"Namanya Arjuna Dirgantara Widjaya"
"Dipanggilnya siapa?"tanya Sasha sambil memakaikan popok.
"Arjuna atau Juna"jawab Devano.
"Bagus namanya"puji Sasha.
"Iyalah, daddy nya gitu lho yang buat"ucap Devano bangga.
Sasha melempar guling kecil milik Arjuna ke arah Devano, membuat siempunya mengaduh.
"Sialan lo Sha, muka ganteng kaya gini dilemparin gulingnya Juna"protes Devano.
Sasha merapikan segala peralatan milik Arjuna lalu meletakkan semuanya ke tempat semula. Sedangkan Devano sedang menonton pertandingan bola melalui siaran langsung di televisi.
"Gue mau tidurin Juna dulu"ucap Sasha lalu menggendong Arjuna.
"Iyaa, nanti ada yang mau gue omongin sama lo"Sasha mengangguk lalu berjalan menuju kamar utama.
Setelah Arjuna sudah tertidur, Sasha keluar lalu menghampiri Devano yang masih menonton pertandingan bola.
"Lo mau ngomong apa sama gue?"tanya Sasha to the point.
Devano mematikan televisi lalu mengubah posisi duduknya menjadi menghadap ke arah Sasha.
"Sekarang kan udah ada Juna, gue gak mau kita terus-terusan kaya gini. Gue takut nantinya Juna tumbuh kembangnya gak maksimal"Devano memulai pembicaraan.
"Maksud lo?"Sasha benar-benar tak mengerti dengan ucapan Devano.
"Gue gak mau kita terus-terusan jalanin hubungan kaya gini,Sha. Jujur gue merasa kalo hubungan kita saat ini itu gak jelas. Okelah kalo dulu kita masih berdua gue gak masalah, tapi sekarang kan udah ada Juna. Mau sampe kapan kita terus-terusan kaya gini? Gue takutnya nanti tumbuh kembangnya Juna gak maksimal karena kita yang gak nunjukkin kasih sayang satu sama lain"ucapan Devano barusan sama seperti yang Sasha pikirkan. Jujur ia juga bingung harus bagaimana menyikapi hubungannya dengan Devano yang tidak jelas ini.
"Gue juga mikirin hal yang sama si, tapi gue juga gak tau harus gimana"jawab Sasha jujur.
Devano menatap Sasha sebentar. "Lo mau gak belajar untuk sayang dan cinta sama gue? Ini semua demi Juna, dan gue juga akan belajar sayang dan cinta sama lo".
Sasha terlonjak. Bagaimana bisa lelaki di hadapannya itu mengajaknya untuk saling menyayangi dan mencintai semudah itu?.
"Sha"Devano menepuk bahu Sasha pelan, membuat Sasha langsung sadar dari lamunannya.
"Jadi gimana? Apa lo mau? Ini semua demi Arjuna"Devano kembali menanyakan pertanyaannya yang belum dijawab oleh Sasha.
"Tapi Dev, apa gak sebaiknya kita kasih Juna ke panti asuhan aja?"Sasha mencoba memberikan solusi lain.
"Kan lo sendiri yang tadi ngotot mau ngerawat Juna, kenapa sekarang jadi lo yang mau ngasih dia ke panti asuhan? Udahlah biar kita aja yang rawat, lagipula gue udah terlalu sayang sama Juna".
Skakmat!
Sasha tak tau lagi harus menjawab apa, ia sedang tidak bisa berpikir untuk saat ini. Sasha hanya tak mau mencintai Devano karena terpaksa, ia hanya ingin mencintai seseorang dengan sepenuh hatinya. Jujur untuk saat ini ia masih bingung sebenarnya untuk siapa kah hatinya saat ini, di satu sisi ia masih mencintai Adrian namun di sisi lain ia sudah jatuh pada pesona seorang Devano.
"Yaudah kalo lo mau belum jawab sekarang. Gue ke kamar dulu"final Devano lalu bangkit dari duduknya.
Baru beberapa langkah Devano berjalan Sasha langsung mencekal lengan Devano, mengisyaratkan lelaki itu agar tidak pergi dari sisinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ma Boy
Teen FictionWARNING! KETIKAN DAN ALUR MASIH BERANTAKAN DAN AKAN DI REVISI SETELAH CERITA SELESAI! SEMOGA KALIAN SUKA:))) "Mama sama papa apa-apaan si kok main jodohin aku gitu aja?Aku kan masih SMA ma, pa" -Raishya Gabriella Danishra- "Ortu gue gak salah ni? M...
