BAB 29

644 80 14
                                        

"CINTA...CINTA...CINTA...."  teriak Dewa yang sejak tadi tak henti-hentinya memanggil nama istrinya, yang tidak mendapatkan respon apapun dari perempuan itu

"Maaf Tuan, ada yang bisa saya bantu." Jessi selaku pembantu sekaligus pengasuh Kenzo tergopoh-gopoh menghampiri majikannya.

"Aku tidak memanggilmu. Mana Cinta?" Ketus Dewa kesal

"Maaf Tuan, tadi Madam minta saya melayani Tuan Dave soalnya Madam sedang membantu Tuan William mengemasi barang-barangnya."

"Mengemasi barang?" Dewa mengernyitkan dahi,  kebingungan

"Iya , sore ini Tuan Wilĺiam akan berangkat ke swiss untuk perjalanan bisnis."

Dewa berdiri dengan wajah kesal, dia sedikit heran kenapa pembantunya lebih mengetahui semua yang terjadi di rumahnya dari pada dirinya.

"Sekarang Cinta Dimana?!"

"Di kamar Tuan William." 

Dengan acuhnya dia meninggalkan Jessi dengan seribu kebingungan setelah menjadi sasaran kekesalannya.

"Suaminya masih sakit, dia malas asik ngurusin yang lain, bukan ngurusin aku!. Dasar emang Cinta kadang-kadang menyebalkan!" Gerutunya sembari berjalan ke ruang tengah

"Loh, muka kamu kenapa Wa? Kok kesel gitu?" Tanya Bu Dayu saat melihat anak sulungnya mengoceh sendiri

"Tau tu, menantu Mama yang cantik itu sama anak mama yang tajir itu, bikin kesel!" Ketusnya

"Sebenarnya Ada apa ini?"

Di saat yang bersamaan, William sedang sibuk mondar-mandir yang Dewa sendiri tidak mengerti, laki-laki itu sedang apa? Yang jelas saat melihat kakaknya, dia hanya merasakan rasa kesalnya.

"Kak..." panggil Dewa sembari menghampiri laki-laki bertubuh tinggi itu.

William menoleh ke sumber suara.

"Gara-gara kakak, Cinta jadi nggak punya waktu buat aku! Emangnya kakak nggak bisa apa packing sendiri? Di rumah ini banyak pembantu, tapi kenapa harus Cinta yang melakukannya!?" Sembur Dewa tanpa jeda sedetikpun.

Wiliam menggaruk-garuk belakang lehernya yang tidak gatal sama sekali. Dia sungguh bingung dengan ucapan adiknya, yang tiba-tiba menatapnya kesal.

"Kak, Semua barang-barang kakak udah aku masukin ke koper. Kak Will jangan lupa pake jaket, aku denger disana dingin banget. Semuanya udah aku masukin ke koper."

"Kopernya udah aku kasi ke driver, nanti sebelum berangkat jangan lupa di chek lagi."

"Oya, ingat Kakak tidak boleh makan daging dan yang berminyak-minyak. Jangan lupa minum vitaminnya juga dan... dokumen-dokumen kakak udah aku masukin ke workbag kakak."

Jelas Cinta seperti rek kereta api yang tidak putus-putus. Dewa berhasil membulatkan matanya, Cinta bicara dengan William seolah dia tidak ada. Sementara William hanya diam dan mendengarkan karena dia sudah paham dengan situasi yang sedang di hadapinya itu. Dari kejauhan Bu Dayu hanya menggeleng-geleng melihat tingkah anak-anaknya.

"EKHEEEM....." Dewa mendehem dengan suara yang sengaja di besarkan.

Cinta menoleh dan dia baru menyadari kehadiran suaminya.

"Sebenarnya suami kamu aku atau dia sih?"

"Kamu itu istri aku atau istrinya William?"

kesal Dewa.

"Apaan sih Rah,? Kamu jangan kayak anak kecil deh."

"Oya kak, ada lagi yang belum?" Cinta mengalih kan pandangannya pada kakak iparnya

Ketika Dewa Cinta Bertemu  [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang