Hari ini adalah hari terakhir Sasha di Indonesia karena esok pagi ia sudah berangkat ke Paris. Hari hari terakhirnya di Indonesia ia habiskan bersama sahabat dan keluarga dan ia juga sudah mengurus surat kepindahannya dan pengunduran darinya sebagai ketua OSIS. Hari ini rencananya Sasha akan menghabiskan waktunya bersama Khanza. Mereka akan pergi ke Dufan.
"Khanza bangunn"teriak Sasha. Beberapa hari ini Khanza memang menginap di rumah Sasha dan tidur bersama Sasha di kamarnya.
"Apaan si Sha, masih pagi tau"protes Khanza lalu kembali memejamkan matanya.
"Pagi palelu, ini udah jam 7 pagi"ucap Sasha. Khanza langsung bangun dari tdirunya dan menatap Sasha dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Lo gak boong kan Sha?"tanya Khanza.
"Ya enggak lah, coba aja lo liat jam"jawab Sasha acuh. Khanza menatap jam dinding yang terdapat di sudut kamar Sasha.
"Ish lo kok gak bangunin gue sih"protes Khanza.
"Enak aja, gue udah bangunin lo dari jam 5 subuh kali, lo nya aja yang kebo"bela Sasha.
"Hufftt..Yauda gue mau mandi dulu, kita jadi kan ke Dufan?"tanya Khanza memastikan.
"Jadilah, yaudah sana mandi"jawab Sasha lalu meninggalkan Khanza yang sedang berada di kamar mandi.
Tiga puluh menit kemudian, Khanza telah menyelesaikan mandinya dan kini ia dan Sasha sedang menyantap sarapan mereka di meja makan. Mereka hanya sarapan berdua karena semua keluarga Sasha sudah selesai sarapan dan melakukan aktivitas seperti biasa. Hari ini memang bukanlah hari libur dan akhir pekan, melainkan hari Senin. Namun karena Sasha dan Khanza sudah libur panjang, jadilah mereka sudah bebas.
"Sha, lo yakin mau pindah?"tanya Khanza tiba tiba. Kini mereka sudah berada di mobil Sasha yang akan membawa mereka ke Dufan.
Sasha yang sejak tadi fokus menyetir seketika menoleh. "Kalo gue gak yakin gue gak akan beli tiket dan ngurus surat kepindahan".
"Tapi Sha-"ucap Khanza langaung dipotong oleh Sasha. "Lo gak usah khawatir, gue pasti bisa jaga diri kok dan gue janji gue akan sering ke Indo".
"Jaga diri lo baik baik ya Sha, jangan terpengaruh sama pergaulan disana dan sering sering ke Indo yaa. Gue pasti bakal kangen banget sama lo"ujar Khanza yang tanpa sadar air matanya sudah membasahi pipi mulusnya.
Sasha tersenyum, ia tak mau menangis lagi. "Gue janji".
Khanza memeluk Sasha. "Gue pasti bakal kangen lo Sha"batin Khanza.
-Ma Boy-
Kini mereka berdua sudah berada di Dufan. Mereka sangat bahagia dan melupakan segala masalah mereka sejenak. Mereka memang sudah sangat lama tidak jalan berdua seperti ini karena kesibukan masing masing, terutama OSIS dan tugas sekolah.
"Udah lama ya Sha kita gak jalan bareng"ucap Khanza. Senyumnya tak pernah pudar dari bibir tipisnya itu.
"Iya, belakangan ini kan kita sibuk sama OSIS dan tugas tugas"balas Sasha.
Hari sudah semakin malam namun kedua gadis itu masih asik dengan wahana yang mereka coba. Sudah hampir semua wahana mereka coba, tinggal satu wahana yang belum mereka naiki. Biang lala.
"Sha naik biang lala yuk"ajak Khanza. Sasha mengangguk. Antrian sudah tidak terlalu ramai mengingat hari yang sudah semakin malam.
"Indah ya pemandangannya"ucap Sasha kagum.
"Iyaaa, ternyata Jakarta bagus banget kalo diliat dari atas gini"balas Khanza.
Setelah puas menikmati pemandangan Jakarta di malam hari dengan biang lala, Sasha dan Khanza bergegas pulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ma Boy
Teen FictionWARNING! KETIKAN DAN ALUR MASIH BERANTAKAN DAN AKAN DI REVISI SETELAH CERITA SELESAI! SEMOGA KALIAN SUKA:))) "Mama sama papa apa-apaan si kok main jodohin aku gitu aja?Aku kan masih SMA ma, pa" -Raishya Gabriella Danishra- "Ortu gue gak salah ni? M...
