Kelas khusus akhirnya akan bubar dengan sukacita dan tentu juga dukacita, Jessica cs berhasil meraih juara umum, mereka semua paling tidak menyabet 3 besar di bidang olimpiade masing-masing. Kai dan Jessica mendapatkan peringkat ketiga, Kris kedua, Yoona dan Sehun mendapatkan juara pertama di mata olimpiade mereka. Yunho bangga, amat bangga. Dan orang tua mereka puas. Apalagi kepala sekolah.
Dan pagi-pagi sebelum bel masuk mereka berkumpul untuk berpisah secara resmi."Kuharap kalian akan terus bekerja keras!" Ujar Yunho setelah mengumumkan penutupan kelas khusus
"Rasanya kami bisa seperti ini adalah karenamu ! Kembali ke kelas sepertinya tak akan membuatku meraih prestasi apapun" Ujar Yoona, Yunho menatap Yoona dengan mengejek, pasalnya Biasanya Yoona menolak mentah-mentah memuji atau mengakui kehebatan gurunya itu.
"Aku sedang tak mood bercanda, Yunho-nim!" Peringat Yoona, Yunho tersenyum.
"Kita tidak bisa memungkiri kalau Luhan dan Taeyeon juga amat membantu kita" ujar Jessica sambil melempar senyum tulus pada Taeyeon yang duduk diseberangnya, Taeyeon hanya tersenyum tipis padanya. Membuang muka pula.
Sejak kepergian Kris, Taeyeon begitu sentimen pada Jessica. Jessica merasa itu sejak kejadian terakhir di bandara yang mana ia menangkap Taeyeon tak menyukai melihat Kris menggodanya, cuek-cuek begitu Jessica sebenarnya juga ahli membaca bahasa tubuh. Andaikan Taeyeon sadar bahwa Kris hanyalah bergurau menggodaku.
Yah
Buktinya, sudah hampir 2 minggu sejak kepergianya namun Kris tak
kunjung memberi kabar. Kalau sungguh menyukai Jessica, harusnya ia tak membuatnya berharap diberi kabar begitu."Sebaiknya jangan meragukan guru yang lain! Mereka akan sangat luar biasa ketika kalian mendengarnya" ucap Yunho, anak muridnya masih diam tenggelam menyelami masa-masa karantina dan sebagian membayangkan kondisi saat mereka akan kembali ke kelas nantinya.
"Berikan kami waktu untuk tetap disini" usul Kai, yang lain menyetujui. Mereka begitu menganggap penting kelas khusus.
"Aku sudah ketinggalan banyak, harus mengejar kurikulum pembelajaran" Oh rupanya kecuali Taeyeon yang tidak mau berlama-lama di kelas khusus.
Ke-5 anak murid yang lain itu diam membisu. Benar juga, mereka tidak boleh egois. Taeyeon, termasuk Luhan sudah berkorban banyak untuk para 'bastard' tersebut. Mereka harus melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri
"Ikuti aturan di kelas baru nanti. Kai, jangan hanya asyik di ruang menari. Lakukan itu pulang sekolah. Kau Sehun, tidak ada yang baik dengan mengecewakan orang tua, jangan memberontak. Kau punya impian bukan? Jessica, tetaplah berangkat ke sekolah semalas apapun kau. Ingat orang yang mendukungmu. Dan Yoona mulailah menghargai orang lain" Yunho seolah memberi pesan-pesan wasiat terakhir. Yang dinasihati masih membisu mencerna kalimat Yunho yang seratus persen membekas di pikiran dan hati anak murid berandal yang sepertinya tak berandal lagi itu.
"Taeyeon, kau baik. Tapi sebaiknya jangan berpikir 2 kali untuk menolong orang lain, jangan merendahkan dirimu sendiri. Luhan, kau terlihat paling dewasa. Tinggalkan apa yang meragukanmu. Kau akan semakin bersinar dengan kedewasaan tanpa keraguan" Taeyeon dan Luhan menatap kaget pada Yunho. Mereka semua tak pernah tahu ada orang lain semacam Yunho yang begitu memahami mereka. Ini gurunyang sesungguhnya.
"Aku tidak tau dia keren!" Bisik Sehun pada Jessica di depannya
"Kau bilang kau mengetahuiku lebih dari siapapun. Kurasa, kau tidak memahamiku sebaik Yunho!" Balas Jessica lagi.
"Yah itu bukan apa-apa, akulah yang paling memahamimu!"
"Omong kosong"
"Sungguh!"
"Sungguh apa?"
"Sungguh memang omong kosong hahaha" Jessica memberikan tatapan marahnya, jika tak sedang menghargai momen untuk Yunho ia sudah akan menjitak Sehun saat itu

KAMU SEDANG MEMBACA
BASTARD✔️
Fanfiction[SELESAI] Drama para berandal sekolah dimulai disini! Namun cinta segitiga ini lebih rumit daripada ujian Matematika puluhan bab. Kalau kau tak siap, jangan baca!