Sometimes

779 120 32
                                        

Sometimes I wonder, what if I was there?

With you, watching you laugh.

Call your name, seeing you happy.

Holding your hand, saying I love you.

But it all stopped even before it happened.

Because, there is always 'sometimes'.

Which made me stop stepping.

To fight for you.

For me.

For us.

***

Chanyeol terdiam dimejanya sambil meminum teh hangatnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Chanyeol terdiam dimejanya sambil meminum teh hangatnya. Chanyeol baru saja selesai sarapan bersama para rekan kerjanya dan dalam waktu tiga puluh menit kedepan akan ada seminar yang diadakan diaula hotel.

Chanyeol masih betah duduk dikursinya sambil menatap lalu lalang orang-orang. Sejak satu persatu rekan kerjanya pergi meninggalkan meja untuk kembali kekamar atau pergi ketempat lain. Pikirannya melayang kemana-mana, memikirkan banyak hal dan rasanya Chanyeol ingin sekali untuk tidak ikut seminar hari ini.

Pandangannya beralih kepada cangkir yang berisi teh hangat yang sedang dia bawa. Dari sini Chanyeol bisa melihat kepulan asap keluar dari dalam yang mengenai wajahnya, bau teh yang harum seakan bisa menenangkannya.

Chanyeol menyandarkan punggungnya. Kedua matanya kali ini menatap langit-langit, menatap lampu-lampu yang bergantung disana, mengingatkannya dengan tempelan glow in the dark yang Kyungsoo tempel untuknya dilangit-langit kamar.

"Kalau tidak menjadi dokter, kamu ingin menjadi apa?"

Pertanyaan itu masih segar didalam ingatannya. Hari itu cuacanya sangat hangat. Chanyeol sengaja membawa Kyungsoo untuk duduk dibangku taman.

"Aku belum menjadi dokter."

"Kamu sudah menjadi dokter. Dokterku."

"Hahaha... Kamu pikir begitu?"

"Dulu aku ingin menjadi seorang dokter, aku ingin menjadi seorang polisi, tapi kamu tahu hanya karena melihat sebuah video seseorang yang tengah menggambar, aku jadi ingin bisa menggambar."

"Syukurlah."

"Kenapa?"

"Kamu sudah mau banyak berbicara."

Chanyeol memainkan name tag yang berada disaku sebelah kirinya. "Aku tidak ingin menjadi dokter."

"Lantas kenapa saat ini kamu menjadi dokter?"

Chanyeol membiarkan pertanyaan Kyungsoo terbawa angin hari itu. Sedangkan Chanyeol juga masih mencari jawabannya.

Tapi ketika sekali lagi ingatannya memutar pertemuan pertamanya dengan Kyungsoo. Mungkin tanpa sadar Chanyeol sudah bertekad untuk menjadi seorang dokter karena dia ingin menyembuhkan Kyungsoo.

First LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang