My little boy

8.9K 473 18
                                        


---------

Teriknya sinar matahari pagi hari membuat wanita itu terpaksa membuka matanya. Terlihat lelaki berambut coklat nan tampan itu masih terlelap. Lisa tak akan membangunkannya, karna dia tau suaminya itu tidak akan bisa tidur selama ini setelah cutinya berakhir nanti.

Tangan Lisa terulur untuk menyibakkan rambut Jungkook sampai ke belakang kepalanya. Ditatapnya wajah suaminya yang terlihat sangat-sangat kurus. Pipi yang semakin hari semakin tirus, kantong mata menghitam, meyakinkan Lisa jika lelaki didepannya memang terlalu bekerja dengan keras. Karena memikirkan perusahaan Ayahnya, bahkan Jungkook sampai lupa untuk mengisi perutnya dan menjadikan badannya sekurus ini.

"Kamu terlalu bekerja dengan keras. Terlihat sekali jika saat ini kamu sedang kelelahan. Semoga saja cutimu seminggu ini bisa memulihkan kondisi mu menjadi seperti dulu lagi." gumam Lisa dengan mata yang tak lepas dari wajah tampan suaminya itu.

Perlahan-lahan Lisa bangkit dari kasurnya dan mengambil sebuah jepit rambut. Digulungnya rambut coklat panjangnya itu kemudian ia jepit dengan jepitan rambut berwarna Pink. Wanita itu mencoba merilekskan diri dahulu sebelum dirinya akan memulai aktivitasnya pagi ini.

--------------

Beberapa makanan lezat dan berbau sangat sedap mulai dapat tercium di hidung Jungkook. Tak salah lagi, Lisa telah menyiapkan sarapan pagi untuknya. Dengan segera Jungkook menghampiri istrinya yang sudah terlihat cantik dengan dress warna Hitam yang dipakainya.

"Selamat pagi istriku. Selamat pagi my son." Jungkook mencium kening Lisa dengan hangat sembari tangannya menyentuh perut bulat Lisa.

"Sudah mandi? Sarapan dulu yuk. Nih liat deh ada makanan kesukaan kamu." Lisa dengan sigap menyiapkan sarapan untuk Jungkook.
"Kamu nggak makan? Harus makan, nanti kalau berat badan kamu turun gimana? Bahaya buat baby nya sayang."

"Aku nggak mood buat makan masakan aku sendiri. Nggak tau kenapa, melihatnya saja aku ingin mual. Tapi tenang saja, aku sudah minum susu ibu hamil jadi tidak akan berpengaruh ke dia." Lisa menyodorkan piring berisi penuh makanan itu kepada Jungkook.

"Nggak.. Kamu harus makan sayang. Kalau kamu nggak mau makan masakan kamu sendiri, trus kamu mau makan apa? Bilang biar aku beliin. Aku nggak mau kalau kamu nggak makan gini." Jungkook meletakkan sendok dan garpunya di atas meja.

Lisa menghembuskan nafas pelan.
"Aku nggak mau minta banyak-banyak sama kamu. Aku nggak mau uang kamu habis buat beliin semua permintaan aneh aku. Semua permintaan aneh aku itu cuma akan habisin uang kamu."

Lisa memang tipe wanita yang tidak ingin merepotkan orang lain. Terlebih kepada suaminya sendiri, karna Lisa hanya tidak ingin suaminya itu menganggap Lisa wanita matre mengingat sekarang saham perusahaan Jungkook sedang naik.

Jungkook bangkit dari kursinya kemudian menghampiri Lisa dan berlutut di hadapan wanita itu.
"Kenapa mikirnya gitu? Kamu tau nggak selama ini aku bekerja banting tulang, lembur sampe pagi itu buat siapa? Kamu. Tujuannya biar aku bisa bahagiain kamu dengan uang hasil keringat aku sendiri. Dan semua kerja keras aku itu akan terbayarkan ketika aku melihat kamu dan bayi ini tersenyum bahagia karena aku. Itu cukup, Lis. Jadi aku mohon ya, jangan berkata seperti itu lagi. Aku bahagia jika melihat istriku juga tersenyum bahagia. Mengerti?" Jungkook menggenggam erat tangan Lisa.

Lisa tertegun sesaat mendengar penjelasan panjang lebar dari mulut suaminya itu. Air mata Lisa jatuh dan dirinya tak lagi bisa berkata apapun. Perkataan suaminya tadi berhasil membuat Lisa sadar kenapa Tuhan membuatnya jatuh cinta pada lelaki ini. Alasannya sederhana, karna Jungkook bisa mencintai Lisa dengan tulus dan pengorbanannya itu semakin meyakinkan Lisa jika Jungkook memang sangat mencintai dirinya.

THE ICE PRINCE✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang