Tangan Tarrisa dengan lincah mengaduk-ngaduk nasi goreng yang ada didalam sebuah panci dengan sebuah spatula ditangannya. Minggu cerah ini seperti pagi-pagi biasanya Tarissa akan membuat sarapan pagi untuk keluarga kecilnya.
Jam masih menunjukan pukul 06.00 pagi. Setelah menyelesaikan masakan ini Tarissa berjanji dia akan segera mandi. Badannya sudah sangat lengket jika menunggunya lagi. Dengan telaten Tarissa menyedokan nasi kedalam piring dan segera diletakkan di atas meja.
Setelah itu, Tarrisa segera memasukki kamarnya untuk segera mandi. Terlihat Andrian masih berada di alam mimpi dengan wajah nya damai tertidur lelap.
"Kenapa liatin?" Tanya Andrian, Lelaki itu segera merenggangkan ototnya. Dengan mata yang masih sayu khas orang bangun tidur Andrian segera beranjak mendekati Tarissa.
"Mau ngapain kamu?" Tanya Tarissa galak ketika melihat senyum smirk Andrian yang berati adalah salah satu tanda bahaya besar bagi Tarissa.
"Andrian mau ngapa sih!" Ucap Tarissa menatap Andrian kesal, ketika lelaki itu semakin mendekatkan wajah dan tubuhnya kearah Tarissa.
"Aku mau mandi" Jawab Andrian sambil tersenyum karena sudah bisa men jahilin Tarissa.
"Aku dulu An!!"
Andrian tanpak berpikir dengan jawaban Tarrisa.
"Mandi berdua aja ya?" Ucap Andrian dengan melas. Tarissa menghela nafas lelah dengan kelakuan Andrian akhir-akhir ini yang sangat membuat dirinya merasa sangat lelah.
"Nggak aku mau mandi duluan! bukan barengan" Kesal Tarrisa, Baru sedikit wanita itu membalikan badan untuk segera memasuki toilet Andrian menarik tangan Tarrisa.
Wajahnya semakin dekat membuat jarak diantara mereka menipis. Seperti sudah tau apa yang akan Andrian lakukan nanti Tarissa berusaha melepaskan cekalan Andrian tetapi kekuatan perempuan pastih akan kalah dengan kekuatan seorang lelaki.
Andrian semakin membuat jarak mereka sangat tipis. Tarrisa pasrah dengan apa yang akan Andrian lanjutkan melihat tangan lelaki itu sudah berada tepat di pinggang Tarissa. Tepat ketika bibir Andrian menempel di bibir Andrian
Ceklek
"MOMMY HIKS,,HIKS" Pekik Queensyah yang membuat Tarissa refleks menjauhi Andrian. Andrian sedikit kesal dengan apa yang dilakukan anaknya yang sudah menganggu.
Tarissa mendekat kearah Queensyah yang sedang menangis didepan pintu kamar mereka.
"Kenapa sayang?" Tanya Tarissa lembut sembari mengusap kepala Queensyah.
"Mom,,Hiks tadi Syah hiks cari-cari mom hiks Syah pikir mom pelgi selesai masakin Syah" Tarissa langsung menggendong Queensyah dan menenangkan anak itu.
"Mom disini nggak akan kemana-mana sayang" Ucap Tarissa lembut. Tangisan Queensyah merebahkan digantikan pelukan erat di gendongan Tarissa.
Tarissa pun segera mengajak Queensyah keluar kamar, mengajak anak itu untuk segara sarapan pagi. Queensyah pun turun dari gendongan Tarissa setelah sampai di depan meja makan.
"Mom susu" Pinta anak itu, Tarrisa pun segera membuatkan nya.
"Mom nanti Syah bobo dirumah oma Terre ya!"
"Kan Syah mau sekolah" Jawab Tarissa sembari memberikan susu yang telah dia buat ke Queensyah.
"Iya Mom, nanti bawa aja baju Syah"
"Yaudah oke"
•••
Tarrisa, Andrian dan Queensyah sampai dirumah Terre, Terre langsung segera mengendong Queensyah karena wanita itu sudah sangat rindu dengan cucunya.
Tarissa yang melihat itu hanya tersenyum senang, Tarissa menduduki sofa disamping Andrian. mereka larut dari obrolan kecil dengan papa Andrian.
Terre datang dari kamarnya memberitahu bahwa Queensyah tertidur dikamar.
"Kalian mau minum atau makan apa?" Tanya Terre
"Terserah ma" Jawab Andrian
"Kamu kayak cewek aja ditanya jawab terserah, Yaudahlah mama pinjem Andrian dulu ya" Jelas Terre lalu mengajak Andrian ke arah taman rumah.
Tarissa berdua dengan papa Andrian, mereka membicarakan obrolan kecil mereka.
"Queensyah" Ucap Tarissa melihat Queensyah dengan mata sayunya keluar dari kamar Terre anak itu mendekati Tarissa.
"Susu mom" Jawab Queensyah
"Astagah sayang, Mama lupa bawa botol susunya" Ucap Tarissa yang baru ingat, tak tega melihat Queensyah yang ingin meminta susu.
"Pakek cangkir aja ya"
"Nggak mau mom!"
"Kalo nggak salah disini ada botol susu Queensyah coba tanya Terre aja" Ucap Papa Andrian.
Tarrisa mengangguk lalu mencari keberadaan Terre. Akhirnya Tarissa mendapatkan Terre yang sedang mengobrol dengan Andrian. Terlihat obrolan cukup serius membuat Tarissa tidak ingin menganggu.
"Kamu tau kan Tarissa cinta sama kamu?" Suara itu membuat Tarissa langsung mematung, Tarissa yang awalnya ingin pergi dari tempat itu menjadi terdiam.
Satu fakta yang baru dia ketahui jadi selama ini Andrian sudah tau bahwa dia mencintainya tapi kenapa Andrian tidak jujur. Apa Andrian menerimanya karena dia kasian dengan Tarrisa.
Tarrisa menggeleng dengan pikirannya. Dan segera berlalu dari taman rumah keluarga Andrian.
"Queensyah udah bobo lagi ya pa?" Ucap Tarissa yang sudah berada di ruang keluarga.
Papa Andrian mengangguk,
Setelah beberapa menit Andrian kembali keruang keluarga sendiri tidak bersama Terre. Jam sudah menunjukan lima sore. Andrian segera duduk disamping Tarrisa yang sedang menyaksikan televisi.
"Kalian mau makan apa nanti mama bikinin" Ucap Terre yang baru keluar dari arah taman rumah Andrian. Tak enak melihat Terre yang bersiap untuk memasak makan malam Tarrisa pun ikut membantu ibu mertuanya itu.
•••
Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam. Andrian dan Tarrisa bersiap untuk segera pulang. Andrian mengambil mobil yang ada diparkiran rumah diikuti oleh Tarissa yang berjalan dibelakang Andrian. Tarrisa masih diam saja didekat Andrian.
"Kenapa diem terus dari tadi?" Kata Andrian setelah mereka sudah berada didalam mobil.
Mobil berjalan keluar dari perkarangan rumah Andrian tetapi Tarissa belum menjawab Andrian.
"Kenapa kamu nggak pernah terbuka sama aku?" Tanya Tarissa serius.
"Oke kamu mau tanya apa tentang aku"
"Aku--"
Drt drt,
Ponsel Andrian berdering Andrian segera mengambil handphonenya di dashboard mobil.
"Hallo"
",,,,,,,"
"Kamu sekarang dimana,,,, Iya iya aku jemput jangan kemana-mana!" Setelah itu Andrian segera meletakkan handphonennya. Mobil pun berjalan lebih cepat.
Tarissa menatap Andrian yang terlihat tidak sabar. Matanya terlihat sangat khawatir entah kenapa apa.
"Kamu turun sini aja ya, aku mau jemput Dania kasian dia sendiri"
•••
Tbc💜💜
KAMU SEDANG MEMBACA
My Hot Daddy
ChickLitTarissa Wijaya Putri seorang disigner yang memiliki paras cantik, mandiri dan bertalenta. Tapi siapa sangka diumurnya yang sudah hampir berkepala tiga, Tarissa belum mendapatkan sang pendamping hidup. Cerita cinta masa lalunya yang kelam masih sela...
