"Kau sudah sadar hyung? Kau bisa mendengarku?" tanya Jungkook pada Taehyung yang sudah mulai membuka matanya.
"Ne," jawab Taehyung lemah.
"Ini sungguh keajaiban tuan Kim. Melihat dari lukamu, seharusnya kau masih kritis. Tapi ternyata tuhan masih menyayangimu, kau pulih dengan cepat" kagum dokter yang menangani Taehyung.
"Mungkin karena doa dari kami semua" kata Seokjin.
"Benar. Kalau begitu aku permisi dulu" pamit dokter itu.
"Ye, kamsahamnida" kata Seokjin sambil membungkuk hormat.
"Oppa, kau baik-baik saja kan?" tanya Taeyeon pada kakaknya itu.
"Ne, Taeyeon-ah. Oppa baik-baik saja" jawab Taehyung sambil mencoba mendudukan dirinya. Taehyung sedikit kesulitan sehingga Jungkook membantunya.
"Dimana eonnimu?" tanya Taehyung.
"Entahlah hyung. Kemarin noona pamit untuk pulang ke apartemen. Mungkin dia lelah dan ingin beristirahat" jawab Jungkook.
"Iya, Eun Hye terus saja disini sejak kemarin. Dia juga harus istirahat" timpal Jihyun.
"Eum" jawab Taehyung dengan raut wajah kecewa. Ia sebenarnya sangat ingin melihat Eun Hye.
"Tenanglah, sebentar lagi Eun Hye pasti akan datang" kata Jungkook.
"Iya, pasti dia akan datang sebentar lagi. Aku akan menunggunya" kata Taehyung
'Tunggu saja sepuasmu. Aku tidak yakin kalau dia akan datang' batin Jihyun sinis.
"Sekarang kau lebih baik istirahat saja Taehyung-ah" saran Seokjin.
"Baiklah, appa" Taehyung pun kembali berbaring di tempat tidurnya.
---
"Kau bisa membantuku? Aku harus pergi meninggalkan Seoul sekarang" kata seorang wanita di telpon.
"Waegeurae? Kenapa tiba-tiba seperti ini?"
"Nanti akan kuceritakan. Kumohon biarkan aku tinggal di rumahmu"
"Baiklah. Datanglah saja, rumahku akan selalu terbuka untukmu"
"Gomawo Min Ji-ya. Aku akan ke Daegu malam ini juga"
"Sekarang? Apa ini tidak terlalu malam?"
"Tidak. Aku akan kesana sebentar lagi. Tunggu aku"
"Ne"
---
"Kenapa dia belum datang juga? Ini sudah siang" keluh Taehyung. Sedari tadi d pria itu menunggu Eun Hye di kamarnya. Tapi sampai sekarang wanita itu belum menampakkan batang hidungnya.
"Jungkook-ah, coba kau hubungi Eun Hye" perintah Taehyung. Jungkook pun langsung melakukannya.
"Tidak bisa hyung, ponselnya tidak aktif"
"Mwo? Tidak mungkin. Dia tidak pernah mematikan ponselnya, ada apa ini?" kata Taehyung mulai khawatir.
"Bagaimana ini hyung?"
"Jungkook-ah, kau pulanglah dan bawa Eun Hye kesini"
"Baiklah hyung"
Jungkook pun langsung mengendarai motornya menuju apartemen mereka. Ia membuka pintu apartemen lalu masuk.
"Noona?" panggilnya. Namun, tidak ada jawaban.
"Noona kau dimana? Kau masih tidur?"
Merasa heran karena tidak ada jawaban dari Eun Hye, Jungkook berinisiatif untuk mengecek kamar wanita itu. Nihil.
Ia tidak melihat Eun Hye dimana-mana. Di tempat tidur, di kamar mandi. Tidak ada. Ia tidak bisa menemukan Eun Hye.
Jungkook mulai panik. Ia mencari-cari Eun Hye di setiap sudut rumah. Tapi perempuan itu belum juga ia temukan. Pencariannya berhenti pada sebuah kertas yang tertempel di pintu kulkas. Sebuah surat.
Jungkook mengambil surat itu dan membacanya.
Dear, Jungkook
Aku tahu Taehyung akan mencariku, dan dia tidak mungkin menyuruh orang lain selain kau. Jadi, aku tulis surat ini untukmu.
Aku pergi Jungkook-ah. Aku telah pergi meninggalkan kalian.
Maafkan aku, aku tidak bisa mengatakan alasannya. Aku tahu aku sangat jahat. Pergi di saat Taehyung sangat membutuhkanku. Tapi sungguh aku tidak bermaksud seperti itu. Semua ini kulakukan untuk menyelamatkan kalian berdua.
Kuucapkan terima kasih atas kebaikanmu kepadaku. Terima Kasih karena kau sudah menjadi adik ipar dan sahabat yang baik untukku. Aku menyayangimu Kookie. Sekali lagi maafkan aku.
Kumohon jangan cari aku. Hiduplah dengan baik. Sampaikan maafku kepada Taehyung dan juga yang lainnya.
Your beloved.
Eun Hye Kim
Jungkook masih belum percaya tentang apa yang baru dibacanya. Ia terduduk kaku di kursi meja makan. Eun Hye... Dia... Dia pergi? Tidak mungkin. Dia tidak mungkin pergi begitu saja kan? Ini tidak mungkin.
Jungkook langsung pergi keluar apartemen. Ia menyambar motornya di parkiran dan langsung tancap gas untuk mencari Eun Hye. Dia benar-benar berharap bahwa ini adalah lelucon. Ia mencari Eun Hye ke kampus mereka, ke rumah teman-teman sekampus, sampai ke rumah lama Eun Hye yang sekarang sudah kosong. Tidak ada. Eun Hye tidak ada di mana-mana. Jungkook akhirnya kembali ke rumah sakit untuk memberitahu Taehyung.
"HYUNG!" serunya saat membuka pintu kamar Taehyung.
"Wae Jungkook-ah, kenapa kau seperti itu?" heran Taehyung. Jelas saja, penampilan Jungkook sekarang sudah bak gelandangan. Rambut yang acak-acakan, muka yang kusut, sungguh sangat berantakan.
Jungkook mengatur napasnya yang sedikit memburu karena berlari kesini. "Eun Hye noona... Dia... Dia" katanya tersendat-sendat.
Taehyung langsung bangkit dari rebahannya. "Eun Hye kenapa? Ada apa dengannya?" tanya Taehyung sedikit panik.
"Aku tadi pergi ke apartemen. Aku tidak menemukan Eun Hye noona dimana-mana. Lalu aku melihat sebuah surat yang noona tempelkan di pintu kulkas"
"Surat apa?"
"Surat ini" kata Jungkook sambil menyerahkan surat Eun Hye. Taehyung membacanya. Wajahnya langsung berubah derastis saat membaca surat itu.
"APA MAKSUDNYA INI? EUN HYE PERGI?" tanya Taehyung emosi.
"Aku sudah mencarinya dimana-mana, tapi aku tidak bisa menemukannya, hyung. Kurasa, dia sungguh pergi meninggalkan kita"
"Geunde, wae?"
"Mollayo"
"Aku harus mencarinya"
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Story
أدب الهواةWas #10 kimtaehyung Menikah dengan pria kekanakan, mesum, dan idiot itu suatu ketidakberuntungan terbesar dalam hidup seorang Lee Eun Hye. Menikah dengan gadis yang memiliki banyak masalah dan bar-bar adalah neraka untuk Kim Taehyung. Gila, merek...
