat... Aku ada disini untuk membantumu"
Ugh.
Yah, terimakasih pada mereka, akhirnya aku jadi kepikiran ucapan Len saat itu.
Dan juga... Apa-apaan kalimat itu. Entah kenapa terus terngiang di kepalaku.
"Eto... Rin, bagaimana kalau kita ikut ekstrakurikuler bernyanyi saja?"
Deg
Spontan, langkah kakiku terhenti setelah mendengarnya. Saran itu... Saran yang sama seperti ucapan Len. Apa ini kebetulan?
"Rin?" Miku melambaikan telapak tangannya pelan ke wajahku, memastikan apakah aku melamun atau tidak. Secara refleks aku pun berkedip.
"Uh... Tapi bernyanyi itu 'kan mengeluarkan suara. Itu artinya kita akan jadi pusat perhatian, 'kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Stay With Me!
Fiksi PenggemarAku akan senang jika melihatmu berkembang, dan juga bahagia.... Tapi aku tidak bisa... Setidaknya, berbahagialah... Disclaimer: Vocaloid dan anggota-anggotanya bukan milik saya :'v gambar-gambar bagus yang saya pasang di cerita jg bukan milik saya...
