(BELUM DI REVISI, MAAF JIKA MASIH BANYAK KESALAHAN)
Mungkin cerita ini gak sebagus Dear Nathan, gak sekeren My Ice Girl, gak semenarik Mariposa, gak semenakjubkan MeloDylan, gak se-amazing SIN, gak sebaik Darka, gak se-wow Artha, dan gak se-booming...
Jangan lupa Vote and Comment ya teman! :) Maaf kalo ada kesalahan alias typo, karena typo itu manusiawi 😂✌
Selamat membaca!
***
Gadis itu kini menatap malas kearah sebuah mobil hitam yang terparkir di pelataran rumahnya. Ia sama sekali tak ingin pergi bersama Rafa, namun jika ia tidak menepati janjinya maka pria brengsek itu akan membuat sebuah kekacauan.
Rafa meneliti penampilan Hanin dari atas sampai bawah. Sejenak matanya berhenti bergerak.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hanin yang merasa diperhatikan mulai risih, ia menatap pemuda itu galak, "Ngapain lo liatin gue?! Gue bukan hantu kali, " Tuturnya kesal.
Rafa gelagapan, "Sorry, lo cantik malam ini, "
Hanin memutar mata jengah, "Jadi kemarin-kemarin dan tadi gue jelek gitu?" Sungutnya sebal, "Terus lo gak nyuruh gue masuk? Yaudah syukur kalo gak jadi, " Gadis itu hendak berbalik namun sebuah tangan mencekalnya. "Galak amat, ya jadi lah. Cepet masuk, " Titah Rafa.
Rafa menggeleng frustasi. Tingkah gadis ini sungguh membuat darahnya mendidih sekaligus berdesir gugup. Ia segera melajukan mobilnya menuju sebuah tempat.
Hanin mengotak-ngatik handphonenya dengan senyuman samar. Gadis itu tersenyum membaca setiap kata yang diterimanya dari Daren lewat pesan Whatsapp.
Orang Gila: Udah makan? Mendingan lo jangan makan, biar kurusan dikit tuh badan:v
Hanin yang membaca pesan itu merasa geram sekaligus geli. Ia segera membalas pesan itu dengan cepat.
Hanindya Apr: Gue udah kurusan bego! Kalo gue gak makan, bisa-bisa gue berubah jadi tengkorak hidup.
Orang Gila: Nah itu lebih bagus daripada badan kaya pegulat sumo:v
Hanin meremas rok yang dikenakannya dengan gemas. Senyuman terukir jelas di keuda sudut bibirnya. Gadis itu segera membalas pesan Daren.
Hanindya Apr: Anjir! Gue kagak gendut koplok! Tau ah, sakit hati gue.
Beberapa menit kemudian tak ada balasan. Hanin masih bisa menunggu dengan sabar. Setelah sekian lama, tetap tak kunjung sebuah balasan. Gadis itu menatap handphonenya marah.
Hanindya Apr: Read pc gue, BGST!
Tetap tak ada balasan. Hanin benar-benar marah, ia membanting pelan benda pipih itu ke dashboard mobil. Rafa yang melihat hal itu mengernyit heran, "Kenapa?" Tanyanya.
"Enggak, " Jawab Hanin sekenanya. "Kita mau kemana?"