Delapan

10.7K 811 18
                                        

Adita menggulingkan tubuhnya kesana kemari, menjawab titah Kasih yang sudah berteriak-teriak dikamarnya yang bernuansa biru langit.

"Ngantuk ibu ihhhh."rengek Adita sembari menutup tubuh nya dengan selimut.

"Udah jam setengah tujuh neng, itu si Mega sama si putri udah dateng mau dandanin kamu."Kasih tetap bersikeras membangunkan anak nya itu dengan gerakan tangannya dan teriakan kecilnya "Ibu bawa ember yah, mandiin kamu ?"

"Ibu Adita tidur jam 12 malem. Ibu sih saudaranya banyak, harus nyambut dulu Wa Deni tuh lama banget, mentang2 paling tua.."Adita mengucek matanya dan kembali terpejam "Ngantuk ah."

"Bagus atuh neng, kalau ada banyak uwa kamu nanti amplop nya banyak juga."Kasih terkekeh "Bener nih,  padahal ada nenek kamu dateng dari Sumedang. Katanya kangen?"

Adita langsung bangun "Nene sama Ake udah dateng? Kenapa ibu gak bilang."Adita mengambil kaca dimejanya dan mengusap wajahnya "Tetep cantik, gak usah mandi ya bu. Nanti juga ada siraman."

"Adita Jorok,  mandi dulu."Kasih menggeleng pelan melihat Adita menganti bajunya dan langsung keluar kamar.

Adita tersenyum pada sanak saudara nya yang sedang berkumpul menyiapkan masakan untuk acara siang nanti, ada siraman sama adat sunda lain sebelum pernikahan. Tapi Adita sih cuek-cuek aja, malah ibu sama ayah yang sibuk sendiri. Memang juga, sudah jadi Tradisi di keluarga besar Adita ,kalau setiap ada yang mau nikah pasti  keluarga dari seluruh pelosok akan datang dan ikut membantu acaranya.

"Adita lo belom mandi?"Putri yang sedang makan soto buatan Uwa Rani tertawa dan menyenggol Mega "Jorok banget sih calon penganten."

"Nanti juga siraman Putri!!."Adita tak terima dan langsung cemberut.

"Ya tetep aja dong gosok gigi, bau naga nanti. Gak malu sama mertua lo?"bisik Mega sambil melirik ke arah Ruang tengah, ayah memang lagi nyambut tamu, tapi Adita gak tau kalau itu calon mertua nya.

"Calon mertua? "Adita mengintip dari tembok dekat meja makan "Ibu gak bilang tadi."Adita langsung berlari lagi ke arah kamarnya.

"Temen lo itu!!."Mega terbahak melihat Putri mengeluarkan kembali soto nya "Kenapa lo?"

"Assalamualaikum. "Suara teduh itulah yang membuat Putri tersedak.

"ADIMASSS!!!."

Mega langsung menatap horror lelaki tampan yang biasanya ia lihat di TV dan Film layar lebar kini sedang berdiri dihadapannya secara live tanpa jeda iklan. Mega langsung mencubit tangan Putri dan menggertakan giginya,  sumpah ganteng banget.

"Adimas yah?"Putri langsung melepaskan sotonya dan mengulurkan tangan "Saya Putri, temennya Adita. "

Adimas tersenyum manis dan mengulurkan tangannya ke tangan Putri "Iya, salam kenal ya."

Diabetes gue...diabetes gue, Putri tersenyum sangat lebar. Menetralkan jantungnya yang bergenderang mau ngajak duet cinta sama lelaki ganteng di hadapannya. YA allah, Putri mau meleleh ini.

Adita menatap punggung lelaki yang kini lagi menghadap teman-temanya, pak Dokter ?. Adita memindahkan pandangannya pada Putri dan Mega yang senyam-senyum sendiri. Kenapa sih temen-temennya ini perasaan gak ada setan dirumah Adita. Kenapa kesambet?.

"Put, Mega kenapa senyam-senyum gitu. Mau kentut ya?"tanya Adita sambil memakan Apel yang ada diatas meja. Tapi saat lelaki itu menoleh Adita langsung speechless.

Ada calon adik ipar kecee.

"Eh, Kak Adimas."sapa Adita sambil duduk disebelah Putri yang masih nyengir,  kenapa sih?.

Dokter Are you Crazy? (Proses Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang