Haaaaaiii Ve kembali lagi, mohon maaf ya Ve lagi ujian lisan. Belum lagi nyuapin buat ujian tulis dua Minggu. Lagian Ve juga gak lagi dirumah, tapi Ve lagi menuntut ilmu diluar rumah. Dan hari ini Ve di jenguk orang tua Yeeeee
Oke langsung saja ke episode berikutnya.....
Mengerti situasi, Ve menyuruh Solar dan Kaizo membawa pergi mereka Untuk mencari Taufan di seluruh kota ini.
"Kenapa kau baru muncul sekarang?" Hali berlutut dihadapan roh Yaya.
"Aku selalu berada di dekat mu saat kau berubah menjadi dingin dan tidak berperasaan. Aku masih belum tenang jika kau tidak merasa bahagia, Hali.
Halilintar, kau tau? Aku mulai tenang saat kau bertemu dengan Taufan. Aku datang ke dalam mimpinya karena aku tau, dia menyayangimu dan mencintaimu" roh Yaya juga tertunduk di depan Hali.
"Dan sekarang aku merasa terganggu, melihatmu frustasi seperti itu. Aku tau, Taufan adalah segalanya bagi mu. Maka dari itu, aku ada disini untuk membatumu menemukan Taufan"
Roh Yaya menaik di udara, ia kemudian tersenyum kecil.
"Aku tau dimana Taufan, dia tidak jauh kota ini"
Halilintar akhirnya mendongak dan menatap roh Yaya. Seandainya saja Yaya masih hidup, Hali mungkin memeluk Yaya erat. Tapi apa yang bisa di lakukan? Yaya hanyalah seorang roh.
"Aku percaya padamu, Yaya. Karena aku masih mencintaimu"
------
"Ini tempatnya, cepat cari mereka di semua kamar hotel ini. Waktu kita tidak banyak sebelum terjadi apa-apa pada Taufan" titah Kaizo.
Hali sudah lebih dulu sampai disini, dan dia sedang mengamati bangunan yang ada didepannya.
"Tudak bisa dipercaya, ada bangunan sebagus ini yang sudah tidak terpakai lagi" ucap Jason.
"Cepat kita masuk, target kita pada jam 12 malam nanti Taufan sudah bersama kita"
"Baik"
---------
Taufan terbangun, ia mendapati dirinya sudah terikat di atas ranjang. Ia menoleh ke samping kanan dan mendapati sosok wanita yang sedang melayang layang di udara.
Taufan bergidik ngeri, ia menatap sosok itu, Seperti ada sesuatu yang pernah terjadi antara Taufan dan sesosok itu.
Sosok itu pelan-pelan mendekati Taufan, kukunya yang panjang menjuntai menghiasi kanan-kiri nya.
Taufan memejamkan matanya, berharap sosok wanita itu menghilang dari pandangannya. Taufan menangis dalam diam, kenapa harus dirinya yang mengalami semua Ini?
Mata Taufan terbuka saat mendengar suara lembut yang berasal dari sekitarnya.
"Taufan, aku akan membawamu pulang dan menemui Halilintar"
Sosok wanita yang mengerikan tadi menghilang, dan tergantikan oleh wanita bergaun putih yang berdiri di sudut kamar itu.
"Siapa kau?" Taufan membuka suaranya, berharap yang dikatakannya itu benar.
"Secepatnya kau akan menemui Halilintar"
Dan wanita itu perlahan menghilang dari pandangan Taufan.
"Tunggu, jangan pergi!" Taufan menjerit sekencang mungkin, tapi tetap saja wanita itu tidak akan muncul.
Suara derap langkah kaki terdengar jelas dari arah pintu, semakin lama semakin mendekat dan berhenti tepat setelah suara putaran kunci yang di ikuti oleh terbukanya pintu itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are Mine
Fanfiction# Boboiboy story: Cerita tentang kisah perjalanan cinta seorang gadis bernama Taufan, dengan seorang pemuda tampan dan tempramental bernama Halilintar. Akankan sifat tempramental Halilintar hilang setelah bertemu dengan Taufan? Dan apakah perjalanan...
