[Edisi ngebut]
Lelaki itu terpaksa meninggalkan istrinya di rumah. Ya semenjak pernikahan mereka 2 minggu yang lalu Jungkook sadar kini dirinya adalah seorang kepala keluarga dimana dirinya harus mencari nafkah untuk keluarganya. Maka mulai dari sekarang, Jungkook akan fokus pada pekerjaannya. Ia harus memilih antara diam menunggu pekerjaan atau bergerak dan mendapat pekerjaan. Jungkook tau dia bisa dengan cepat mendapat pekerjaan jika dia memohon pada Ayahnya yang sekarang sedang berada di Belanda. Walau sempat ragu, namun pada akhirnya Jungkook memilih untuk mengunjungi perusahaan ayahnya dan melamar pekerjaan disana.
Sampai di Bandara, mereka menunggu keberangkatan Jungkook yang masih tinggal beberapa menit lagi. Berat sekali bagi Lisa untuk membiarkan lelaki itu pergi.
"Hei jangan sedih.. Aku tidak akan lama. Hanya satu minggu."Jungkook mendekap Lisa pada pelukannya mencoba menenangkannya.
"Bukan itu masalahnya. Tapi.." Lisa menggantungkan perkataannya, sedikit ragu untuk melanjutkannya.
"Tapi.. You will be a daddy." Perkataan Lisa membuat Jungkook tak percaya. Lelaki itu kini memandang perut Lisa. Senyuman bahagia terukir di wajahnya. Tak disangka apa yang dia inginkan terwujud.
"Kamu serius? Nggak becanda?"
Lisa menganggukkan kepalanya pelan. Tak menunggu lama Jungkook memeluk erat tubuh Lisa tak lupa dia juga mencium kening gadis itu sebagai luapan kebahagiaan.
"Aku sudah cek ke dokter kemarin dan benar , aku sedang mengandung. Sudah 1 minggu. Setelah kabar bahagia ini, apa kamu yakin tetap pergi ke Belanda?"
Jungkook berfikir sejenak.
"Maafkan aku lisa.. Tapi aku pergi ke sana untuk kebaikan keluarga ini. Aku ingin menjadi seorang Ayah yang baik. Ini juga untuk masa depan kita. Tak apa kan? Tapi aku janji aku akan pulang secepatnya. Karna aku juga tidak tega membuat dia menungguku terlalu lama." Jungkook memegang perut Lisa.
Lisa menghembuskan nafasnya pasrah. "Baiklah.. Tapi, jangan lupa membawa oleh-oleh untuk si kecil oke?"
Jungkook tertawa sambil mengacak pelan puncak kepala Lisa.
"Siap nona cantik."
Jam keberangkatan Jungkook pun tiba. Saatnya dia segera masuk ke dalam pesawat. Berat untuk melepas Lisa ia lupakan dengan pelukan erat dan ciuman hangat di kening gadis itu. Tak lupa dia mencium perut Lisa sesekali memegang nya.
"Jangan nakal ya.. Jangan nendangin perut mama kamu terus, jangan bikin mules perut mama kamu ya, nurut sama mama kamu ya. Papa mau pergi dulu, kamu doain papa kamu biar bisa cepet kerja ya nanti bisa bawa kamu ke luar negeri."
Lisa tersenyum menatap Jungkook yang sedari tadi berkomunikasi dengan perutnya.
"Sudah masuk sana, nanti ditinggal lho. Inget terus hubungi aku kalau disana. Jangan miss comunication."
"Iya.." Jungkook menyentuh jari gadis itu sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan Lisa.
----
"Dia udah berapa hari di Belanda? Tapi masih ngabarin kamu kan?" Rose duduk di depan Lisa menyimak curhatan Lisa.
"Udah seminggu ini sih.. Tapi aku bingung kenapa dari tadi belum ngabarin mau pulang jam berapa. Kalau bilang kan nanti bisa dijemput di bandara." Lisa menatap layar ponselnya berharap mendapat notifikasi dari Jungkook.
"Dia udah tau kan kamu sedang ngandung anaknya?" tanya Rose.
Lisa menganggukkan kepalanya.
"Udah.."
KAMU SEDANG MEMBACA
THE ICE PRINCE✔
FanfictionJungkook, namja dingin dan misterius berhasil membuatku terus berkorban demi mendapatkannya. - Lalisa. ° Bahasa baku! Annyeong! ini ff gw tentang lizkook yang pertama kali gw buat. Dan saranku, liat storynya jangan cuma di chapter 1 doang, sampe u...
