Hiraeth

41 2 0
                                    

SOOJUNG P.O.V

"Haruskah ku tanyakan pada Jungkook apa hubungan dirinya dengan ibunya Minhyun?" Gumamku dalam hati. Aku masih penasaran, bagaimana bisa bibi Hwang kenal manusia menyebalkan ini?

"Soojung-ah? Yang tadi itu siapa?" Belum sempat aku membuka pembicaraan, laki laki ini lebih dulu menanyakan kepadaku.

"Kau tidak mengenalnya?"

"Ah.. aku sangat mengenal baik wanita itu Soojung-ah.."

"Lalu kenapa kau bertanya padaku."

"Dasar bodoh, kalau aku tahu untuk apa aku bertanya."

"Dia ibu dari sahabatku."

"Bagaimana dia bisa mengenalku?"

"Mana aku tahu bodoh. Turunlah, sudah sampai." Jawabku ketus.

Jungkook menyebalkan ini tidak mengenal Bibi Hwang. Lalu bagaimana bisa Bibi mengenalnya? Si Manusia es Minhyun juga tidak mengatakan apapun soal hubungannya dengan Jungkook.

Aku masih tenggelam dengan pikiranku sendiri, sambil memandangi punggung laki laki di depanku.

"Jungkook-ah ada apa sebenarnya?" Tanyaku dalam hati.

••••••••

AUTHOR P.O.V

Wanita itu masih memandangi sosok dihadapannya. Sebuah senyuman tergambar di wajahnya. Di sentuhnya pipi laki laki itu. Masih dengan senyuman yang tidak luput dari wajahnya.

"Sudah lama sekali.. Minhyun-ah"

Pria itu tidak mengatakan apapun, benar apa yang dikatakan Soojung. Laki laki itu sangatlah dingin. Ia hanya menatap lurus wanita dihadapannya dengan tatapan datar yang biasa ia tunjukan.

Sulit sekali di tebak memang laki laki bernama Minhyun itu. Sementara wanita itu terus melanjutkan apa yang ingin ia katakan.

"Maafkan ibu nak.. karena tidak sempat menjengukmu. Ibu tidak bisa memaksakan kehendak dengan membuatmu pindah ke Jepang. Ibu hanya mencoba untuk mengikuti semua keinginanmu dan ayahmu.."

Wanita itu berusaha keras menahan tangisnya.

"Kenapa Minhyun-ah... dengan seperti ini kau membuat Lee Soojung semakin menderita.. ibu tidak bisa.."

Air mata yang selama ini berusaha ia tahan akhirnya jatuh. Anak laki laki di hadapannya tidak menjawab apapun. Banyak yang ibunya tidak mengerti mengenai dirinya. Sejauh ini yang Ibunya tahu adalah..

Hwang Minhyun yang selalu menghormati sosok wanita. Hwang Minhyun yang memiliki pemikiran dewasa yang begitu cerdas. Hwang Minhyun yang selalu menjadi kebanggaan ayahnya. Hwang Minhyun yang begitu memuliakan ibu dan adiknya. Hwang Minhyun yang amat mencintai Lee Soojung.

Semua itu telah ia ketahui, setiap rencana yang sudah anaknya susun untuk masa depan ibu dan adiknya, juga untuk dirinya sendiri. Semuanya telah wanita itu ketahui.

Namun ada satu hal yang tidak ibunya mengerti. Alasan kenapa anaknya memilih hidup yang seperti ini.

Hari itu wanita bernama asli Shin Haeyeon itu tidak bisa berkata apapun lagi. Ia menangis sejadi jadinya dihadapan anak yang sangat ia rindukan itu.

"Minhyun-ah.."

•••••••••

JUNGKOOK P.O.V

"Jeon Jungkook!!" Teriak Hara dari ambang pintu kelasnya.

"Aahh kau berisik sekali Choi Hara.."

Gadis itu tiba tiba muncul di ambang pintu dan berteriak memanggil namaku. Aku bahkan tidak tahu alasannya kenapa ia seperti itu.

Aku kembali melipat lenganku dan menenggelamkan wajahku di baliknya. Namun gadis itu justru menarikku.

"Jungkook-ah.. Apa kau barusan bertemu dengan ibunya Minhyun??"

"Tidak tahu.."

"Jeon Jungkook!!"

"Ada apaa?!!"

"Jawab pertanyanku.."

"Tidak tahuu.. aku bahkan tidak mengenal siapa itu Minhyun.."

Hara masih memandangiku dengan tatapan tidak percayanya. Demi neptunus aku benar tidak tahu siapa itu Minhyun dan siapa ibunya.

"Aigoo.. wanita.. di halte.. yang tadi kau dan Soojung.." Hara mencoba menjelaskan lagi siapa yang ia maksud.

"Aahh.. aku ingat. Ada apa dengan wanita itu?"

"Kau tidak mengingatnya?!"

Aku diam sejenak mencoba menelaah perkataan Hara. Mengingatnya? Aku merasa bahkan wanita itu belum pernah aku temui sebelumnya. Bagaimana mungkin aku mengenalnya.

"Hwang Minhyun.. kau tidak pernah mendengar nama itu Jungkook?"

Entah apa yang gadis ini bicarakan, tidak satupun pertanyaan yang ia ajukan bisa aku pahami. Hwang Minhyun, wanita di halte, ada apa dengan mereka?

"Kau benar benar tidak ingat kejadian itu Jungkook-ah?"

Kejadian apa yang gadis ini bicarakan. Ada apa sebenarnya. Ada apa dengan orang orang hari ini.

Lee Soojung yang selalu tiba tiba muncul di pikiranku saja sudah cukup membuat pusing. Sekarang ditambah lagi dengan pertanyaan yang sedari tadi Hara ajukan. Ada apa dengan ini semua.

"Malam itu Jeon Jungkook.. 2 tahun yang lalu.. oh astagaa.. Minhyun, Soojung, dan Kau, tidak ingat?!"

"Kau ini bicara apa Hara-ya? 2 tahun lalu kejadian apa?? Aku tidak tahu apa yang kau bi.."

Tiba tiba saja aku mengingat sesuatu. Apakah mungkin yang hara maksud adalah malam itu? Tidak.. tidak mungkin..

"Kau mengingatnya bukan? Jeon Jungkook.."

Aku masih menatap hara ketika suara itu muncul dari arah pintu..

"Ada apa dengan 2 tahun yang lalu Choi Hara?" Tanya Soojung tiba tiba membuat sunyi diantara kami bertiga.

Terlihat ekspresi Hara yang seketika berubah. Wajahnya mengisyaratkan ke kalutan dalam dirinya ketika Soojung menanyakan hal itu.

"Choi Hara.. katakan padaku.. ada apa dengan 2 tahun yang lalu.."

Aku hanya diam mencoba mengingat kejadian sebenarnya . Ku tatap lekat wajah Soojung yang kini sudah berada di hadapanku dan Hara. Wajah menyebalkan yang belakangan ini selalu hadir di dalam setiap mimpi dan pikiranku.

"Tidak mungkin.."

Tiba tiba saja semuanya menjadi jelas bagiku. Kurasa kini aku tahu jawabannya.
















"... bahkan sang bintang tidak bisa menemui bulannya apabila kegelapan tidak menyelimuti malam itu.."

The Moon and The StarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang