He's come again?!

7.3K 524 32
                                        


Menerima Jungkook menjadi kekasih resminya bukan tanpa alasan. Bahkan jika Lisa ditanya mengapa dia bisa menjatuhkan hatinya untuk pria seperti Jungkook, mungkin Lisa tak akan bisa menjawab. Bukan mulutnya yang dapat menjawab melainkan hatinya. Karna apapun alasan yang terungkap memang murni berasal dari hatinya. Ia tak mau membohongi perasaannya dan berkata seolah dia tak peduli dengan Jungkook. Terlalu munafik untuk Lisa akui.

Kehadiran Jungkook lagi membuat hari Lisa semakin berwarna. Pasalnya, semenjak kepergian Jungkook, Lisa terus merenung dan terdiam seolah dia sudah kehilangan dirinya yang dulu. Jungkook, pria dingin yang terkenal sering berkelahi, membolos kuliah, dan menakutkan itu justru sukses membuat Lisa terus berkorban demi mendapatkan Jungkook.

Bukan kah aneh jika Lisa yang terus mengejar? iya awalnya Lisa tau hal itu pasti akan muncul dipikiran semua orang yang melihatnya. Cinta memang sulit menerima kehadiran seseorang secara tiba-tiba dan tanpa alasan, namun cinta tak akan menolak sebuah perjuangan yang sesungguhnya.

"Kau ini kenapa uh? Pagi-pagi kok udah ribet." Ailee kakaknya dibuat bingung dengan tingkah Lisa pagi ini. Biasanya sebelum berangkat ke kampus, Lisa langsung sarapan dan jarang berdandan dulu. Keadaan memang sudah berubah, kini sudah ada seseorang yang membuatnya sadar bersikap lebih feminim memang perlu.

"Lisa sarapan dulu. Mama udah siapin roti sama susu." kata mama Lisa yang sudah menunggu kehadiran Lisa di meja makan.

"Iya, biasa juga udah makan. Kenapa masih di kamar? Keluar sekarang sarapan!"

"Ma, aku nggak sarapan dulu ya. Nanti Lisa beli di kantin aja. Soalnya Lisa udah ditunggu di luar."

"Ditunggu siap--" Belum selesai berbicara, Jungkook sudah datang secara tiba-tiba dan masuk tanpa permisi langsung menjabat tangan mama Lisa dan kakaknya dengan sopan nya.

"Saya Jungkook. Teman eh lebih tepatnya calon mantu tante. Saya ijin anter Lisa pergi ke kampus boleh?" seketika mama Lisa dibuat melongo dengan perlakuan Jungkook. Bukan hanya mamanya saja, bahkan Lisa dan kakaknya pun tidak percaya jika Jungkook bersikap seperti itu.

"I-iya. Boleh, boleh. Silahkan."

"Yaudah.. Lisa berangkat ya ma. Udah jangan terkejut tiba-tiba dapet calon mantu seganteng dia. Nanti pulang dari kampus Lisa ceritain deh." bisik Lisa sambil sesekali melirik ke arah Jungkook.

Setelah itu, Jungkook dengan sigap menggandeng tangan gadis itu dan menuntun nya menuju motornya.

"Mama kamu kenapa tadi? Kaget ya ada cowok seganteng aku tiba-tiba nyulik anaknya?" tanya Jungkook disela-sela perjalanan.

"Kok nyulik sih." Lisa menepuk punggung Jungkook pelan menunjukkan jika dirinya kesal dengan perkataan Jungkook.

"Becanda ih. Baperan deh." Jungkook mencoba meraih kepala Lisa yang tersender jelas di bahunya lalu mengacak pelan rambut coklat nya itu.

"Kata-katanya kenapa harus nyulik? Memang nggak ada yang lain? Udah berasa kamu penjahat."

"Ada ya sejarahnya penjahat seganteng aku? Mungkin kalau aku beneran penjahat, aku udah berada di peringkat pertama sebagai penjahat terganteng sepanjang sejarah." Jungkook tertawa pelan.

"Iya deh iyain aja." jawab Lisa dengan malas nya karna dia tau jika Lisa terus menjawabnya pasti juga tidak akan bisa menang. Berbicara dengan Jungkook memang membutuhkan pemikiran lebih jauh karna Jungkook pandai membalikkan perkataan seseorang.




Sebelum akhirnya berpisah, Lisa dan Jungkook bersepakat mereka akan bertemu lagi di kantin. Bukannya akan terasa berat bagi pasangan baru untuk berpisah selama 3 jam?

THE ICE PRINCE✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang