She's not my mom

8.2K 615 13
                                        

"Jangan berhenti untuk peduli denganku."

Lisa menatap Jungkook, dengan tangan Jungkook memegang tangan kanannya. Dibawah derasnya hujan, Jungkook akan mengungkapkan apa yang selama ini belum Lisa ketahui. Hal yang selama ini membuat semuanya menjadi kacau.

"Mengenai Jennie, dia bukan kekasihku. Kami sudah lama putus hubungan semenjak kepulanganku dari Belanda 1 tahun yang lalu. Aku juga tidak tau kenapa bisa dia datang dihidupku lagi. Yang terpenting, aku sudah tidak mempunyai rasa apapun dengannya. Aku sudah lama melupakannya."

Lisa menghela nafas pelan. Bahkan dia tidak menyangka jika ternyata Jungkook adalah mantan kekasih temannya. Dan mereka sudah berpacaran hampir 1 tahun.

"Kenapa kau mempermasalahkan hal itu? Aku kan biasa saja, lagi pula Jennie sudah ku anggap seperti eonnie ku sendiri. Jadi, apapun yang membuat dia bahagia, aku pun mendukungnya. Termasuk kedekatanmu dengan dia." Lisa tersenyum.

Kau selalu memikirkan orang lain daripada dirimu sendiri, meski kau tau semua itu justru akan membuatmu terluka.-Jungkook.

"Dan satu lagi yang perlu kau ketahui. Mengenai Hanbin."

Hanbin? Apa dia akan melepaskanku dari ikatan perjanjian itu? Katakan kau mau membantuku, Jungkook. Katakan.

"Jadi, sebenarnya Hanbin itu adalah.."

Jungkook menggantungkan perkataannya membuat suasana menjadi tegang sesaat. Tiba-tiba terdengar suara seorang yeoja memanggil nama Jungkook dari seberang halte. Sontak Lisa dan Jungkook menoleh ke sumber suara dan mendapati seorang yeoja yang tak asing bagi mereka berdua.
Jennie. Ya, yeoja itu melambaikan tangannya kearah Lisa dan Jungkook mengisyaratkan agar Lisa dan Jungkook menghampirinya dihalte karena dia tak membawa payung.

"Jennie eonnie? Kau lihat? Dia pasti mengkhawatirkanmu. Sebaiknya kita menghampirinya sekarang. Sebelum dia berfikir yang tidak soal diriku setelah melihat kita berdua disini."

Lisa dan Jungkook pun menghampiri Jennie yang berdiri di halte. Jennie mengkhawatirkan Jungkook yang terlihat pucat karena kehujanan hampir 1 jam. Jungkook memang namja yang mudah jatuh sakit setelah kehujanan. Namun, dia rela melakukan hal itu demi menjelaskan semua kepada Lisa. Tidak semua hal tersampaikan, ada satu hal yang bahkan Lisa perlu tau. Terhalangkan karena Jennie tadi lebih dulu memotong pembicaraan Jungkook.

"Astaga Jungkook, kenapa kau bisa basah kuyub seperti ini? Kau bisa jatuh sakit nanti."

"Eon, tadi aku menemukan dia sedang duduk disana. Karena penasaran aku menghampirinya. Ternyata dia sedang tertidur tadi." Lisa tersenyum.

"Kenapa kau malah tidur disitu, uh? Kau kan tau kau ini mudah jatuh sakit jika kehujanan."

"Sudahlah. Aku tidak butuh celotehanmu. Aku pulang." Jungkook pergi meninggalkan Lisa dan Jennie di halte tersebut.

"Hei mau kemana? Aish, aku tidak bisa mengejarnya. Lisa-yaa, boleh kupinjam payungmu? Nanti aku kembali lagi kesini setelah mengantar dia pulang."

"Baiklah. Semoga dia tidak benar-benar sakit, ne." Lisa menyodorkan payungnya dan Jennie pun pergi menyusul Jungkook.

Lisa menghela nafas lalu duduk di bangku halte. Sesekali dia menggesekkan kedua telapak tangannya agar telapaknya terasa hangat. Mengusap kedua lengannya yang terasa dingin karena Lisa hanya memakai cardigan tipis.

Notifikasi ponsel Lisa memecah keheningan sesaat.

Hanbin
Kau dimana?

Apa perlu kuberitahu dimana aku sekarang? Kurasa tidak perlu, pasti akan membuatnya khawatir.

THE ICE PRINCE✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang