Warning : Typo!
- Happy Reading! -
🎶You can't stop me loving myself ~
Taehyung sedikit tersentak mendengar dering ponselnya sendiri, disana tertulis Jungkook is calling, tapi bukan langsung mengangkatnya, anak itu hanya bergeming-- bingung kenapa Jungkook tiba-tiba menghubunginya. Kalau Taehyung tidak sedang lupa bukannya Jungkook sekarang sedang mengabaikannya ya?
"angkat tidak yaa.." gumam Taehyung.
Ponselnya terus bergetar, sadar sudah berpikir terlalu lama akhirnya Taehyung memilih mengangkat panggilan itu.
Klik
"Ha--",
"halo kenapa lama sekali?! Ah sudahlah-- sekarang Kamu bisa tidak datang ke taman kota!? kumohon cepatlah kesini aku membutuhkan bantuanmu! Tae Akh-
Tuuuuuuuut pip
Taehyung blank.
Tadi itu Jungkook bicara cepat sekali bahkan sebelum ia selesai mengucapkan 'halo'. Yang paling membuat anak itu syok adalah ketika mendengar suara Jungkook yang mendadak panik lalu meringis diakhir sebelum tiba-tiba sambungan telepon terputus.
"taman kota?"
Taehyung menepuk keningnya kenapa disaat sedang genting seperti ini dirinya malah berpikir terlalu lama. Bagaimana jika disana Jungkook sedang dalam keadaan kritis?
Maka dengan masih menggunakan baju rumahnya berupa kaos oversize berwarna putih dan celana training hitam panjang Taehyung keluar apartment Jungkook dengan terburu. Anak itu bahkan tidak sempat mengenakan mantel dan sepatu padahal musim dingin sebentar lagi tiba, bisa dibayangkan bagaimana dinginnya udara diluar.
Tidak masalah yang terpenting sekarang adalah keadaan Jungkook- pikir Taehyung.
::
::
"Jungkook kamu yakin rencanamu akan berhasil?"
Jungkook berdengung menanggapi pertanyaan sepupunya, dia masih belum berangkat dari rumah Yoongi setelah menghubungi Taehyung tadi. Kalau tidak salah perkiraan, Taehyung akan membutuhkan waktu lebih kurang setengah jam dari apartemen nya menuju Taman kota. Jadi Jungkook bisa mengecek semua persiapannya terlebih dahulu sebelum pergi menyusul ke Taman kota juga, lagipula jarak rumah sepupunya tidak begitu jauh dari Taman kota hanya sekitar lima menit untuk kesana.
"aku juga belum terlalu yakin yoon, jujur sebenarnya aku merasa gugup sekali sekarang"
Pfttt
Jimin sudah akan tertawa kalau saja tidak ditatap tajam Jungkook.
"apa!?" sewot Jimin.
"lo yang apa!?" balas Jungkook.
Jimin berdecak sebal. Untung saja Jungkook itu calon sepupunya kalau tidak sudah habis Jungkook.
Alah kaya berani saja kamu chim~
"yasudah sana cepat berangkat nanti malah Taeby duluan yang sampai" ujar Jihoon.
Jungkook mengangguk.
"doain ya semoga lancar"
"good luck bro!" seru Daniel sebelum Jungkook benar benar pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE {Kooktae GS}
Fanfiction"Cinta itu soal bagaimana kamu bisa menerima bukan hanya memberi saja" - - - Visit free. Join? Tinggalkan jejak! Ps. Buka saja kalau penasaran Pss. This is Kooktae Gs! Psss. With special guest couple Nielwink Gs!! Check it out 👉
