Lihatlah badut itu!
Ia memonyongkan bibirnya, ia lucu.
Matanya bulat dan besar, bagai bunga dahlia.
Bukankah itu konyol?
Seakan malam ini ia seperti kera yang tak tahu malu.
Namun ia seberani anaconda.
Rambutnya,
Mie keriting sangat malu melihat rambut merahnya itu.
Lihat! Seberapa besar ia menguasai panggung ini.
Comel, ia mengemaskan.
Namun detik ini,
Dia berubah.
Penilaianku ku tarik kembali.
Ia mengerikan, ia menakutkan, ia tak lagi menyandang predikat comel di belakang namanya.
Ia, seperti mantanku.
Ya, dia, yang dulu hangat, kini mencair dan dingin.
Dia badut itu!
Senin, 02 Oktober 2017
----------
#IniBukanLagiPromosiFilmIT
KAMU SEDANG MEMBACA
KLASIK √
Poetry❲𝗽𝗲𝗺𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴 𝘄𝗮𝘁𝘁𝘆𝘀 2017 𝗸𝗮𝘁𝗲𝗴𝗼𝗿𝗶 𝗡𝗲𝘄𝗰𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀❳ Aku diterpa angin malam. Telingaku kalut, tertampar suara gagak hitam. Hingga aku tak dapat bermalam. Dalam hatimu yang tentram. © copyright 2017 R I N I...
