"Emmm,aku kesini untuk minta maaf. " kata Jessica sambil menunduk.
"Lalu saat kau selesai berminta maaf, kau ingin merebut mark kembali?! Ahh, maaf. Tapi sebentar lagi kita menikah! " sahut lia kejam.
Lia melihat setetes air mata jatuh dari mata Jessica.
"Aku hanya ingin minta maaf. Dan.. Aku sudah terkena karma. Ibu ku meninggal sebulan yang lalu karena kanker. Sedangkan ayah ku... Dia mengabaikan ku dan.. " jessica tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.
Entah mengapa lia merasa iba dengan Jessica.
"Benarkah itu? " tanya lia pelan.
"Aku akan berbohong jika aku ingin orang tua ku seperti itu. Sungguh, sekarang aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi. " kata Jessica masih menangis.
Lia diam beberapa saat seperti memikirkan sesuatu.
"Jessica, kau butuh mark?" tanya lia setelah terdiam beberapa menit.
"Iya, eh tidak. Emmm mungkin. " jawab Jessica ambigu.
"Aku minta nomer telepon mu saja dulu. " sahut lia.
"Oke. " ucap Jessica sambil menulis nomer teleponnya.
"Aku pulang dulu. Maafkan aku sekali lagi. " kata Jessica, lalu segera pergi meninggalkan rumah yang ditempati lia.
"Lia, siapa itu? " tanya nindi penasaran.
"Jessica, mantan pacar mark. " jawab lia.
"Jinjja (benarkah)?! Tau gitu, aku tidak membiarkan dia masuk! " kata nindi kesal.
"Udah. Dia kasihan tau! " lia memberi tahu.
"Cih, dia itu saiko!!!" ucap nindi sinis.
"Udah. Biarin. Emmm, aku mau cerita dong. " ijin lia.
"Curhat? Apa? " tanya nindi sambil meminum jus jambunya.
"Aku mau lepasin mark buat Jessica. " kata-kata lia membuat nindi langsung menyemburkan minumannya karena kaget.
"Jorok! " keluh lia jijik.
"Kamu gila?! " tanya nindi shock. "Dia lebih butuh mark. Walaupun... Mark mau nikahin aku." kata lia sambil menunduk.
Plak!
Sebuah pukulan mendarat di kepala lia.
"Awhh! Sakit! " kata lia mengelus kepala yang menjadi tersangka korban ke psikopatan nindi.
"Gila ya?! Kalian mau nikah lho! Masa mau di relain gitu?!" tanya nindi emosi.
"Dia lebih butuh mark. " jawab lia pelan sambil menitihkan air matanya.
"Lebih butuh gimana sih? " tanya nindi heran. "Eomma (ibu) Jessica meninggal sebulan yang lalu. Appa (ayah) nya Jessica mengabaikan Jessica. Dia gak punya siapa-siapa." jelas lia.
"Tapi nggak gitu lia. Hhhhh. Terserah deh. " kata nindi lalu meninggalkan lia.
"Mianhae (maaf) mark. " lia bermonolog sambil tersenyum getir.
@@@
Semakin lia memikirkan mark dan Jessica, semakin lia menguatkan keputusannya untuk melepaskan mark.
Gadis bodoh wattpad yang sering lia umpat, terjadi pada dirinya. Gadis bodoh? Ya, yang mau melepas orang yang dicintai untuk perempuan yang lebih membutuhkan.
'Cih, aku juga seorang gadis bodoh. ' batin lia ngilu saat menunggu mark menjemputnya.
Hari ini mark akan mencari cincin bersama lia. Tapi, di hari itu juga lia akan melepaskan mark.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BIAS,MY LOVE
FanfictionLia, seorang anak yang mengejar impiannya ke korea, menjadi seorang penulis, dan juga sangat menyukai 3 boyband. Yaitu Exo, Bigbang, dan juga Got7. Tapi bagaimana jika kekagumannya hilang saat dia bertemu oleh salah satu biasnya?
