.
.
.
Jungkook menarik tangan Lisa menuju halaman depan kampusnya. Duduk di salah satu bangku agar dapat leluasa untuk berbicara dengan Lisa.
"Hei, Jungkook. Kau bodoh atau apa,uh? Kau kan tau, Jennie itu teman dekatku. Dan dia adalah kekasihmu. Jika kau menarik tanganku dan meninggalkan dia sendirian seperti tadi, itu akan membuat Jennie curiga denganku."
Jungkook menyandarkan punggungnya di bangku taman.
"Memang kenapa? Sudah seharusnya dia tau mengenaimu."
Mengenaiku? Apa maksudnya?
Lisa menelan ludahnya.
"Maksudmu?"
Jungkook mengangkat tubuhnya dan menatap Lisa. Dengan tangan menempel pada pahanya.
"Jennie bukan kekasihku. Aku tidak menyukainya. Kau paham?"
Lisa mengerjapkan matanya.
Jika Jennie bukan kekasihnya, dan dia sama sekali tidak menyukainya. Lalu kenapa Jennie bilang, jika Jungkook dan dia sudah berpacaran kurang lebih 1 tahun? Siapa yang patut untuk dipercaya?
Lisa mencoba berfikir lagi mengenai perkataan Jungkook.
"Masih tidak paham?" Jungkook mengangkat satu alisnya. Dan dibalas gelengan kepala oleh Lisa karena Lisa benar-benar tidak paham maksudnya.
Jungkook menghela nafas. "Sudahlah, lupakan soal Jennie. Tidak penting. Sekarang, bagaimana dengan penawaranku tadi?"
Apa yang harus aku katakan? Jika aku menerima tawarannya, lalu bagaimana dengan Jennie? Aku akan menjadi perusak hubungannya. Aku tidak mau menjadi seorang teman yang sejahat itu. Lebih baik, aku tolak tawarannya. Aku yakin aku pasti bisa menyelesaikan perjanjian itu sendiri.
"Bagaimana, hm?" Jungkook menatap Lisa yang sedang memejamkan matanya.
Lisa menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya pelan.
"Tidak. Aku tidak mau menerima tawaranmu. Kau pikir aku lemah, uh? Tidak semua yeoja itu lemah. Aku akan buktikan padamu jika aku juga bisa menyelesaikan perjanjian itu sendiri."
"Baiklah, jika kau tidak mau melepas perjanjian itu.. aku yang akan melepasnya." Jungkook berdiri dari tempat duduknya.
"H-hei, apa yang kau lakukan? Kau mau pergi kemana?" Lisa menarik tangan Jungkook.
Jungkook melepas tangan Lisa.
"Biarkan aku yang menyelesaikannya." Jungkook pergi dari tempat itu meninggalkan Lisa.
Lisa menggigit bibir bawahnya. Tangannya gemetar, ia takut jika Jungkook akan menghampiri Hanbin di kantor dan menyelesaikan permasalahan ini. Yang lebih ditakutkan, jika Hanbin akan bermain kasar lagi dengan Jungkook. Itu pasti akan terjadi.
Segera Lisa menyusul Jungkook yang sudah lebih dahulu menancapkan gas mobilnya dengan kencang. Lisa tau pasti Jungkook akan pergi ke kantor Hanbin.
Lisa memang sering mengorbankan dirinya untuk Jungkook. Terlalu peduli itu memang menyakitkan.
Namun, kini Jungkook akan membalas semua kepedulian Lisa terhadapnya. Jungkook akan melindungi Lisa apapun yang terjadi. Terutama, melepaskan Lisa dari ikatan perjanjian Hanbin. Kakak tirinya.
🍂
Sampailah Jungkook di kantor Hanbin. Sekretaris Hanbin berkata jika Hanbin sedang tidak ingin diganggu. Namun, Jungkook tak peduli itu dia tetap menghampiri ruangan dimana Hanbin bekerja.
Digebraknya pintu dengan kasar, terlihat Hanbin sedang memejamkan mata dengan kedua kakinya yang tersender diatas mejanya. Hanbin terpaksa membuka matanya karena kedatangan adik tirinya secara tiba-tiba.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE ICE PRINCE✔
FanfictionJungkook, namja dingin dan misterius berhasil membuatku terus berkorban demi mendapatkannya. - Lalisa. ° Bahasa baku! Annyeong! ini ff gw tentang lizkook yang pertama kali gw buat. Dan saranku, liat storynya jangan cuma di chapter 1 doang, sampe u...
