Setelah terlalu lama Jungkook menjalankan masa kritisnya, kini dia telah diperbolehkan lagi untuk beraktivitas dan pulang ke rumah. Namun, tak terasa lagi kini waktu perjanjian yang Hanbin berikan untuknya hanya tinggal 1 hari. Mampukah Jungkook membayar semua kepedulian Lisa dan membuat Lisa bahagia setelah itu dia harus pergi dan tak akan pernah mucul lagi? Akankah Lisa membencinya?
Dan sekarang Lisa sudah tak lagi tinggal di rumah Jungkook karena ibunya sudah tiba di Korea bersama kakak perempuannya. Dan Lisa juga sudah jarang bertemu dengan Jungkook karena waktu luang Jungkook telah terisi kedatangan Jennie. Lisa sadar, Jennie terlebih dahulu mengenal Jungkook. Jennie lebih tau mengenai Jungkook. Dan ibu Jungkook juga lebih memilih Jennie daripada Lisa.
"Hei kau mau makan? Mau kusuapi?" Jennie menatap Jungkook yang sedang sibuk mengerjakan tugasnya.
"Aku tidak lapar."
"Kenapa? Kau sedari tadi sibuk mengerjakan soal-soal tidak jelas itu, memang kau tidak lapar?" Jennie mencoba membujuknya.
"Kau tuli? Sudah kubilang aku tidak lapar."
Jennie mengerutkan keningnya.
"Kenapa kau kasar sekali padaku? Ini pasti karna Lisa, dia sudah membuatmu terpengaruh dan jadi seperti ini. Dia itu sudah membuatmu terluka dan harus masuk rumah sakit. Kenapa masih memikirkan dia?"
Jungkook meletakkan bolpoinnya dan menatap Jennie serius.
"Jangan menyalahkan dia! Itu semua juga ulahmu, kan?"
Jennie melotot dan menelan ludahnya.
"Ma-maksudmu?"
"Kau yang sengaja menjatuhkan pot itu kan? Kau adalah dalang dibalik kecelakaan itu. Tapi kau masih bisa bersikap manis padaku seolah kau tidak tau apapun." Jungkook menatap tajam Jennie.
"K-kau menuduhku? Kenapa kau tega sekali menuduhku seperti itu? Aku-aku tidak tau apapun. Aku bahkan baru tau jika kau terluka." Jennie menjawabnya dengan nada sedikit gemetar.
"Ck, kau masih bisa membela diri? Aku bisa menyebarkan rekaman cctv saat kejadian itu terjadi. Apa kau masih bisa membela dirimu?" Jungkook menaikkan satu alisnya.
"Rekaman cctv?"
"Dan wajahmu terlihat jelas di kamera. Dengan bodohnya kau memperlihatkan wajahmu kearah kamera. Kau pikir aku buta sehingga tidak mengenalimu?"
"Tapi aku.. tidak. Itu semua.. bukan aku." Jennie mulai terbata-bata.
"Aku tidak mau lagi mendengar kata-kata busukmu. Bahkan aku tidak akan sudi melihat wajahmu. Pergilah! Sebelum aku menyeretmu secara paksa." Jungkook melanjutkan mengerjakan tugas lagi.
"Tapi, Jungkook.."
"Kuhitung sampai tiga. Satu.."
Akhirnya Jennie keluar dari kamar Jungkook dengan wajah marah dan kesal. Akankah dia melampiaskan semua amarahnya pada Lisa?
🍂
#Lisa Pov.
Kenapa aku bosan sekali ya? Argh kenapa hari ini tidak ada kelas? Kenapa hari ini harus libur? Kenapa tidak ada tugas yang bisa aku kerjakan? Aku bosan sekali hari ini. Rose hari ini pergi dengan Chanyeol, Jisoo eonnie berlibur ke Jeju, Jennie.. aku bahkan tidak tau apa aku masih bisa berteman lagi dengannya setelah dia tau sekarang aku telah merebut namjanya.
Ailee eonnie sedang pergi, jika tidak aku sudah mengajaknya bermain monopoli. Aku dirumah sendirian dan kenapa tidak ada notif dari Jungkook? Dia tidak menelfonku? Apa dia sibuk? Atau dia sedang bersama.. Jennie? Ah andwae aku harus berfikir positif. Mungkin dia sedang tidur atau mungkin sedang ada acara lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE ICE PRINCE✔
FanfictionJungkook, namja dingin dan misterius berhasil membuatku terus berkorban demi mendapatkannya. - Lalisa. ° Bahasa baku! Annyeong! ini ff gw tentang lizkook yang pertama kali gw buat. Dan saranku, liat storynya jangan cuma di chapter 1 doang, sampe u...
