Wanita yang kini statusnya sudah menjadi seorang istri terlihat tengan disibukkan memakaikan dasi yang melingkari leher suaminya itu. Mereka terlihat sangat bahagia,kebahagiaannya semakin lengkap dengan kehadiran sang buah hati yang kini tengah menginjak usia 3 tahun.
Menjadi seorang istri bukanlah pekerjaan yang mudah pikir Lisa, wanita itu selalu disibukkan dengan pekerjaan rumah yang tak henti-hentinya selesai. Belum lagi, anaknya sekarang tengah menginjak usia 3 tahun, dimana pada usia tersebut anaknya sudah bisa berjalan. Jongsan, anaknya selalu membuntuti kemanapun Lisa berada, mengingat dia sudah dapat berjalan walaupun tidak terlalu lancar.
Kisah cinta Jungkook dengan Lisa sangatlah penuh perjuangan. Ia ingat betul bagaimana perjuangannya ketika mencoba untuk merebut istrinya dari genggaman saudara tirinya itu. Mengingat itu semua membuat Jungkook tak ingin melepaskan Lisa lagi, karna dia paham betul sebuah perjuangan akan menghasilkan buah yang manis.
Tangan Jungkook menangkup kedua pipi istrinya yang semakin hari semakin tirus, ditatapnya sepasang mata miliknya dengan hangat. Mencoba memberikan kenyamanan pada istrinya sebelum dirinya berangkat bekerja.
"Apa Jongsan masih tertidur?" Tanya lelaki itu dengan menggenggam erat kedua tangan istrinya.
"Dia baru tidur jam 3 pagi tadi. Dan kamu harus tau, aku menemaninya sampai dia tertidur. Aku rasa mata pandaku akan semakin bertambah sekarang, mungkin aku harus melakukan facial untuk mengurangi mata pandaku." gerutu Lisa sambil memajukan bibir bawahnya.
Lelaki berjas hitam itu tersenyum tipis, "Untuk apa buang-buang uang? Tidak perlu facial, kamu sudah terlihat cantik." Jungkook terlihat memuji istrinya.
"Nggak! Mataku nanti jadi hitam, aku tidak mau itu. Aku harus tetap terlihat cantik."
"Sudah aku bilang kan, kamu seperti ini sudah cantik."
Lisa menempelkan jari telunjuknya di bibir tebal suaminya itu, "Sssttt, sudah pokoknya aku harus facial hari ini. Kamu nggak boleh melarang aku,"
Jungkook mengambil jari telunjuk Lisa kemudian dia menggenggamnya, "Kenapa yang ditempelin ke bibirku itu jarimu? Kenapa tidak bibirmu saja?"
Seketika senyuman menyembul di bibirnya, pipinya berubah merah merona karena perkataan Jungkook itu, "Pengen banget ya?" Goda Lisa.
Jungkook berdehem sebentar membuat jeda pada pertanyaan yang diberikan Lisa, "Satu kali aja," pinta Jungkook sambil mengangkat jari telunjuknya ke depan wajah Lisa.
"Satu aja? Yakin,? Duh.. sayang banget ya, padahal tadinya aku mau nawarin dua kali lho."
"Dua kali boleh banget, empat kali pun juga boleh. Aku siap," ucap Jungkook sambil terkekeh.
"Enak saja.. nanti kamu tidak jadi berangkat bekerja dong,"
Jungkook mengarahkan jari telunjuk miliknya pada bibir tebalnya, "Just one kiss."
Lisa menatap sebentar sepasang mata tajam suaminya, sebelum akhirnya wanita itu mengarahkan wajahnya mendekat ke wajah Jungkook dan mendaratkan sebuah ciuman di bibirnya.
"Aku berangkat dulu. Kabari aku jika ada masalah dirumah,oke?" Jungkook mengacak pelan puncak kepala Lisa dengan hangat.
"Siap pak bos!" Lisa mengacungkan jempolnya lalu mengantar suaminya itu ke depan rumah.
-------------------------
Sore hari tiba, waktunya bagi Lisa untuk memandikan anak satu-satunya itu. Ya, terlihat Jongsan tengah menceburkan dirinya di dalam sebuah bak kecil berbahan karet dengan bergambar karakter doraemon. Sementara menunggu Jongsan puas bermain dengan air, Lisa menyiapkan berbagai kebutuhan yang akan Jongsan pakai sehabis mandi, seperti bedak, minyak rambut, baby oil, dan lainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE ICE PRINCE✔
FanfictionJungkook, namja dingin dan misterius berhasil membuatku terus berkorban demi mendapatkannya. - Lalisa. ° Bahasa baku! Annyeong! ini ff gw tentang lizkook yang pertama kali gw buat. Dan saranku, liat storynya jangan cuma di chapter 1 doang, sampe u...
