Hai lama ya tidak up😁 gimana sehat semua yaa..
Warning : Typo!
- Happy Reading! -
Besok adalah hari yang paling ditunggu seluruh siswa tingkat tiga karena akan segera mengesahkan kelulusannya di tingkat menengah atas. Tapi lain hal dengan Jungkook yang malah menjadikan hari ini adalah hari yang paling dia tunggu setelah seminggu lamanya karena hari ini kekasih hatinya akan pulang. Tentu, bersama ayah dan Bunda Kim. Terselip perasaan bahagia yang meletup didada Jungkook, tapi Jungkook juga tidak bisa memungkiri disana juga ada perasaan khawatir tentang apa yang akan terjadi nanti setelah mereka kembali bertemu.
Jungkook sangat berharap jika segala ketakutannya tentang Taehyung yang harus ikut pindah bersama kedua orangtuanya setelah wisuda itu tidak akan pernah terjadi. Ia sudah begitu tergantung dan terbiasa akan kehadiran Taehyung disampingnya jadi bagaimana kalau itu terjadi?,
sungguh bahkan membayangkannya saja Jungkook tidak sanggup.
.
Pagi hari ini ketika Jungkook asik menoton acara kartun, suara bell apartemennya berbunyi. Jungkook segera beranjak membuka pintu. Wajahnya sudah terlalu gugup jika saja tebakannya soal kedatangan Taehyung berserta Ayah dan Bunda Kim benar. Tapi setidaknya Jungkook bisa bernafas lega ketika mendapati Sang kakak yang malah datang berkunjung.
"wajah kamu kenapa tegang gitu? seperti melihat hantu saja" ujar Seokjin sambil berjalan masuk.
"ini bahkan lebih membuatku takut Noona" Jungkook menjawab setelah menutup pintu.
Seokjin mengernyit tapi terus berjalan masuk kearah dapur seakan itu memang apartemen miliknya sendiri.
"kamu sedang membicarakan apasih?" tanya Seokjin sambil membereskan makanan yang Ia bawa. Seokjin memang tidak akan berkunjung dengan tangan kosong, pasti saja ada yang dibawa untuk Jungkook. Maklum, Seokjin itu tipe-tipe kakak yang terlalu sayang adik padahal terkadang Jungkooknya yang tidak tahu terimakasih dan malah menganggap kakaknya itu berlebihan.
"oh iya Jungkook, dimana adik ipar Noona?"
Karena pertanyaan itu wajah Jungkook mendadak lesu.
"calon saja belum tentu dikonfirmasi, Noona sudah memanggil pacarku adik ipar". gumam Jungkook pelan tapi masih bisa terdengar ke telinga Seokjin. Seokjin otomatis menghetikan aktifitasnya.
"lohlohloh maksudnya apa? kan Noona sudah merestui kalian"
"aku bukan berbicara soal Noona. Ini soal Ayah dan Bunda Kim"
Seokjin tambah tertarik dan menghampiri adiknya yang sedang duduk di sofa ruang TV tanpa sekat itu. "maksud kamu gimana? memangnya mereka tidak merestui hubungan kalian?"
Jungkook mengangkat bahu acuh. "Tidak tahu, merestui sih sepertinya iya, tapii--
Jungkook terlihat ragu.
"--tapi apa? Jangan buat Noona-mu penasaran Jungkook!"
Jungkook menghela nafas, kakaknya kalau sedang seperti ini memang menyebalkan. "Noona tahu tidak kalau seminggu yang lalu aku mengantar pacarku ke Busan?"
"ya tahu, terus?"
"malam setelah aku sampai, besoknya aku langsung disuruh pulang duluan, coba bayangkan pagi buta aku pulang bahkan berpamitan dengan Taehyung pun tidak boleh"
"loh kok bisa begitu sih? Pasti kamu nih yang habis berbuat sesuatu iya kan? Ayo ngaku!" tuduh Seokjin.
Kan kan. Ini nih yang buat Jungkook malas bercerita. Yang disalahkan juga ujung ujungnya dia.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE {Kooktae GS}
Fanfiction"Cinta itu soal bagaimana kamu bisa menerima bukan hanya memberi saja" - - - Visit free. Join? Tinggalkan jejak! Ps. Buka saja kalau penasaran Pss. This is Kooktae Gs! Psss. With special guest couple Nielwink Gs!! Check it out 👉
