She's back

102 7 9
                                    

AUTHOR P.O.V

Setelah selesai menghabiskan makanannya dengan terburu buru, Soojung Dan Jungkook pun keluar dari kedai ramyeon tersebut. Keduanya tampak lucu dimata pelayan kedai tersebut. Mereka duduk di kursi dan meja yang berbeda tetapi tatapannya tidak pernah lepas satu sama lain. Seakan akan mereka sedang mengikuti perlombaan makan tingkat internasional.

Bahkan setelah selesai makan pun mereka masih sempat berkelahi karena berebutan untuk keluar dari pintu kedai itu. Sang pelayan toko hanya tersenyum sembari menggeleng gelengkan kepala dan berkata dalam hati "anak muda zaman sekarang, tidak bisa membedakan mana yang akan menjadi cinta mana yang tidak."

••••••••

Soojung berjalan duluan, sedangkan jungkook mengikutinya beberapa langkah dibelakang.

"Kenapa si pesut ini selalu mengikuti ku." Batin Soojung

Tiba tiba Soojung menghentikan langkahnya dan Jungkook yang berjalan dibelakangnya ikut berhenti. Soojung berbalik dan menatap Jungkook lekat lekat.

"Ya! Jeon Jungkook! Kau ini mata mata atau apa? Kenapa kau mengikuti ku dari tadi hah?!" Bentak Soojung semena mena.

"Mengikutimu? Haha. Ya! Lee Soojung! Kau ini sudah gila atau apa? Mana mungkin aku dengan senang hati mengikuti seekor singa betina yang sedang datang bulan. Sungguh tidak masuk akal."

Jungkook kembali melanjutkan perjalanannya sebelum Soojung menghentikannya dengan pernyataan yang menurut Jungkook semakin tidak masuk akal dan membuat dirinya beradu kontak mata dengan gadis itu.

"Yak! Aku belum selesai! Kalau kau tidak mengikutiku lalu kenapa kau terus berjalan di belakangku hah? Bilang saja kau ingin tahu rumah ku supaya kau bisa meneror ku kan? Lalu.. apa tadi kau bilang?! Singa betina?! Kau sebut aku singa betina?! Kau mau mati Jeon Jungkook?!"

Bibir Soojung yang tipis terlihat begitu bersemangat dan berapi api ketika memaki laki laki didepannya, justru malah terlihat lucu bagi Jungkook. Belum lagi ditambah dengan batang hidungnya yang tinggi dan kecil, Pipinya yang bersemu merah, matanya yang bulat dengan bulu mata yang lentik, menambah kesan manis pada gadis itu.

Untuk ukuran laki laki normal seperti Jungkook, Soojung terlihat begitu menggemaskan ketika berbicara hingga memajukan bibirnya seperti itu. Dan Jungkook juga bisa menilai dengan baik, bahwa gadis didepannya ini terbilang cantik. jika gadis ini sangat perduli dengan penampilannya, pasti ia benar benar sudah menjadi primadona sekolah sekarang.

Tetapi bukan Jungkook namanya jika ia jatuh dengan mudah ke dalam pesona kecantikan. Jungkook yang sedari tadi diam mendengarkan omongan Soojung tiba tiba mendekatkan wajahnya ke wajah Soojung.

Soojung yang terkejut hanya diam sambil mengerjapkan matanya beberapa kali. Belum sempat Soojung Membuka mulut, Jungkook sudah lebih dulu menyela..

"Dengar baik baik nona Lee. Soo. Jung.. yang tinggal di daerah ini bukan kau saja, Jadi aku bukannya mengikutimu, tetapi aku mengabil hak-ku sebagai pejalan kaki untuk berjalan menuju rumahku, yang hanya berjarak 3 Blok dari sini! Apa kau mengerti?!"

Jungkook menggertak Soojung dengan satu hentakan kaki sebelum akhirnya ia berlalu meninggalkan gadis itu.

"Apa apaan itu barusan? Laki laki itu menggertakku?! Aku?! Digertak?!" Soojung membatin.

"YAK! AKU BELUM SELESAI JEON JUNGKOOK!" Soojung berteriak memanggil jungkook. Tetapi laki laki itu tetap meneruskan perjalanannya tanpa memperdulikan gadis di belakangnya. Jungkook terlalu malas untuk beradu argumen dengan gadis keras kepala dan juga cerewet seperti Soojung.

Sementara Soojung masih sibuk mencari cari kesalahan Jungkook, tanpa ia sadari laki laki tersebut ternyata menghentikan langkahnya. Soojung pun ikut berhenti. Dan menatap punggungnya. Sebelum beberapa detik kemudian Jungkook membalikan badannya dan menarik tangan Soojung tiba tiba. Membawanya paksa untuk berbalik arah.

Soojung yang terkejut berusaha melepaskan tangannya. "Yak! Jungkook, apa yang kau lakukan?? Lepaskan tanganku!" Soojung masih berusaha menarik tangannya untuk lepas sebelum sebuah suara menghentikan langkahnya dan Jungkook.

"Jeon Jungkook!"

Soojung menoleh dan melihat sosok perempuan yang mungkin sebaya dengannya. Ia tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, karena ia memiliki kelemahan pada pengelihatannya. Tetapi ia dapat mengetahui gadis yang berdiri di ujung jalan sana memiliki aura yang tidak biasa. Entahlah, Soojung hanya merasakannya.

"Itu benar kau kan Jeon Jungkook?!" Gadis itu kembali bersuara memastikan bahwa laki laki yang dilihatnya memanglah Jeon Jungkook.

Jungkook masih belum melepaskan tangan Soojung. laki laki itu juga tidak merubah posisinya. Genggamannya menjadi lebih erat, mungkin jika tulang tulang Soojung terbuat dari bongkahan lilin maka saat ini ia harus mengucapkan selamat tinggal pada tangannya.

Jungkook hanya diam, seakan akan sesuatu memaku kakinya dengan jalanan. Tidak berselang lama Jungkook kembali menarik tangan Soojung untuk pergi. Tetapi kali ini Soojung menarik tangannya lebih kuat dan berhasil melepaskannya.

Jungkook pun menoleh, dan melihat Soojung menatap tajam kearahnya. Seakan akan memberi isyarat "apa kau gila? Kau benar benar ingin mati?" Tetapi sesuatu yang lain menarik perhatiannya lebih..

Gadis yang berdiri di belakang Soojung, yang sedang menunjukan senyuman yang sangat lebar. Senyuman yang begitu membuat hati Jungkook sakit.

Gadis itu berlari kecil menghampiri Jungkook, masih dengan senyuman yang terbentuk di wajahnya yang mungil. Sebelum sempat menghambur ke arah laki laki yang ia rindukan, Gadis itu terkejut ketika kejadian yang begitu cepat itu terjadi di hadapannya.

Kejadian yang cukup membuat mata gadis itu terbelalak cukup lebar, bahkan tidak hanya gadis itu, Soojung pun tak kalah terkejutnya dengan gadis itu.

"Jangan berkata apapun. Akan kujelaskan nanti." Bisik Jungkook pada Soojung penuh penekanan. Berharap gadis dihadapannya bisa mengerti situasinya.

Jungkook kembali menarik pergelangan tangan Soojung. Kali ini Soojung diam saja, mengikutinya tanpa perlawanan. Jungkook kembali melirik ke arah gadis dibelakang Soojung yang masih berdiri mematung dengan tatapan bingung sekaligus tidak percaya.

Sementara itu Soojung masih mencoba mencerna apa yang barusan terjadi padanya. Bahkan seakan akan otaknya pun mendadak tidak bisa dipakai untuk berpikir. Sangking terkejutnya, Soojung sampai tidak tahu harus melakukan apa pada laki laki yang sedang menarik tangannya kini. Dia tidak tahu apa maksud dari perlakuan Jungkook tadi. Jadi dia hanya diam mengikuti kemana laki laki ini akan membawanya.










"Di sebuah sore, saat angin musim semi yang hangat berhembus...



Ia... mencuri ciuman pertamaku."

The Moon and The StarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang