Yes, i will.

7.6K 546 10
                                        

.

.

Pagi-pagi sekali, Jungkook menunggu Lisa untuk mengajaknya berangkat bersama. Namun, kali ini ada yang berbeda dari Jungkook. Dia tak lagi menggunakan mobil lamborghini nya. Melainkan memakai motor sport yang jarang dia pakai. Kenapa tiba-tiba Jungkook memilih menggunakan motor dibanding mobil mewahnya?

Dengan semangat, Lisa menghampiri Jungkook diparkiran rumahnya. Terlihat Jungkook memakai jaket puma hitam kesukaannya dengan celana jeans hitam dan sepatu coklat favoritnya. Dari jauh pun sudah tercium parfum khas Jungkook yang sangat Lisa kenali. Mereka pun berangkat menuju kampusnya.

Sesampainya dikampus, Lisa dan Jungkook berpisah di halaman kampus. Karna Lisa harus menemui Rose terlebih dahulu. Lisa ingin menceritakan suatu hal yang Rose harus tau itu.

"Bercerita soal apa?"

Lisa mendekat ke arah Rose berusaha mengatakannya dengan nada pelan agar orang-orang sekitar tak mendengar perkataan mereka.

"Jungkook."

Rose menyeritkan dahi.
"Kenapa Jungkook?"

"Dia memintaku menjadi kekasihnya kemarin. Menurutmu aku harus menjawabnya bagaimana?"

Rose membulatkan matanya begitu mendengar perkataan Lisa.
"Serius? Kau beruntung.." Rose bertepuk tangan sambil melongo tak percaya.

"Beruntung? Kenapa kau berfikir seperti itu?"

"Dia itu tampan, anak pemilik yayasan, ice prince, pandai, dia juga namja idaman semua yeoja, Lisa. Apa kau mau menolaknya? Kau sudah gila."

Lisa menggaruk tengkuknya.
"Kau juga perlu tau, sebenarnya aku sudah menyukainya sejak aku masih bersama Ten dulu."

"Jinja? Kalau begitu terima saja, tunggu apa lagi? Aku setuju kau dengannya." Rose tersenyum.

"Jadi.. aku menerimanya ya. Baiklah, nanti aku akan katakan jika aku menerimanya." Lisa tersenyum.

🍂

Lisa dan Jungkook kembali bertemu di halaman kampusnya. Jungkook memutuskan untuk mengajak Lisa ke Milenium Park. Mungkin disana, mereka bisa membicarakan masalah pertanyaan Jungkook kemarin dengan leluasa.

Duduklah mereka disalah satu bangku. Menghirup segarnya udara di tempat itu. Jungkook menatap Lisa yang sedang menikmati pemandangan sekitar yang tidak boleh untuk dilewatkan begitu saja.

"Lisa.." Jungkook memanggil Lisa dan Lisa menoleh kearahnya.

"Hm?" Lisa mengangkat kedua alisnya.

"Soal pertanyaanku kemarin.. Apa sudah kau pikirkan?"

"Iya. Aku menerimanya."

Jungkook tersenyum penuh kesenangan. Entah senang begitu mendengarnya, atau sedih mengingat Lisa hanya akan dipermainkan saja.
"Kau serius?"

Lisa menganggukkan kepala sambil tersenyum.
"Aku tau, kau mungkin akan menjadi yang terakhir."

Maafkan aku, Lisa.

"Terima kasih sudah memberiku kepercayaan terbesar. Aku akan menjaga kepercayaan itu." Jungkook merangkul Lisa dan menempelkan dagunya diatas puncak kepala Lisa.

Disisi lain, seseorang tengah memperhatikan mereka berdua dari sudut yang berbeda. Seseorang yang sangat merasa kecewa dengan apa yang dilihatnya sekarang. Kini, dia tau siapa Lisa sebenarnya dan siapa Jungkook sebenarnya. Akankah dia bersikap seolah dia tak tau dengan yang dilihatnya sekarang?

THE ICE PRINCE✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang