Happy reading :)
~ ~~
BRAKKKKK....
Jonh membanting buku tebal yang dia baca sendari tadi, saat tiba-tiba Jessica datang dan menceritakan semuanya. Laki-laki itu memerah padam mendengar tuturan dari gadis di hadapannya.
Jessica amat terkejut ketika Jonh membanting buku tebalnya ke atas meja tepat di hadapan Jessica berdiri. Gadis itu hanya bisa menunduk takut, tangan berair dan dinging, mencengkram bawah roknya dengan kuat. Dia sudah memperkirakan hal ini sebelumnya, laki-laki itu pasti akan marah. Tapi, sebelumnya tidak pernah dia duga, dia akan semarah itu.
Kevin yang juga satu ruangan dengan Jonh, terpaksa mendengar amarah itu. Dia menatap Jessica dengan tatapan kasian. Gadis malang itu terlalu sering di acuhkan oleh Jonh. Tapi, Kevin tidak bisa berbuat apa-apa, dia sangat mengenal Jonh. Ikut campur akan membuat masalah semakin keruh, lagipula dalam hal ini Jessica memang salah. Apapun alasannya seharusnya dia bisa menjaga rahasia perusahaan.
Kevin pura-pura menulikan telinganya, dia asik membolak-balikan dokumen-dokumennya. Berusaha menganggap tidak terjadi apa-apa dan kembali fokus pada pekerjaannya.
Tak ada kata yang berani keluar dari mulut Jessica, bahkan untuk melihat wajah laki-laki dihadapnya dia tidak memiliki keberanian. Dia gemetar..
Jonh bangkit dari kursi kebesarannya dengan frustrasi, untuk beberapa saat dia tidak mengatakan sesuatu. Emosinya tercermin melalui gerakan dan tatapannya. Jonh sama sekali tidak habis pikir, kenapa salah satu orang yang diberikan kepercayaan malah menghancurkan kepercayaan itu. Dia pikir selama ini Jessica ada di pihaknya, tapi ternyata dia sama saja tidak bisa di percaya.
"Aku pikir selama ini aku bisa mempercayaimu! Tapi ternyata tidak ! Aku sungguh kecewa!!" Luapnya, dia memangdang Jessica yang sendari tadi menunduk.
"APA YANG ADA DI PIKIRANMU HAH??!!!" Jonh berteriak. Kali ini dia tidak bisa mengontrol emosinya.
"Jonh, jangan terlalu keras padanya. Ingat dia itu perempuan." Kali ini Kevin angkat bicara
"DIAM KAU KEVIN!!" Ucapnya membentak, langsung melayangkan tatapan maut ke arah Kevin. Mendapat tatapan elang itu, Kevin langsung bungkam dan memalingkan wajah tidak berani melihat mata mematikan Jonh.
"Maafkan aku. Aku hanya tidak sampai hati melihat Emile." Jawabnya takut-takut, kalimatnya terputus-putus dan hampir tidak terdengar jelas.
"Apa yang dikatakan perempuan busuk itu, hingga kau dengan mudahnya memberikan informasi? Apa kau tau DIMANA letak kesalahanmu? Apa Kau sadar, apa yang sudah kau LAKUKAN?!!! "
"Aku tau, Jonh karena itu aku datang kemari. " jawabnya sendu hampir memguarkan air mata. " Emile mengatakan kepadaku, kalau dia ingin memberitau Dave soal anaknya." Lanjut Jessica
"ANAK???" Tanyanya terkejut dan tidak menyangka. Sama halnya dengan Kevin, mata laki-laki itu membulat sempurna ketika mendengar kata-kata itu.
"Iya Jonh. Anak itu saat ini sudah berusia satu tahun, dan dia laki-laki."
Kevin berdiri dari duduknya, mendekat ke arah Jonh dan Jessica. Dia benar-benar tidak percaya apa yang barusan di katakan oleh Jessica.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketika Dewa Cinta Bertemu [END]
General Fiction"Mencintaimu adalah rasa sakit.. Tapi, tidak mencintaimu jauh lebih sakit" Hubungan antara Dewa dan Cinta berawal dari sebuah perjodohan. Dimana perjodohan itu membawa Cinta seorang gadis desa asal bali harus tinggal di tempat yang asing, yang tida...
![Ketika Dewa Cinta Bertemu [END]](https://img.wattpad.com/cover/120155824-64-k710062.jpg)