Sesum 20 Februari , by Xiu
Tema : Agen Ganda
Genre : Misteri, Action
Keywords : Pengkhianat, Akting, Tampon
Mission Accomplished
Sebuah mobil hitam dengan kaca serba hitam meluncur mulus di jalan utama Longdown, berhenti tepat di depan apartemen mewah menjulang. Sang supir turun, membukakan pintu untuk sosok yang duduk di bangku belakang.
Sosok tegap berbalut long coat hitam selutut muncul dari pintu yang terbuka. Tubuhnya tinggi gagah, rambut hitam tersisir rapi ke belakang, kacamata hitam elegan menambah sempurna penampilannya yang menarik mata siapa saja yang kebetulan lewat.
Tangan yang terbungkus sarung tangan kulit diselipkan di dalam saku jaket panjang yang membungkus tubuhnya dengan sempurna. Sepatu hitam berkilap berderap seiring langkah santai sang pemilik. Setiap ketukan menimbulkan irama tersendiri, membuat semua yang ada di ruangan menahan napas tanpa sadar.
Sekuriti gedung bahkan tidak tergerak untuk memeriksanya, mempersilakannya lewat langsung menuju lift yang akan membawanya ke tempat yang ditujunya.
Semua menyapa dalam diam, lewat kepala tertunduk badan membungkuk.
Entah siapa dia, tidak ada yang tahu pasti. Hanya insting mereka yang memberi tahu agar sedapat mungkin jangan berurusan dengan pria muda itu. Pria tampan yang selalu muncul di hari Selasa, tepat pukul 7 malam, keluar tepat pukul 9 malam.
Tanpa mempedulikan makhluk-makhluk yang terus mencuri pandang lewat lirikan ekor mata ke arahnya, Axel terus menuju ke elevator yang akan membawanya ke lantai 6 kamar nomor 9, kamar milik Ale.
Kunci berupa kartu digesek, bunyi pelan ‘bip’, pintu pun terbuka.
Senyum tipis samar tersungging di bibirnya saat mendengar erangan tertahan dari dalam kamar yang pintunya tidak tertutup.
Ruangan temaram yang hanya diterangi lampu duduk di sudut ruangan sedikit berdebu, tak lagi terurus semenjak sang nyonya rumah tak lagi pulang. Sang tuan rumah? Pfft ….
Axel tidak melepas sepatunya, suara langkah kakinya di atas lantai yang dilapisi papan berpelitur membuat suara erangan dari dalam kamar kian keras, seperti meminta perhatiannya.
Ya. Sang tuan rumah saat ini memang sedang di dalam kamar, terbaring terikat dalam keadaan menyedihkan, tanpa busana. Matanya ditutup dengan kain hitam, sementara mulutnya disumbat dengan penyumbat mulut sebesar bola pingpong berongga, air liurnya terus menetes dari rongga-rongga yang diperuntukkan sebagai lubang bernapas itu. Ikatan yang mengikat tubuhnya juga bukan ikatan sederhana, melainkan ikatan rumit yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benar sudah terlatih.
“Hmm … mmnghhhh … nnngghh ….”
Tatapan Axel dingin, wajahnya tanpa ekspresi. “Ahhh, kamu sudah tak sabar rupanya?” Ritme dalam suaranya berbanding 180 derajat dengan raut mukanya yang datar. Siapa pun yang tak melihat langsung wajahnya saat ini, pasti akan tertipu dengan akting dalam suaranya yang rendah menyejukkan.
Tubuh tanpa busana di atas ranjang menggeliat gelisah, kakinya yang diikat mengangkang memperlihatkan genitalnya yang ereksi, kerutan di antara dua bongkahan berkedut meminta perhatian. Seutas benang terselip di antaranya.
Mendekati tubuh menyedihkan, perlahan wajah tanpa ekspresi itu mulai menautkan alis, berkerut jijik, mengulurkan tangan yang masih bersarung tangan menyusuri lekuk tubuh gagah, dari kening turun ke hidung, terus ke bibir, mencubitinya sedikit, lalu bergerak lagi ke dada, menyentuh sekilas puting tegak yang menantang untuk disentuh. Saat ujung jarinya menyentuh puting cokelat itu, tubuh si pemilik terlihat jelas bergetar hebat, lenguhan tertahan terdengar dari balik penyumbat mulut.
KAMU SEDANG MEMBACA
SeSum - Selasa Mesum
De TodoKompilasi cerita Mesum untuk yang berumur 21++ Makasih banget buat yang dengan setia dan sabar menunggu hingga hari Selasa, menunggu Apdet Sesum. *geleng geleng pala*
