Balas Dendam Hantu

2.4K 17 0
                                        

Tema: aura model majalah mesum
Genre: horror, romance, humor
Keyword: viagra, ,semut, majalah porno , chef.

warning! cerita tidak masuk akal!
By : DindaAlishaMeiFattah

***

Seorang pemuda dengan rambut berwarna hitam tengah memegang sebuah majalah porno yang menampilkan foto wanita telanjang. Iris kelabunya menatap ekspresi menggoda wanita di hadapannya.

Membalik sampulnya, matanya terbelalak iklan viagra dengan merk semut hitam yang terkenal. "Mahal sekali! Kapan aku bisa membelinya?" ujarnya menggelengkan kepala.

Dering ponsel di atas meja mengalihkan perhatiannya. Dengan malas, pemuda itu meraih benda pipih tersebut. "Ada apa? Baiklah. Aku akan segera ke sana." Pemuda itu mengakhiri panggilannya.

Bibirnya mengembuskan napas berat seraya mengusap wajah. Pekerjaan sebagai chef terlalu menguras tenaganya. Bahkan, banyak gunjingan tentang dirinya yang termasuk golongan tampan nan kaya, namun masih jomblo itu membuatnya dikira homoseksual.

"Aku akan kembali untukmu, Sayang." Pemuda itu mencium sampul majalah porno itu penuh cinta, hingga air liur menempel di sana. Iyuh ....

Tangannya meraih kunci mobil dan beranjak keluar kamar. Sepanjang jalan menuju garasi mobil, banyak orang menyapanya. Bahkan dia tidak mengenal mereka karena terlalu banyak kesibukan yang membuatnya jarang bersosialisasi di sekitar lingkungan apartemen.

Ketika memasuki mobil, dia merasakan ada sesuatu yang janggal. Seperti familiar, tapi ... ah, sudahlah! Mungkin hanya perasannya.

Pemuda itu memundurkan mobil, dan beranjak dari pelataran garasi. Tangannya memutar radio, terdengar gemerasak sebentar sebelum suara seorang wanita terdengar dari kotak kecil tersebut.

"Malam ini, kami akan membawakan cerita horor dari salah seorang narasumber. Dia menceritakan kejadian yang dialami temannya. Namanya kita samarkan menjadi Mawar ...."

Sudut bibirnya terangkat, ucapan penyiar radio itu lucu menurutnya. Selalu mawar, kenapa tidak melati atau kamboja?

"Suatu hari, Mawar sedang mengikuti audisi diantar oleh teman lelakinya. Namun, Mawar diperkosa dan di turunkan di pinggir jalan ...."

Pemuda itu menggelengkan kepala, masih ada orang yang tega pada wanita seperti itu.

"Kabarnya, Mawar dibunuh oleh begal yang saat itu hendak dimintai tolong olehnya. Dan sejak saat itu, arwahnya tidak tenang ...."

Tangannya mematikan radio. Tiba-tiba saja, bulu kuduknya berdiri setelah mendengar cerita dari penyiar radio tadi.

"Itu bisa saja rekayasa, 'kan? Sudah. jangan dipikirkan." Pemuda itu menyemangati dirinya sendiri.

Di depannya ada tikungan tajam, pemuda itu berbelok tapi sorot cahaya lampu dari kendaraan lain membuatnya silau. Refleks, dia membanting stir dan ... semuanya gelap.

"Sayang, bangun!"

Pemuda itu mengerjapkan mata, memandangi sekelilingnya. Seorang wanita tersenyum di atas tubuhnya dengan mengenakan lingeri berwarna hitam yang kontras dengan kulit pucatnya. Lingerie transparan itu tidak menyembunyikan apa pun bagian tubuhnya. Bahkan, menggoda untuk dinikmati.

"Kau terlalu lama tertidur ...."

Jemarinya bermain di antara kancing baju yang dikenakan pemuda itu. Telunjuknya menelusuri struktur wajah, leher, hingga dada bidang si pemuda yang refleks melenguh.

Wanita itu dengan cepat melucuti semua yang dikenakan si pemuda tanpa bersisa.

"Uh ... lihatlah! Kau sudah menegang," bisiknya menggoda di telinga si pemuda dengan bibirnya mengulum cupingnya.

Tiba-tiba, wanita itu menyingkap lingeri yang dikenakannya, dan memasukkan kejantanan milik sang pemuda dengan sekali hentakan.

"Ah! Kau begitu keras!"

Dengan gerakan cepat, dia menarik turunkan tubuhnya di atas pemuda itu. Gerakannya begitu liar.

"Kau tahu, aku akan memberikan apa pun untukmu!" serunya dengan tetap menggenjot tubuhnya sendiri.

Tangan sang pemuda meremas dua bongkahan yang bergerak menggoda di dada wanita itu dengan gemas.

"Walau pun aku harus menjadi pelacur, aku rela!"

Pemuda itu tidak mendengarkan. Fokusnya kini untuk mendapatkan kenikmatan setinggi-tingginya yang lama tidak dirasakan. Dia rasa, sebentar lagi akan meledak.

"Tapi, kau malah menghancurkanku! Ahhhhhh!!"

Tubuh wanita itu melengkung diiringi cairan yang mengalir dari sela pahanya. Dia tersenyum. Wajahnya mendekat, embusan napasnya terasa di ceruk sang pemuda.

Pemuda itu membeliakkan mata, merasakan benda tajam menancap di lehernya. Tubuhnya lemas, dan berakhir dengan kegelapan.


Tamat.

SeSum - Selasa MesumCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang