[Edisi Ngebut]
Satu minggu yang lalu menjadi awal kebahagiaan mereka karna nyatanya tak ada lagi seseorang yang akan mengganggu hubungan mereka. Lisa dan Jungkook, ya mereka telah bahagia sekarang. Bahkan Jungkook dapat tenang memiliki Lisa sampai saat ini. Setelah melalui berbagai rintangan yang ada akhirnya mereka menemukan titik kebahagiaan. Kesabaran Lisa untuk menunggu lelaki itu terbayarkan sudah dengan rasa bahagianya sekarang. Kebahagiaan yang sangat Lisa impikan dari dulu kini dia rasakan. Menjalankan kehidupan baru dengan tenang, itulah yang kini sedang mereka jalani. Percaya pada takdir yang telah ditulis indah dengan Tuhan, meyakinkan Lisa untuk melabuhkan sepenuh hatinya untuk lelaki yang saat ini menjabat sebagai kekasihnya. Iya itu Jeon Jungkook.
Lisa terus memandangi wajah kekasihnya itu. Tangannya sibuk memetik gitar yang dibawanya. Dia terus menyanyi dengan suara merdunya di depan Lisa. Menyanyikan sebuah lagu yang khusus ia persembahkan untuk gadisnya. Gadis yang telah berhasil membuatnya tak bisa berhenti untuk tidak peduli, gadis kuat dan sabat yang telah membuatnya jatuh cinta karena pengorbanan nya.
Well I found a woman, stronger than anyone I know
She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home
I found a love, to carry more than just my secrets
...
Darling, just hold my hand
Be my girl, I'll be your man
I see my future in your eyes
....
Now I know I have met an angel in person
And she looks perfect
I don't deserve this
You look perfect tonight
Jungkook meletakkan gitarnya kemudian tangannya terulur menyentuh jari lentik Lisa. Nafasnya berhembus pelan sebelum akhirnya memberanikan diri untuk menatap Lisa dengan hangat. Sorotan matanya begitu tajam hingga membuat Lisa tak bisa memalingkan pandangan.
"Lis?"
"Ya?"
Ekor mata Jungkook berpaling ke sekeliling teras rumahnya memastikan keadaan aman dan tak ada yang mengganggu. Sudah merasa aman, Jungkook melanjutkan pertanyaannya yang bergantung bebas tadi.
"Will you marry me?"
Kata kata itu terlontar begitu saja di mulut Jungkook. Bukan hanya terkejut, gadis di depannya hanya terdiam memikirkan keadaan jantungnya yang berdegub begitu kencang.
"Kenapa terburu-buru? Kita masih harus nyelesaiin kuliah dulu." jawab Lisa. Sebenarnya dia ingin menjawab 'iya, aku mau' tapi dia sengaja menjawab itu hanya untuk tanda jual mahal sedikit sebelum mengiyakan.
"Wisuda kan tinggal beberapa bulan. Apa kamu yakin mau nunggu selama itu? Nanti kalau aku diambil orang gimana?"
Lisa terdiam. Dia menggigit bibir bawahnya sambil berfikir ternyata kode jual mahal yang Lisa tunjukan tadi tidak membuat Jungkook untuk memaksanya menjawab iya.
"Jadi ada niatan buat ninggalin aku nih ceritanya. Gitu yaa oke.." Lisa bersiap-siap berdiri dari posisinya namun Jungkook segera menahan tangan gadis itu.
"Ngambek lagi kan. Bilang aja pengen aku nahan kamu biar nggak pergi."
"Salah siapa bilang gitu." Lisa berdecak kesal.
Jungkook kembali menatap mata Lisa dengan hangat.
"Jadi gimana sama pertanyaanku tadi?"
Lisa mengetuk dagunya dengan tangan masih sambil berfikir.
"Aku pikir-pikir.. Mungkin.."
Lisa menggantungkan kalimatnya sementara Jungkook menunggu jawabannya.
"Enggak. Itu jawabanku."
KAMU SEDANG MEMBACA
THE ICE PRINCE✔
FanfictionJungkook, namja dingin dan misterius berhasil membuatku terus berkorban demi mendapatkannya. - Lalisa. ° Bahasa baku! Annyeong! ini ff gw tentang lizkook yang pertama kali gw buat. Dan saranku, liat storynya jangan cuma di chapter 1 doang, sampe u...
