"Bukannya dia berada di sekelilingmu? Kau tidak menyadarinya uh?" Hanbin terkekeh evil dan menatap sekitar ruangan itu.
Spontan Lisa dan Jungkook langsung menatap lingkungan sekelilingnya dan berharap menemukan keberadaan Jennie. Dan benar, Jennie muncul dari belakang Lisa dan Jungkook.
"Tidak perlu takut. Aku tidak akan melukaimu lagi. Aku kemari hanya ingin meminta maaf pada kalian." Jennie tersenyum menatap Lisa dan Jungkook.
"Minta maaf?" Lisa berkerut kening.
"Iya.. Aku sadar, selama ini aku terlalu jahat sudah berusaha untuk memisahkan kalian. Maafkan aku." Jennie mengulurkan tangannya sebagai tanda permintaan maafnya.
Sedikit ragu, namun Lisa akhirnya menjabat tangan Jennie.
"Aku sudah memaafkan mu, eon." Lisa tersenyum.
"Semoga kalian bahagia. Aku janji tak akan mengganggu kalian lagi. Dan satu hal lagi, doakan keberangkatan ku menuju Belanda pagi ini lancar sampai aku tiba disana."
"Aku akan mendoakan keselamatan mu." Lisa tersenyum.
"Beres kan? Sudah kubilang aku tak akan menyakitimu. Aku kemari hanya mengantar Jennie pada kalian. Lagipula, untuk apa aku merayu gadismu uh? Aku sudah punya kekasih sendiri sekarang. Mungkin kapan-kapan kita bisa melakukan double date." Hanbin tersenyum miring sambil memasukkan tangannya ke kantong celana depannya.
"Siapa?" Jungkook memincingkan sebelah matanya.
Tangan Hanbin terulur pada tangan Jennie lalu di genggamnya tangan Jennie.
"She's mine."
Lisa membulatkan matanya tak percaya apa yang dilihat dan didengarnya sekarang.
"Benarkah? Jadi kalian.."
Jennie menganggukkan kepalanya dan menatap mata Hanbin.
"Ya.. Kami telah resmi kemarin. Dia benar, mungkin kita bisa adakan double date setelah aku pulang dari Belanda nanti."
"Oke.. Kami akan usahakan itu. Semoga langgeng dan bahagia terus ya." Lisa menepuk pundak Jennie pelan.
Hanbin menghela nafas berat.
"Baiklah. Kami harus harus ke Bandara sekarang. Kami pamit dulu."
Lisa menganggukkan kepala.
"Hati-hati ya."
Lisa dan Jungkook menatap kepergian Jennie dan Hanbin. Sementara Lisa percaya dengan perubahan mereka, justru Jungkook mencium adanya rencana yang mereka sembunyikan. Bukan tak percaya, Jungkook hanya merasa aneh dengan kedekatan mereka secara tiba-tiba dan peresmian hubungan mereka yang secara tiba-tiba. Jungkook bahkan tidak pernah melihat kedekatan mereka hari-hari ini sekarang mereka muncul lalu mengakui hubungan mereka bukankah itu aneh?
Apa lagi yang akan anak itu rencanakan lagi? - Jungkook.
"Kamu kenapa? Kok melihat mereka sampai seperti itu? Harusnya kamu senang mereka sudah mengakui kesalahan mereka. Tak ada yang akan mengganggu kita lagi."
Jungkook mengacak rambut Lisa gemas.
"Jangan terlalu percaya dengan mereka. Bisa saja ini permulaan dari rencana yang akan mereka buat lagi."
Lisa berkerut kening sedikit mendongakkan kepalanya menatap kekasihnya itu.
"Maksudnya? Kenapa kamu berfikir gitu? Mereka kan udah minta maaf tadi."
"Iya memang.. Bisa saja kan ini hanya bagian dari rencana mereka selanjutnya untuk memisahkan kita lagi?" Jungkook menaikkan satu alisnya lagi.
"Stt. Nggak usah berfikir seperti itu dulu, semoga saja mereka benar-benar menyesali perbuatan mereka."
"Tapi, aku hanya tidak ingin ada yang berusaha memisahkan kita lagi. Kau tau? Aku mendapatkan kamu itu sulit. Kalau mereka berusaha misahin terus kapan aku bisa tenang milikin kamu?" Jungkook memainkan jari Lisa dengan gemas.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE ICE PRINCE✔
FanfictionJungkook, namja dingin dan misterius berhasil membuatku terus berkorban demi mendapatkannya. - Lalisa. ° Bahasa baku! Annyeong! ini ff gw tentang lizkook yang pertama kali gw buat. Dan saranku, liat storynya jangan cuma di chapter 1 doang, sampe u...
