Doubel up boleh nggak nih?
Wkwk, happy reading^^
Apa maksudnya?
Lisa menatap heran wajah Jungkook. Lisa merasa seolah perkataan Jungkook menunjukkan jika dia ingin meninggalkan Lisa. Jika benar itu, apakah Lisa akan merasakan perih nya kehilangan untuk yang kedua kalinya?
"Kenapa kau bicara seolah kau ini ingin pergi? Jungkook aku tidak mau kau akan meninggalkanku lagi. Apa ini karna Hanbin?" tanya Lisa dengan cemas nya. Bagaimana tidak cemas? Bahkan Lisa nyaris tidak akan bertemu lagi dengan Jungkook hanya karna rencana licik Hanbin untuk menjauhkannya dari Jungkook.
"Bukan, sayang. Aku berkata seperti itu karna aku takut jika nantinya aku tidak bisa melindungi mu, akan ada mereka yang siap melindungi mu."
Boleh baper nggak sih?
Perkataan manis seperti inilah yang berhasil membuat Lisa seolah terbang tinggi dan ingin berteriak sekarang. namun demi menjaga image nya, biarkan pipinya yang memerah yang mewakili betapa hebat efek perkataan Jungkook.
"Memang kenapa kau tidak bisa melindungiku? sudah menyerah atau tidak mau lagi?"
Jungkook mendekatkan diri ke arah Lisa. Mencoba menatap gadis itu dalam-dalam.
"Kapan sih aku tidak melindungi mu? Jika aku mampu, kenapa tidak? Kau ingat baik-baik, aku tak akan membiarkan mu dilukai oleh orang lain. Aku, akan selalu melindungi mu. Cukup dengan berada di samping ku sudah ku anggap sebagai imbalan."
"Oh, jadi nggak ikhlas ya?" Lisa membuang muka dan menunjukkan ekspresi lucu. Melihat ini, teman-teman Jungkook mengerti dan tidak mau mengganggu memilih untuk pergi membiarkan mereka berdua.
"Berada di samping ku memangnya berat ya? Dasar, tidak tau terima kasih." Jungkook menekan kening Lisa pelan.
"Kamu juga nolongin aku minta imbalan kan?"
Eh kok kamu.
kelepasan deh.
"Udah aku kamu ya sekarang? Udah resmi atau gimana nih jadinya?" Jungkook tersenyum manis ke arah Lisa berharap Lisa tau kode yang Jungkook berikan.
"Apaan sih. Ambigu kan." Lisa berdecak kesal. Sebenarnya Lisa tau arti perkataan Jungkook. Namun Lisa berulah seolah tidak tau agar Jungkook yang menjelaskannya lebih jelas.
"Bukan ambigu. Ini namanya pemikiran orang ganteng. Untungnya jadi orang ganteng ya gini, otaknya encer." Kata Jungkook sambil mengacak-acak rambutnya membuatnya terlihat seperti seorang badboy.
"Cih, pede sekali." umpat Lisa menahan senyuman melihat ekspresi lucu Jungkook.
"Jadi gimana?"
Lisa mengerutkan keningnya.
"Gimana apa?"
"Jadian atau nikah?" Jungkook terkekeh geli melihat begitu terkejutnya Lisa mendengar perkataan Jungkook.
Lisa tak menjawab dan terdiam sejenak. Bukan tak ingin menjawab, tapi Lisa harus berfikir apakah perkataan Jungkook ini bagian dari pemikirannya sendiri atau bagian dari perjanjian Hanbin lagi. Bukannya egois, tapi Lisa tak ingin terus menjadi bahan taruhannya dengan Hanbin. Merasa kehilangan sosok Jungkook sangatlah berat, bahkan Lisa tak sanggup. Lisa tak mau jika dirinya harus kehilangan Jungkook lagi hanya karena Hanbin.
"Kenapa diam? Tenang.. Ini bukan karena Hanbin lagi." jawab Jungkook seolah dia tau apa yang Lisa pikirkan.
Meskipun Jungkook mencoba meyakinkan Lisa, tetap saja Lisa masih tidak tenang untuk menjawabnya. Lisa terus terdiam dan tertunduk. Jungkook tau Lisa sedang merasakan ketakutan yang luar biasa mengingat dia pernah menjadi korban Hanbin. Perlahan tangan Jungkook menyentuh tangan Lisa membuat Lisa berhasil menatapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE ICE PRINCE✔
FanfictionJungkook, namja dingin dan misterius berhasil membuatku terus berkorban demi mendapatkannya. - Lalisa. ° Bahasa baku! Annyeong! ini ff gw tentang lizkook yang pertama kali gw buat. Dan saranku, liat storynya jangan cuma di chapter 1 doang, sampe u...
