Into it

45 2 3
                                    

AUTHOR P.O.V

Soojung berusaha keras untuk menyembunyikan wajahnya dibalik blazer Jungkook yang tanpa ia sadari sedari tadi tersenyum melihat keanehannya itu.

"Apa kau menyukai aroma parfum ku Lee Soojung?"

Soojung langsung menghentikan kegiatannya dan menatap ke arah Jungkook tajam.

"Hah.. kau sudah gila?! Cepat turunkan aku Jeon Jungkook.. sebelum ada yang melihat, astagaa kau benar benar memperburuk image ku." Ucap Soojung sedikit berbisik padanya.

"Bhukk!"

"Akh.. YHAK!"

Tanpa aba aba Jungkook langsung menjatuhkan tubuh Soojung di lantai.

"Kenapa kau berteriak ke arahku?" Tanya Jungkook polos sambil memegangi telinganya.

"Suaramu itu menyakiti gendang telingaku tau?" Lanjutnya.

"AISHH.. Kau benar benar mau mati Jeon Jung.. akh.. sudahlah lupakan." Ancam Soojung yang langsung berdiri mengacungkan kepalan tangannya dan lupa bahwa dirinya mengalami sedikit cidera di kakinya.

Soojung berjalan menjauhi Jungkook. Namun ia kembali dan merebut jaket yang terikat di pinggang Jungkook. Masih dengan langkah kaki yang terseok seok.

"Akan kubersihkan. Jangan bawel." Kemudian kembali berlalu meninggalkan Jungkook dengan wajah kesal khas nya.

Sementara itu Jungkook masih memperhatikan Soojung dari balik punggungnya. Dapat ia lihat bahwa kaki gadis itu terkilir. Tetapi gadis itu begitu keras kepala untuk menerima bantuannya.

"Aisshh.. dasar keras kepala."

•••••••••••••••

SOOJUNG P.O.V

"Soojung-ah.. kau yakin tidak ingin ku antar pulang?" Tanya Hara membujuk.

"Tidak.. sudah aku baik baik saja.. aku akan menelpon paman Jang untuk menjemputku atau mungkin si Seokjin menyebalkan itu." Jawabku meyakinkan.

Walaupun kami teman dekat, tetapi aku benar benar tidak ingin merepotkan Hara. Aku tahu bahwa ia tidak boleh terlambat mengikuti kelas musiknya. Mengingat ia akan mengikuti sebuah perlombaan di Macau.

Walaupun berisik seperti itu Hara adalah pianis yang hebat. Ia bisa menuangkan segala macam emosinya kedalam lagu yang ia bawakan.

"Baiklah kalau begitu.. aku tidak mau memaksa.. aku duluan yaa.. Hati hati jaga dirimu.. telpon aku jika kau kenapa kenapa." Tukasnya sebelum masuk kedalam mobil yang menjemputnya.

Aku melambaikan tanganku padanya. Sebelum mobil yang ia tumpangi, menjauh dari pandanganku.

Sejujurnya paman Jang tidak bisa menjemputku hari ini. Karena ia harus pergi mengantar isterinya pulang ke kampung halaman. Mertuanya sedang sakit sehingga isterinya harus menginap disana untuk menjaga orang tuanya.

Sedangkan si Seokjin. Sudah dapat aku pastikan. Dia tidak mengaktifkan ponselnya ketika sedang bekerja. Dan yang lebih sialnya lagi. Di dompetku hanya cukup untuk membayar ongkos bis.

"Aku benar-benar tidak beruntung hari ini. Ini semua karena si pesut menyebalkan Jeon Jungkook!" Gumamku kesal dalam hati sambil menatap jaketnya yang berada dalam genggamanku.

Aku menghela nafas yang berat. Dan kemudian ku langkahkan kakiku menuju halte bus. Tidak berapa lama Bus yang ku tunggu datang.

Akupun masuk dengan susah payah. Kakiku benar benar terasa sakit sekali ketika aku berhasil duduk. Ku tatap lututku yang memar kebiruan, dan pergelangan kaki kiriku yang bengkak.

The Moon and The StarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang