8. Sadar

3.5K 417 19
                                        

Warning: Typo!


- Happy Reading! -














Jungkook menginjak pedal gas mobilnya tidak santai. Pikirannya kalut dan masih dipenuhi dengan rasa penyesalannya.

Bodoh. Jungkook bodoh.

Bagaimana bisa selama ini dia tidak tahu.

"ARGHHHHHHHH!" Teriakan frustasi jungkook tenggelam bersamaan suara decitan ban mobil dengan aspal karena pedal rem yang ia injak mendadak.

Gelap dan sepi.

Jungkook tidak sadar sedang dimana saat ini. Dikanan dan kirinya hanya ada kumpulan pohon besar dan tinggi. Anak itu memutuskan untuk keluar dari mobilnya-- berharap udara malam bisa membantu menenangkan pikirannya.

"Haaah... ". Helaan nafas berat untuk kesekian kalinya terdengar. Tentu saja karena pikiran Jungkook yang kembali berkeliaraan soal apa yang baru saja ia tahu. Masa lalunya bersama Jieun Noona yang semula terkenang indah berubah menjadi masa lalu yang kelam.

Gelap seperti dasar laut dalam.

Jungkook bahkan tidak sudi lagi untuk menyebut perempuan itu mantan terindahnya.








"Kamu adalah sumber masalahnya Jungkook!!! KARENA KAMU!! "








Jungkook meremas rambutnya ketika kepalanya mendadak sakit saat kata kata Namjoon hyung kembali terngiang ditelinganya. Kata-kata itu terus saja berputar putar seperti tidak ada niatan untuk berhenti. 






Dan akhirnya malam itu Jungkook menangis.


:

:

::





"bunda~" Taehyung memanggil Bundanya drngan suara lucu.

"ada apa sayang?"

"kemana ayah? kenapa jam segini belum pulang?"

"oh iya tadi ayah sempat menelepon bunda katanya akan pulang sedikit terlambat"

"oh begitu.."

"kenapa? Ada yang ingin kamu bicarakan sama ayah?"

"ah tidak ada yang serius kok bun, tae cuma ingin membicarakan soal camping minggu depan saja tapi ayah belum pulang mungkin besok saja tae bicarakan sama ayah. Yasudah tae kekamar dulu ya bun mau mengerjakan PR"

"hm iya eh- sayang tunggu sebentar bunda ingin bicara sesuatu dulu"

"ada apa bun? Bunda ingin bicara apa?" Taehyung mengerjap penasaran.

Bunda kim menaruh piring kotor yang sempat diangkatnya keatas meja makan lagi lalu menghampiri anaknya.

"Taeby anak bunda..", Bunda kim membawa Taehyung kedalam pelukannya, "kamu baik baik saja kan sayang?"

"hah? Maksud bunda apa? Tae baik kok, bunda lihat sendirikan?"

"iya sayang bunda lihat, Bunda hanya khawatir, Kamu jangan berusaha terlalu keras ya sayang kamu itu sudah menjadi anak hebat untuk Bunda"

Taehyung mengerti, tapi memilih berpura pura tidak tahu. "Bunda ini bicara apa sih? Memang tae berusaha untuk apa?"

Bunda kim menghela nafasnya mendengar jawaban anaknya.

"kamu pasti tahu maksud Bunda, tae. Bunda hanya tidak mau melihat anak bunda sakit dan tertekan. Kamu tidak sekuat itu, jadi kalau kamu merasa sakit menangis saja tidak apa-apa, ada bunda sayang.." Bunda kim kembali menarik Taehyung kedalam pelukannya.

LOVE {Kooktae GS}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang