SESUM 20 Februari 2018
Tema : Agen Ganda
Genre : Misteri, Action
Keyword : pengkhianat, akting, tampon
***
"Tunggu aba-aba dariku."
Pria dengan setelan hitam, serta pistol di tangannya memberi arahan. Iris matanya biru keunguan, dengan potongan rambut mohawk, jambang tipis menghiasi wajahnya yang rupawan.
"Steve, apa benar yang informan kita katakan?"
"Jack, kau meragukan itu?" Steve menatap Jack tajam. Mata biru keunguan itu selalu membuat siapa pun takluk. Tanpa terkecuali.
"Cih, jika kau takut, lebih baik kembali saja ke markas!"
"A-aku tidak takut, Joe!" Jack memukul pelan bahu pria di sampingnya.
Steve mengangkat sebelah tangannya, "Kita sedang dalam misi. Simpan kekonyolan kalian di markas nanti."
Jack dan Joe mengangguk, "Baik, Ketua!"
Steve melangkah mengendap-endap, menempel pada sisi tembok. Matanya menatap awas keadaan sekitar. Pistol di tangannya selalu siaga. Entah-entah kapan saja pihak musuh akan datang menyerang.
"Lindungi satu sama lain." Steve menoleh ke belakang.
"Kau dengar itu, Jack? Jangan gegabah!" Joe memukulkan ujung pelatuk pistolnya di dahi Jack.
"Aduh! Sakit, Joe!" Jack mengusap dahinya, membuat Joe tertawa tanpa suara.
Steve memutar bola matanya, hubungan kedua anak buahnya ini begitu mencurigakan untuknya.
"Jika seperti ini, kita lebih baik berpencar." Steve berhenti di sebuah jalan bercabang.
"Aku dan Jack ke arah kanan. Joe, kau ke arah kiri. Paham?"
"Paham, Ketua." Jack dan Joe menjawab serentak. Steve melangkah dulu.
"Jack, jangan lupa lepas tampon milikmu." Joe menahan bibirnya agar tidak membuat senyuman.
"Dasar penghianat! Kau mau membuka aibku di depan ketua, hah?!" Jack memukul bahu Joe. "Sudahlah. Aku menyusul ketua."
Joe mengangguk, "Jaga dirimu.". Jack mengangguk dengan mengacungkan ibu jarinya.
Joe menatap punggung Jack yang semakin lama semakin mengecil. Dan melangkah ke arah sebaliknya.
Suara letusan timah panas terdengar nyaring. Asalnya dari arah Steve dan Jack. Pasti ada masalah. Joe berlari, dan benar saja. Steve bersandar di tembok dengan terbatuk. Tangannya memegang dada, darah merembes dari bajunya dengan deras.
"Ketua, bertahanlah!" Joe terduduk di samping Steve.
"Uhuk ... tidak usah, Joe. Aku ... tidak apa."
"Siapa yang melakukan ini, Ketua?"
Steve menggeleng, tangannya menyerahkan pistol miliknya di tangan Joe. "Selesaikan misi kita, Joe. Kau ... harapan terakhirku."
Mata Steve terpejam. "Ketua! Ketua! Bangun, Ketua!" Joe menekan dada Steve, didekatkannya telinga di dada Steve. Joe menggelengkan kepala, tangannya terkepal erat.
Digenggamnya erat pistol milik Steve. Tidak akan sia-sia pengorbanan Steve, itu sumpah Joe!
***
Joe melangkah cepat menyusuri lorong. Jack akhir-akhir ini bersikap aneh. Joe memutuskan memata-matai Jack. Dan dugaannya benar. Jack pergi ke suatu tempat asing. Dan sialnya, Joe kehilangan jejak Jack. Matanya menatap awas. Tangannya bersiaga, siap membidik siapa pun.
"Ahh ... Ahhh ...."
Joe berhenti. Suara desahan siapa itu? Seperti familiar di telinganya.
"Lebih cepat! Lebih cepat!"
Joe mengintip, matanya terbelalak. Ini tidak mungkin!
Jack di sana, tengah mendesah di bawah tindihan seorang pria berkulit hitam.
"Kau adalah agen ganda ternikmat, Jack! Lubangmu sangat ketat!" Pria kulit hitam itu meracau.
"Oh! Oh! Ah ... aku sangat ... bahagia jika kau ... Ah ... bangga dengan aktingku, Ah!" Jack merangkulkan kedua tangannya di leher pria itu.
"Ahhh ... persiapkan dirimu menerima semprotanku!"
"Ahhhh ... baik, Bos!"
Mereka melenguh dengan tubuh menegang. Keringat mengalir menghiasi tubuh kedua manusia tanpa sehelai benang pun itu.
"Jadi, kau telah membunuh Steve itu?"
Jack mengangguk, "Sesuai perintahmu, Bos. Dan aku mendapatkan tampon rahasia milik mereka."
Kepala Joe memanas. Diangkatnya pistol di tangannya, matanya memicing.
Dor!
Pria kulit hitam itu tersungkur dengan peluru menembus tulang tengkorak kepalanya. Jack kaget, dan menemukan Joe dengan pistol berasap.
"Joe ...." Hanya kata itu yang sanggup lolos dari mulut Jack. Joe tersenyum remeh. Meludah di lantai yang dipijaknya. Bisa-bisanya dia melihat orang hanya dari sampulnya saja.
Orang yang disangkanya baik, ceria, dan polos, ternyata adalah makhluk paling durjana di muka bumi.
"Kau ... tidak pantas hidup, Bajingan!"
Dor!
"Aku menyesal pernah menaruh hati pada serigala berbulu kelinci sepertimu."
Tamat
KAMU SEDANG MEMBACA
SeSum - Selasa Mesum
LosoweKompilasi cerita Mesum untuk yang berumur 21++ Makasih banget buat yang dengan setia dan sabar menunggu hingga hari Selasa, menunggu Apdet Sesum. *geleng geleng pala*
