DILANJUT SETELAH 40 VOTE👌🏻
Seperti biasanya, sepulang sekolah Sasha dan Devano langsung menuju rumah mama Sisil untuk menjemput Arjuna. Menginjak usia 6 bulan, Arjuna semakin tak bisa diam dan sangat aktif. Membuat Sasha Dan Devano terkadang kewalahan mengawasinya.
"Assalamualaikum mah, Devano sama Sasha pulang"ujar Devano saat membuka pintu.
Suasana yang sepi langsung membuat mereka menuju kamar Arjuna. Mama Sisil dan Papa Zach memang sengaja membuatkan kamar untuk Arjuna, alasannya agar Arjuna mempunyai ruang bermain yang nyaman dan agar mainan Arjuna dapat disimpan dengan rapi.
"Kalian sudah pulang toh, baru aja mama mau telfon "ujar mama Sisil.
"Kenapa ma? Kok mau telfon kita?"tanya Devano.
"Tadi Juna sempat demam dan rewel banget. Kayaknya si kangen sama mama papanya, makanya mama mau telfon kalian"jawab mama Sisil.
"Arjuna sakit, ma?"tanya Sasha panik. "Gak usah panik gitu sayang, demamnya udah turun kok. Dia juga lagi tidur. Kamu gak usah khawatir ya"ujar mama Sisil menenangkan Sasha.
"Aku mau ke kamar Juna dulu, ma"pamit Sasha lalu menuju kamar anak kesayangannya itu. Dilihatnya Arjuna yang sedang tertidur pulas sambil memeluk botol susunya.
Tanpa ia sadari, setetes air matanya jatuh membasahi pipi. Perlahan tapi pasti, Sasha mendekati ranjang Arjuna. Wajah tenang Arjuna semakin terlihat jelas di matanya.
Tangan Sasha bergerak memegang kening putranya. Hangat terasa pada punggung tangannya.
"Kalo mau gendong, gendong aja, Sha"ujar Devano yang sedari tadi memperhatikan Sasha dari balik pintu.
Dengan perlahan Sasha menggendong Arjuna yang masih tertidur pulas. Dirasakannya suhu tubuh Arjuna yang hangat.
"Lo gak usah khawatir, Sha, Juna cuma demam biasa kok. Nanti kalo diminumin obat lagi juga sembuh. Kata mama gitu"ujar Devano yang kini berdiri di samping Sasha.
Sasha jadi merasa bersalah karena beberapa hari ini ia terus menitipkan Arjuna pada mama Sisil karena ia harus menyelesaikan tugas sekolah yang membuatnya pulang larut sore atau bahkan sampai malam.
"Maafin mama ya sayang, mama terlalu sibuk sampai gak perhatiin kamu. Mama minta maaf"ujar Sasha lalu mencium kedua pipi gembul Arjuna.
"Udah. Lo juga perlu istirahat. Mumpung besok libur, gimana kalo kita nginep disini? Kasian Juna kalo kena angin luar"saran Devano. Sasha mengangguk. "Iya Dev, kalo perlu si selama Juna masih sakit kita nginep disini dulu, biar ada yang bantuin kita juga".
"Yaudah kalo gitu mending sekarang kita pulang dulu, ambil baju terus belanja keperluan Juna juga sekalian cari makan"ujar Devano.
Setelah itu Sasha kembali meletakkan Arjuna di ranjangnya lalu mencium kedua pipi gembul anak kesayangannya itu.
-Ma Boy-
Sesampainya di apartemen, Sasha dan Devano langsung mengemasi barang-barang yang akan mereka bawa ke rumah mama Sisil. Tak lupa mereka juga membawa perlengkapan Arjuna.
"Mau bawa apalagi, Sha?"tanya Devano.
Sasha yang sedang mengecek isi tas Juna menoleh. "Kayaknya udah semua deh, Dev. Paling yang belum tinggal popok doang, nanti beli di super market aja".
KAMU SEDANG MEMBACA
Ma Boy
Novela JuvenilWARNING! KETIKAN DAN ALUR MASIH BERANTAKAN DAN AKAN DI REVISI SETELAH CERITA SELESAI! SEMOGA KALIAN SUKA:))) "Mama sama papa apa-apaan si kok main jodohin aku gitu aja?Aku kan masih SMA ma, pa" -Raishya Gabriella Danishra- "Ortu gue gak salah ni? M...
