Penyesalan

7.5K 565 13
                                        

Detik ini kurasakan jantungku berhenti untuk berdetak.
Kurasakan jantungku tertusuk beribu pisau belati.
Yang selama ini kutakutkan terjadi.
Ketika kau pergi menjauh dan meninggalkan luka amat dalam.
Meninggalkan perjuangan yang terbuang sia-sia.
Meninggalkan perasaan yang tak terbalaskan.

*Author Pov

Lisa mengerjapkan matanya. Bahkan dia tak berani menatap mata Jungkook sekarang. Lisa tau bahwa air matanya akan siap terjatuh beberapa kali ketika dia harus menatap wajah Jungkook. Suasana hangat ini tak pantas menjadi saksi mereka berpisah hari ini. Bukan karena perpisahan yang membuat Lisa menangis, tapi Lisa tau dirinya tak akan bisa bertemu dengan Jungkook lagi. Lisa tidak bisa membayangkan betapa gila dirinya nanti ketika sosok yang sudah benar-benar membuat Lisa berani mengorbankan semua harus pergi secara tiba-tiba. Lisa telah menemukan tempat untuk dirinya menetap namun seperti dipaksa untuk pergi tanpa alasan.

Sesakit inikah Cinta itu?
Jika akhir dari semuanya seperti ini, aku tak akan pernah berharap bertemu denganmu bahkan mencintaimu sedalam ini.

"Lisa, katakan sesuatu." Jungkook menatap Lisa yang terus menundukkan kepalanya menahan air mata yang sudah ingin berjatuhan di pipinya.

"Jungkook.. Jika kepergianmu memang pilihan terbaik, aku siap menunggu kedatanganmu." Lisa masih tidak mau menatap Jungkook karena saat ini dia menagis.

"Lisa.. kenapa kau katakan itu? Kau tak akan benar-benar menungguku kan?" Jungkook meraih dagu Lisa dan menatapnya namun kini yang ditatapnya bukan pemandangan yang Indah. Melainkan kesedihan yang amat dalam diwajah Lisa.

"Aku akan menunggu kedatanganmu, sekalipun kau pergi selama beberapa tahun.. aku masih disini." Lisa menunjuk dada kiri Jungkook.

"Kau tidak boleh menungguku, Lisa. Aku tidak mau kau terus larut dalam kesedihan hanya karna kepergianku." Jungkook mengusap air mata Lisa yang terus mengalir.

"Aku.. lelah. Aku ingin pulang. Kau bisa antar aku?" Lisa tersenyum dan menepis tangan Jungkook.

Akhirnya mereka pun meninggalkan tempat itu. Selama perjalanan, mereka tak saling berbicara. Menatap pun tak pernah. Hanya suara kendaraan bermotor dan angin yang saling bertautan menemani heningnya suasana saat itu.

Lisa memang sering berganti pasangan. Ten, dia memang namja yang baik bahkan bisa dibilang sangat baik hingga dia mau membantu keluarga Lisa. Karna kebaikan itu, terpaksa Lisa menuruti perkataan ibunya untuk menerima Cinta Ten tanpa diikuti perasaan yang sama dari Lisa. Hanbin, dia namja yang berhasil merebut Lisa dari Ten. Hanbin berhasil menjadikan Lisa sebagai kekasihnya karna sebuah tekanan. Namun Jungkook, adalah namja yang selalu membuat Lisa ingin mengorbankan apapun asalkan Jungkook tak menjauh darinya. Namja dingin yang muncul secara tiba-tiba, tatapan tajam, dan diasingkan di kampusnya berhasil membuat Lisa menjadi wanita gila yang selalu ingin datang meski berkali-kali diminta pergi dengan segala cara dan rintangan yang ada.

Namun, wanita yang selalu dinobatkan menjadi wanita tegar telah rapuh ketika Jungkook harus pergi jauh darinya. Untuk menunggu kedatangannya Lisa sanggup. Tapi apakah Lisa masih sanggup menanggung semua kerinduan itu? Apakah Lisa sanggup menahan semua rasa sakit itu?

Jika Cinta datang hanya untuk menjadi Benci, lebih baik Benci yang lebih dahulu datang kemudian Cinta yang akan mengakhirinya. ~

THE ICE PRINCE✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang